[Read Pdf] ♘ Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16 ⚑ Tyrakel.de

terjadi sesuatu yang besar disini, ratusan tahun yang lalu Arus Balik..adalah novel pertama Pram yang saya baca, dan tanpa susah payah mencuri hati saya Novel epic ini mencatat kejayaan Nusantara berabad abad silam Arus Balik, sesuai namanya berkisah tentang betapa arus baik kekuasaan hingga perdagangan terjadi dari Timur ke Barat Kuat betul nenek moyang kita dulu. Tapi kejayaan itu tidak berlangsung lama. karena kelemahan kita juga maka arus berbalik dari Barat menuju Timur Seperti juga yang mungkin terjadi di abad abad berikutnya.Bekas kolonial itu rupanya nggak mudah hilang. budaya korup, feodalisme, hipokrit, ngaret, adu domba, penjilat, bahkan sesimpel kebiasaan tidur siang sisa penjajahan kongsi dagang Belanda itu yang lebih sulit dimaafkan.Buku ini menyadarkan saya akan banyak hal Terutama, dengan kenyataan bahwa saya sangat mencintai tanah air saya, yang diatasnya berlangsung berbagai macam kejahatan yang destruktif [Read Pdf] ☳ Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16 ⚑ Semasa Jayanya Majapahit, Nusantara Merupakan Kesatuan Maritim Dan Kerajaan Laut Terbesar Di Antara Bangsa Bangsa Beradab Di Muka Bumi Arus Bergerak Dari Selatan Ke Utara, Segalanya Kapal Kapalnya, Manusianya, Amal Perbuatannya Dan Cita Citanya, Semua Bergerak Dari Nusantara Di Selatan Ke Atas Angin Di Utara Tapi Zaman BerubahArus Berbalik Bukan Lagi Dari Selatan Ke Utara Tetapi Sebaliknya Dari Utara Ke Selatan Utara Kuasai Selatan, Menguasai Urat Nadi Kehidupan Nusantara Perpecahan Dan Kekalahan Seakan Menjadi Bagian Dari Jawa Yang Beruntun Tiada HentinyaWiranggaleng Pemuda Desa Sederhana, Menjadi Tokoh Protagonis Dalam Epos Kepahlawanan Yang Maha Dahsyat Ini Dia Bertarung Sampai Ke Pusat Kekuasaan Portugis Di Malaka, Memberi Segala Galanya Walau Hanya Secauk Pasir Sekalipun Untuk Membendung Arus Utara Masih Dapatkah Arus Balik Membalik Lagi Karya Pramoedya Ananta ToerSebuah Epos Besar Dari Seorang Penulis Besar Buatku, Arus Balik merupakan salah satu karya terhebat Pramoedya Ananta Toer, selain Tetralogi Buru dan Arok Dedes Karena keenam enamnya menggunakan latar belakang sejarah Bangsa Indonesia yang diriset secara teliti oleh Pram dan dimasukkan secara penuh, seakan akan buku sejarah yang dinovelkan.Berbeda dengan buku buku Pram yang menokohkan seseorang yang terkesan membosankan, misalnya kumpulan tulisan Minke asli sang tokoh utama dalam Tetralogi Buru, maupun kumpulan tulisan dan pemikiran Kartini.Buku buku Pram lah yang membuatku sadar bahwa terlalu banyak kemenangan, kekalahan, perjuangan, maupun penghianatan yang telah dilakukan di Bumi Nusantara, namun manusia manusia sekarang tidak mengambil pelajaran apapun dari masa lalu Sayang sekali.Dibanding Tetralogi Buru maupun Arok Dedes, buku Arus Balik inilah yang paling dekat dengan apa yang aku rasakan sekarang raja raja yang memanfaatkan rakyatnya, rakyat yang selalu menjadi korban di tengah tengah peperangan dan ambisi raja raja, raja raja yang saling menyerang untuk melupakan siapa sebenarnya musuh utama yang harus dilawan bersama, dan pahlawan yang mencoba sekuat tenaga namun tidak mampu menahan kemerosotan yang terjadi pada zaman itu Terdengar tidak asing ya dengan kondisi Nusantara saat ini Kata kata penutup novel Pram yang aku suka Demikianlah cerita tentang seorang anak desa lain yang mengemban cita cita menahan arus balik Berbeda dari anak desa lain, yang seorang ini tidak berhasil, patah di tengah jalan, namun ia telah mencoba.Dan kata kata penutup dariku Untuk yang mau belajar dari buku ini, bisa menghubungiku dimana bisa mendapatkannya, karena saat ini setahuku Arus Balik