{Free} ì Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin í eBook or E-pub free

Awalnya sedikit ga yakin sama buku ini Judulnya sih memang menjanjikan, tapi entahlah Di balik judul yang menarik, tak sedikit cerita yang mengecewakan Saya pun meskipun sudah lama tertarik dengan judulnya, baru membeli buku ini beberapa hari lalu Itu pun karena menemukannya dalam harga diskon pSetelah tak tersibukkan banyak kegiatan, saya pun menyempatkan diri untuk kembali membaca Buku ini jadi pilihan karena terlihat tipis dan bergaya cerita ringan Rekomendasi teman yang sudah membacanya terlebih dahulu pun bagus Maka saya pun membacanya.Baru awal awal membacanya saja, perasaan saya sudah teracak acak dibuatnya Membuat saya mulai membayangkan hal buruk yang bisa saya alami, meski belum saya alami Membuat saya membayangkan bagaimana rasanya jatuh cinta pada orang yang tak dapat saya gapai Membuat saya berpikir apa rasanya saling jatuh cinta namun dipisahkan jurang tak berdasar Dengan ritme yang cukup cepat, buku ini pun dapat saya habiskan dalam waktu yang relatif cepat Kekurangan buku ini hanyalah, banyaknya hal yang sulit dimengerti dan tetap tidak terjawab Tapi yaaahhh Di dunia nyata toh memang banyak hal yang seperti itu Ganjil Tak dapat dijelaskan, dan akhirnya tidak pernah diketahui sebabnya Itulah hal yang saya suka dari buku ini realistis Tidak penuh mimpi mimpi sebagaimana kebanyakan novel anak muda sekarang Menampar diri dengan kenyataan bahwa hidup tak selamanya indah dan kisah cinta tak selalu berakhir happily ever after Nice D Daun yang jatuh tak pernah membenci angin Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja Tak melawan Mengikhlaskan semuanya Ini buku Tere Liye pertama yang saya baca Dan terus terang sempat tidak percaya bahwa penulisnya adalah seorang laki laki Tulisannya begitu penuh perasaan, walaupun pilihan kata dan cara bertuturnya sangat sederhana Ceritanya sendiri juga sederhana, tentang cinta yang terpendam dan betapa rasa yang tak terucap bisa mengubah jalan hidup seseorang untuk selama lamanya Namun saya suka cara Tere menyajikannya Enak dibaca dan mengalir, sesekali bahkan sanggup membuat mata saya berkaca kaca.Mengikuti kisah Tania, gadis kecil yang jatuh cinta dengan putus asa alias hopelessly in love pada malaikat penolongnya, terngiang potongan lagu dari Endah n Rhesa When you love someone Just be brave to say That you want him to be with youWhen you hold your loveDon t ever let it goOr you would lose your chanceTo make your dream come true Walaupun katanya cinta tak harus memiliki, tapi kalau ada kesempatan untuk bisa memiliki, kenapa tidak Berhenti sejenak menatap sekitar Itu selalu memberikan kita INSPIRASI Pernahkah merasa berjodoh dengan sebuah buku Saat begitu ingin memilikinya dan ketika berada di toko buku menemukan buku itu tanpa keraguan sedikitpun langsung mengambil buku itu dan membawanya ke kasir Setidaknya itulah yang sy rasakan pada buku ini, merasa sangat ingin memilikinya, padahal judul2 sebelumnya dengan penulis yang sama gagal merebut perhatian sy Karena itulah ketika suatu siang menjelang sore sy menerima sebuah telepon dan suara di seberang mengatakan Ti, aku lagi ada di Gramed nih Mau buku apa Seketika ada taman bunga yang bersemi di hati saya siapa sih yang ga berbunga2 ditawarin buku Hehe. Maka buku pertama yang sy sebut adalah buku ini Daun yang jatuh tak pernah membenci angin karya terbaru dari Tere Liye Thanks ya ka buat 2 bukunya Benar2 nyesal Cuma nyebutin 2 buku Hihihi Resensi Tentang Kamu Membujuk hati berdamai dengan harapan. Tak perlu waktu lama buat menyelesaikan buku ini Sy hanyut dalam ceritanya Atau bisa dibilang terjerumus Cara Tere Liye mengupas sebuah cerita sungguh menarik Sy bahkan sempat berpikir, kok bisa ya penulis cowok sebegitu mengerti tentang sebuah rasa yang sy rasa hanya bisa dirasakan oleh wanita yang memang lebih perasa ketimbang cowok Yah, novel ini tokoh utamanya adalah seorang wanita bernama Tania Yakinlah, mengenang semua perasaan itu tidak sesulit yang dibayangkan Seorang wanita yang bersama adik dan ibunya pernah menjalani masa masa sulit sepeninggal ayah mereka Masa masa harus meninggalkan sekolah, tinggal di rumah kardus, mengamen dan makan tak teratur Sampai ada satu malaikat yang muncul di tengah kehidupan mereka Seorang malaikat yang Tania bersumpah akan menuruti semua kata katanya, keinginannya dan sumpahnya pada ibunya, Tania hanya akan menangis karena seseorang itu Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat Tak selalu dalam bentuk uang dan materi Karena itulah saat sang ibu tiada, Tania menahan jutaan sesak di dadanya dan menahan agar air matanya tak tumpah Semakin keras Tania berusaha, semakin sy larut dalam haru dan terisak sendiri Tuhan, semua takdirMu baik. semua kehendakMu adalah yang terbaik. Hari terus berlalu dan tumbuhlah Tania dengan kecemerlangannya Menjadi gadis yang cerdas dan cantik Tapi di hatinya telah tumbuh sebuah perasaan yang tak bisa dia kendalikan Sebuah rasa untuk seseorang yang telah menjadi malaikat penolong keluarganya Tapi, Tania tak pernah bisa mengungkapkannya dalam kata kata tentang perasaannya Walau dalam tingkahnya rasa itu sangat jelas tergambar Dalam urusan perasaan, di mana mana orang jauh lebih pandai menulis dan bercerita dibandingkan saat praktik sendiri di lapangan Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta Dan seseorang itu selalu menghindar ketika Tania mencoba meraba perasaannya Sy sampai menyimpulkan seperti ini ketika seorang pria selalu menghindar untuk membicarakan perasaannya maka waspadalah. dia tak punya perasaan apa2 terhadap kita Benar begitukah Entah Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinya Tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun Puncaknya adalah ketika pria itu memutuskan menikah dan Tania kembali terjatuh dalam masa masa sulit kehidupannya yang kali ini bukan karena kehidupan ekonomi mereka tapi karena PERASAAN Otakku sedang benci, maka aku selalu berpikiran negatif sepanjang hari. Kesibukan kesibukan itu akan membuatku lelah berpikir Dan jika aku sudah lelah berpikir, pelan pelan semuanya akan berlalu Kalau aku sedikit beruntung, mungkin bisa melupakannya Terakhir, benar kata Ibu lewat komen beliau di MP Sy suka endingnya bu. duuuh. ibu sama anak kompakan terus Hehe. intinya. Jangan pernah menyerah Hidup akan terus berjalan Dan tidak semua perasaan harus diperjuangkan kesimpulan sendiri Menikah tidak selalu harus dengan seseorang yang kita cintai Menikah adalah pilihan rasional Ketika sudah menjalaninya, masalah terbesarnya bukan cinta atau tidak cinta lagi Masalahnya adalah KOMITMEN yang dalam tanda kutip diambil dari novel ini Baca buku ini rasanya spt baca Lolita Alexander Nabokov bener gak sih spelling nya.Saya gak keberatan kalau si Danar dianggap pedophil, krn sebenernya ada org2 antik spt itu, well..gak jauh jauh, Bung Karno nikah sama Yurike Sanger jatuh cinta wkt SMA, Elvis Presley dan Priscilla, pembantu saya yg masih SMP pacaran sama bapak2 umur 30 an dan suami org Euhcinta gak pernah mengenal umur Spt Lolita, yg terjemahannya keren abis, DYJTPMA haduh singkatan aja panjang bener juga bahasanya indah Berhubung merantau di negeri org, saya jarang tau info buku2 Indo kebanyakan baca buku Inggris, dan taunya dari Goodreads Dan saya terkejut, waaahh..pengarang Indo udah sedemikian tinggi levelnya.Gayanya mengingatkan saya dg Lovely Bones, dan sama dg Lovely Bones, walau cerita ini indah, tidak ada yg bisa dipelajari dari sini Cuma ttg emosi aja sih Biasa saya kasih bintang ke 5 krn saya belajar ttg sesuatu yg baru dari buku itu, ttg realita yg saya gak tau, spt adat suatu negara, atau krn keberanian si penulis, ttg hal yg riil lah, sementara di buku ini gak ada So I save the 5th star for myself.Kalau utk Lovely Bones yg bestseller itu saya kasih 3 bintang, utk DYJTPMA saya kasih 4 Krn ini penulis adalah laki2, tapi bisa dan berani mengambil sudut narasi dari tokoh utama perempuan, dan nyaris gak ada kejanggalan di situ Saya cuma membayangkan..oh my dia pasti ngerti banget isi hati wanita, beruntung banget