tidak dicetak ulang. Tuban..Tuban sebuah kota kabupaten disebut Pramoedya untuk menggambarkan keadaan maritim negeri kita tercinta ini..Indonesia..bukan Sriwijaya..bukan Majapahit..tapi Tuban..sebuah kerajaan kecil..dan dari sinilah cerita kita mulai. Wiranggaleng..seorang pemuda biasa..yang mencintai gadis penari..Idayu..harus terpelencat masuk ke tengah kekuasaan Adipati Tuban, Wilwatikta keturunan Rannggalawe adalah seorang yang disinyalir ikut terlibat dalam kejatuhan Majapahit..dan jabatan yang disandang Wiranggeleng menjadi syahbandar muda Tuban.Tahun 1511 adalah sebuah tahun yang penting bagi maritim nusantara karena disekitar tahun tersebut Malaka yang dikenal sebagai salah satu bandar besar di Asia..jatuh ketangan Peranggi orang oranng Eropa Prancis ,Portugis, dan lainnya dan bagi Tuban ini adalah sebuah ancaman besar..lalu lintas perdagangan menjadi terputus karena kapal kapal dagang yang akan berlabuh ke Tuban..tidak berani berhadapan dengan Portugis. Beberapa tahun berselang setelah kejatuhan Malaka..Adipati Unus..anak Raden Fatah dari kerajaan Demak mencoba untuk merebut Malaka kembali Dengan tanpa bantuan Tuban karena Demak merampas Jepara yang merupakan wilayah kekuasaan Tuban..Adipati Unus menyerang Malaka dibantu oleh kerajaan kerajaan kecil dari Sumatera pecahan kerajaan Samudera Pasai. maaf lupa detailnya p..tapi gagal..telak. Pasukan mereka di tumpas oleh persenjataan Portugis yang lebih tangguh Kekalahan kerajaan nusantara ini, diperparah dengan adanya konflik internal yang terjadi dalam dalam diri mereka sendiri..mereka masing masing kerajaan ini..ingin menguasai Malaka hanya untuk kepentingan kerajaan mereka sendiri.Sementara itu..Trenggono adik dari Adipati Unus juga berambisi merebut Malaka dan kota kota pelabuhan di Jawa Termasuk juga Tuban didalamnya..Wiranggeleng yang kini menjadi senapati Tuban dikirim oleh sang Adipati untuk menyerang Malaka..padahal pada saat yang sama pasukan Trenggono tengah menyerang Tuban..pecah perang saudara..Trenggono melawan kakaknya sendiri Adipati Unus..dan ibu mereka..Ratu Aisah..ada dipihak kerajaan Tuban.Senapati Wiranggaleng cepat cepat kembali ke Tuban..dan berhasil menghalau serangan Demak..pasukan Demak terusir.Trenggono mati Sementara itu..Portugis telah berhasil membinasakan armada laut kerajaan nusantara termasuk Tuban didalamnya..armada Portugis telah berhasil menguasai perairan nusantara sebelah timur Maluku dan mulai masuk kewilayah Jawa dengan mendirikan benteng pertahanan. Arus telah berbalik..kita bukan lagi tuan untuk tanah dan air kita sendiri..karena mereka orang orang Eropa yang kinilah menguasainya. babak baru kolonialisme dimulai dari sini..Bagaimana dengan nasib Wiranggaleng. Ia bosan berperang..ia menyerah untuk menahan arus balik..ia memilih tidak untuk jadi raja..ia ingin kembali jadi penduduk biasa jadi petani. jujur aku baca novel ini lompat..lompatskip..dan skip lagi. di bagian bagian yang kuanggap tidak penting..panjang..panjang sekali percakapan yang ada dalam buku ini..sungguh sebuah novel yang amat melelahkan..dan juga amat bernilai..terima kasih Pramoedya 28 Oktober 2012Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 84 Jika selama ini Tetralogi Pulau Buru dianggap puncak dari kegemilangan seorang Pramoedya Ananta Toer, melalui Arus Balik harus saya akui bahwa hampir seluruh karya Pram adalah karya sastra monumental yang dicapai oleh seorang novelis Indonesia Arus Balik pun saya anggap sebagai karya ambisius Pram, karena ia tak hanya menjabarkan perjalanan sejarah Nusantara dari masa masa kejayaan kerajaan di Nusantara tetapi juga memberikan berbagai gambaran, intrik dan polemik dari sisi lain periodisasi kerajaan kerajaan Hindu Budha, Islam bahkan masuknya agama Kristen di Nusantara pada masa itu.Novel ini sesungguhnya bukan novel sejarah murni, tetapi berbagai cerita antara fiksi dan sejarah justru membuat Arus Balik semakin memukau untuk dibaca dan direnungkan Persoalan terkait kekuasaan dan agama seakan akan sangat relevan untuk menjadi bahan perenungan di masa sekarang, saat agama dan politik menjadi alat untuk menggapai kekuasaan dan mengangkangi sesama untuk kepentingan diri pribadi.Oiya dan satu hal yg selalu saya suka dari novel novel Pram, ia selalu menempatkan wanita sebagai sosok yang juga mampu berpikir, memiliki kesadaran atas dirinya pribadi sebagai individu, bukan sebagai pemanis atau bahkan digambarkan lemah.Arus Balik lagi seakan ingin mengingatkan kita bahwa kejayaan pernah di raih Nusantara di masa lalu Bangsa ini pernah menjadi pusat dunia, namun, mungkinkah kita mampu mengembalikan lagi arus dari Selatan ke Utara Kembali merengkuh kejayaan bangsa ini seperti di masa lalu. Lupakah kau pada ajaran, hewan takkan mengubah apalagi alamnya Tetapi manusia tanpa cipta merosot, terus merosot sampai ke telapaknya sendiri, merangkak, melata, sampai jadi hewan yang tak mengubah sesuatu pun Untuk mempunyai ekor pun manusia demikian tak berdaya h 5 Berbahagialah kau yang bisa bersakit hati, pertanda masih ada hati, dan ada cinta di dalamnya Tapi macam cinta apa kau kandung dalam hatimu Cinta pada kebebalan adalah juga kebebalan h 5 Mari aku ceritai kau jaman ini adalah jaman kemerosotan Raja raja kecil bermunculan pada berdiri sendiri, karena rajadiraja tiada Kekacauan dan perang akan memburu kalian silih berganti Lelaki akan pada mati di medan perang Perempuan akan dijarah rayah dan kanak kanak akan terlantar Kalian takkan ditumpas karena kata kataku Kemerosotan jaman dan kemerosotan kalian sendiri yang akan menumpas kalian selama kalian tak mampu menahan kemerosotan besar ini h.10 Bukankah mandala kalian pernah mengajarkan kebenaran tak dapat diadili, karena dialah pengadilan tertinggi di bawah Hyang Widhi Kalian tahu kelanjutannya barang siapa mengadili kebenaran, dia memanggil Sang Hyang Kala, dia akan dilupakan orang kecuali kedunguannya h.14 Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan Dua duanya busuk, dua duanya sumber keonaran di atas bumi ini h.14 Pahami pergantian jaman, biar kalian tidak didera oleh perang Tinggalkan kebebalan Dengarkan kebijaksanaan Kalau perang sudah pecah, tak selembar daun dapat kalian jadikan pengayoman Kalau kemerosotan ini tak dapat dicegah, takkan lama lagi, dan perang akan pecah di mana mana Dari desa dan kota petani petani akan digiring, mati untuk raja raja kecil yang tak pernah berbuat apa apa untuk kalian h.15 Ketahuilah, tanpa cinta hidup adalah sunyi, karena raga telah mati dan dunia tinggal jadi padang pasir h.94 Kesalahan orang orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang orang bodoh ialah menganggap orang orang lain pandai h 246 Perang bukanlah keinginan untuk membunuh sesama, dia dalah bentrokan dari dua keinginan Jangan jadi pembunuh Dan kalian prajurit prajurit Tuban yang perwira dan stria, hargailah juga keperwiraan dan kesatriaan, sekalipun itu ada pada musuhmu h 351 Barang siapa tak kenal kesetiaan dan kecintaan, dikodratkan untuk menjadi budak dari kehawanafsuan, dari orang orang yang lebih kuat daripada yang punya hawa nafsu yang lebih besar lagi Begitu ningrat Jawa, begitu pula nasib Jawa h 415 Barang siapa kehilangan air, dia kehilangan tanah, barang siapa kehilangan laut dia kehilangan darat Jangan lupa, Unus yang mengatakan itu h 469 Tak ada yang lebih sia sia daripada kekecilan, kekerdilan Raja kecil dengan kerajaan kecil, apalah