istrinya Saya bilang nyaris, krn ada satu yg mengganggu, wkt dia bilang, Aku tahu aku cantik, tubuhku proporsional AduhJEDERRketauan deh ini penulisnya laki2 Secantik apapun perempuan, selalu ada yg dia tidak suka dari tubuhnya, krn ingat Perempuan itu pikirannya sulitt..gak jelas apa maunya Dikasih rambut lurus pengen kriting, yg kriting pengen dibonding, yg pendek pake hak tinggi, yang tinggi badannya bungkuk krn tidak pengen terlihat mengintimidasi cowok Even kalau kita baca interview dg artis2 Hollywood, mereka juga punya ketidakpuasan akan penampilan mereka, dagunya kepanjangan, toketnya kegedean dst dsJadi begitu kata tubuhku proporsional keluarARRGGHHHHHHSaya suka sama bagian belakang, si Danar yg plintat plintut itu makin lama makin kehilangan sosoknya Suaranya, dialognya, gak ada Sampai terakhir apa yg dia bisikkan ke telinga Tania juga gak ditulis Menggambarkan betapa makin lama sosoknya makin memudar Kalau di bayangan saya si Danar yg perfect ini makin lama jadi tembus pandang, hilang.Dan saya gak setuju sama review2 lain yg marah2 kenapa si Danar kok unreliable, menikah, terus istrinya dibiarkan begitu aja krn gak cinta.Kenapa saya bela Tere Liye KARENA SAYA KENAL ORANG SEPERTI ITU.Kebetulan org ini naksir dg teman baik saya, yg jauh umurnya di bawah, walau gak 12 thn sih..tapi ditolak krn temen saya gak suka, dan krn udah hampir 40, akhirnya dia dijodohkan, sama cewek yg cantik seiman dan profesinya baik Diimpor dari Indo, sampai meninggalkan karir dan keluarganya.hanya utk ditelantarkan.gak diajak ngomong, dicuekkinistrinya nangis2, curhat ke org2akhirnya istrinya pulang Indodan cerai..So, Si Danar itu as real as can be for me, juga cinta mereka yg begitu berbeda umurnya, biar dikata sekarang Pedofil, sebenernya Pedofil kalau udah mau berbuat tidak senonoh kankalau buku ini masih tahap platonis, jadi saya sih oke oke ajah Okay, here s the review.Mungkin setelah tidur cukup,gue bisa cukup tenang buat menuliskan review buku ini secara decent, tanpa meletakkan sumpah serapah apapun di dalammnya.So, what this is all about This is story of a young girl, named Tania She lived with her mother and her little brother named Dede, and they are really really poor One day, she met this angel , who saved her from poverty, put her and her little brother to school, and gave their mother money to start her own cake business.Dari situ cerita berkembang, mulai dari kematian ibu Tania karena kanker, Tania yang super pintar dan dapat beasiswa sekolah ke Singapura, sesosok cewek artis bernama kak Ratna, yang adalah pacar si malaikat penolong And so on, and so on.But, what bother me so much about this book Okay pertama, gue ga lagi meragukan kemampuan menulis si penulis, dia penulis yang cukup bagus At least kalimat2nya nyaman dibaca dan bikin gue larut dalam ceritanya Tapi, kenapa jadinya tema besar cerita malah bertolak belakang sama judul yang oh begitu indahnya dari buku ini Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci AnginKetahuilah, Tania dan Dede. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja Tak melawan Mengikhlaskan semuanya. hal.63 Tapi kenapa justu mengikhlaskan itu yang nggak bisa dilakukan oleh para tokoh dalam buku ini Not to mention, they are shallow, selfish, and pathetic And they getting to my nerve So, this Tania girl, she fell in love with her guardian angel Itu normal, dan wajar Gratitude can lead towards love, especially for a naive young girl Tapi, setelah semua hal yang dilakukan oleh si malaikat penolongnya, hal itu seolah olah ga ada artinya sama sekali saat dia jatuh cinta I mean, I feel like this stupid girl abusing her love as a reason to be selfish, and to do whatever she pleased rolling eyes Once,my dear dear friend told me, love is just another reason to hurt other people it felt so true when i read this book.And what about the guy, the so called guardian angel At first, i really like him, i do Gimana enggak, dia dengan baiknya menyekolahkan dua anak yatim yang sama sekali asing, dan memberi kasih sayang tanpa pamrih