artinya dilihat oleh burung burung dari langit dan oleh ular di darat Burung segan hinggap dan ular pun segan melatai untuk tempat bercengkerama pun kerajaan itu tidak aman Bukankah kalian tahu juga rawa kecil hanya menghasilkan ikan kecil h 472 kalo boleh dirata rhe kasih point 4,3 d..5 point di bagian awal, 3 point di akhir tengah, 5 point lagi di hampir akhir.kenapa cz dibagian awal tu berat, buat mikir apa lagi orang seperti rhe yang kurang memahami sejarah ilmu lama yang kembali ditemukan cz selama ni rhe ga pernah mencari or mencoba tau sayang ternyata di balik taktik perang itu, hanya kisah manusia biasa pada umumnya..dengan alur yang maju mundur, maju mundur tanpa penjelasan settingan waktu terlebih dahulu..tapi. sayang banyak keterangan yg sebenar na ga perlu ada ditulis juga ntah apa maksudkan oleh penulis na terlepas dari itu semua. novel ini hanyalah kisah sepasang sejoli semata tanpa ada kisah arus balik yang sesungguh na, permainan taktik, tipu muslihat, intrik dan sebansa na jika. ga ada 1 tokoh yg bisa dibilang malah pennyokong cerita..Tholib Sungkar A Zubaidya dia mungkin adalah tokoh sebenar na yang pegang alur cerita segala usaha, segala pertempuran dan taktik yang muncul ga akan pernah ada klo bukan gara ulah syahbandar tuban ini bahkan kisah itu sendiri ga akan diturunkan, diketahui orang banyak kalo ga ada dia, ga akan ada gelar atau paulus n ga da tokoh pencerita itu.ya itulah walo gagal kisah ini telah tersampaikan dengan sukses kepada generasi di bawah na yg ga sempat tau apalagi mengalami semua kejadian tersebut.nb gara ni rhe akhir na tau kenapa di alkid jogja da gajah..binatang yg serinng rhe tonton i sore hari ketika kecil saat tak ada lagi hiburan lain..mereka yang dulu merupakan lambang kekuasaan majapahit sekaranng hanya sekedar peliharaan dan hiburan semata di mata rakyat kebanyakan tanpa tau alasan sebelum na.gajah. tanpa mada jarang yang mau dan berani memasuki masa antara jatuhnya majapahit dengan maraknya kota kota islam di pantai utara jawa dan novel ini salah satu dari yang mau dan berani itu.beda dari tetraloginya yang sarat dengan data, maka di sini imajinasi pengaran sangat kuat berperan sindiran sindiran tajam menusuk nusuk pada para tokoh agama dan bangsawan yang tidak mereka sadari telah memerosotkan peradaban jawa dari pengekspor kebudayaan ke utara, jadi pengimpornya.arus sudah berbalik. ehem, harus nulis apaan yak Curhat dulu kalau begitu Salah satu buku terlama yg saya habiskan untuk bisa tamat 3 bulan Tebal dan berat, jadi gak bisa dibawa2 kemana mana Keselang ma buku lain jugaHmm. secara umum saya masih menganggap Tetralogi Pulau Buru adalah karya terbaik Pram Untuk karya ini, meski SANGAT tebal, masih terasa kurang Masih banyak hal hal yg bisa dieksplor sebenernya Kisah si Syahbandar itu misalnya, atau Sang Adipati, terasa sangat kurang latar belakangnya Cuma diceriatakan sekilas.Sebagai novel yg menceritakan upaya seorang nusantara untuk membalikan arus dari selatan ke utara, novel ini terkesan ambisius Banyak hal yg dirasa kurang menggigit, meski pesan utama yg ingin disampaikan sudah tersampaikan dengan amat baik.Dan segi plot aduh, meloncat loncat dimana setiap kali meloncat cerita dipotong begitu saja dengan adegan kebetulan yg ujung2nya terkesan dramatis ala sinetron Heuheu, maap menyamakan karya Pram dg sinetron.Tapi, satu yg tak bisa disangkal Pram adalah seorang storyteller yg amat hebat salah satu yg terhebat Dengan kosakata bahasa Indonesianya yg begitu kaya dan menakjubkan membuat sy merasa selalu kehabisan kosakata di setiap halamannya Pram menjadikan karya ini begitu renyah dan sellau memikat di setiap halamannya Untuk itu, bintang 4 saya berikan.