juga Tapi terus di bagian akhir buku, dia jadi aneh gitu Dan menurut gue ini adalah kesalahan penulis karena ga berhasil membangun konflik yang masuk akal.This guy, dia udah 30 tahunan lebih, a very mature age, right i know sometime age is nothing but number, tapi dalam kasus ini bener2 berlebihan deh.he became this pathetic loser who can t decide his mind dia putus sama pacarnya, dan fokus membesarkan kedua adek2nya but then, dia pacaran lagi sama pacarnya itu, dan memutuskan menikah eh terus, tiba tiba dia mengabaikan istrinya karena ternyata dia cinta sama si adek nya itu padahal, kalau melihat penggambaran karakter dia sebelumnya, ga mungkin orang seperti dia, yang sangat baik hati dan selalu memikirkan perasaan orang lain berlaku seperti itu.jadi kaya ada ke nggak konsistenan dalam karakternya.dan gue juga ga bisa melihat alasan,kenapa dia dan Tania ga bisa bersama.there s no enough reason.di akhir buku i ended up hating both of them.the girl for being so self centered and painfully selfishand the guy for being a coward, and can t man up to live the choice he already made.dan akhirnya, i plainly despise this book meh sudah lewat jam 1 malam,reviewa besok pagi aja.yg pasti pas selesai rasanya langsung pengen ngelempar buku ini sambil menyumpah nyumpah.sayang si bayi lagi tidur,jd ga bisa berisik. Oke Oke Iyaaa Review ini akan berakhir hari ini Ga pake bersambung lagi Janji Dasa Dharma Pramuka.Selesai baca buku ini di malam hari setelah membelinya di kopdar 3 tahun GRI, di Celcius Rawamangun Saya beli buku ini karena saya percaya penulis buku punya jaminan menulis kisah2 yang baik secara moral, walau saya lebih sering terganggu dengan gaya dan cara cerita beliau Dari lima buku tulisan beliau yang pernah saya baca sebelumnya, Burlian lah yang paling asyik, segar, walaupun idenya tidak terlalu orisinal juga Namun saya beli juga buku terbaru penulis ini dengan tujuan menghadiahkannya pada salah seorang murid saya di akhir semester.Ceritanya tentang apa Hal yang tidak rumit, asalnya Kakak beradik Tania dan Dede 11 dan 6 tahun , kehilangan ayah yang meninggal tiga tahun lalu, sehingga untuk membantu ibu mendapat biaya makan sehari hari, dua bocah ini naik turun bus kota untuk mengamen Suatu malam, mereka bertemu Danar, seorang mahasiswa 25 tahun yang kemudian membantu membiayai sekolah dan perbaikan ekonomi keluarga mereka Namun dua tahun berselang, sang Ibu juga meninggal, sementara Tania mendapat beasiswa sekolah ke Singapura Nantinya, Danar menikah dengan Ratna, menghancurkan hati Tania yang sadar memendam cinta pada malaikat penolong nya itu Sudah Kalau jalan ceritanya ya begitu saja Naik turun perasaan cinta dan cemburu Tania serta bagaimana kejadian setelah Danar tahu perasaan adik angkatnya ini Usai membaca, buku ini saya beri bintang 3, walau banyaaak sekali hal yang mengganjal saya Bukan berarti ada yang salah atau nggak masuk akal, tapi mengganggu aja Mungkin karena saya terlalu sering mikir hal2 yang kurang penting, hehe Makanya perlu hitungan bulan buat saya mencoba menulis review nya, dimulai dari sekarang Di antara hal2 itu adalah Satu Ini gangguan pertama Saya kan pernah bertahun2 kuliah di kota kami yang diceritakan di buku ini Hal ini membuat saya berpikir bolak balik, apa iya toko buku terbesar di kota kami itu sudah ada sepuluh tahun yang lalu ketika cerita di buku ini dimulai Setelah saya coba tanya sana sini, mengintip2 blog orang, kayaknya sih memang sudah ada Mungkin saya yang tidak ingat, atau bahkan tidak pernah datang ke toko itu, karena lebih sering ke Bakmi Margonda atau Mal Depok, heheDua Terkait dengan sekolah Tania, tokoh utama wanita dalam cerita ini Sebenarnya saya kehilangan orientasi untuk menyesuaikan masa 3 tahun dia sudah berhenti sekolah, dengan waktu dua tahun kemudian setelah sempat loncat kelas , dia lulus SD Sebelum berhenti sekolah, kelas berapakah Tania Nah, ayo cek Tiga tahun sebelum Tania dan Dede bertemu Danar, tidak disebutkan kelas berapa Tania saat itu, pokoknya sudah sekolah, tapi kemudian harus berhenti karena ayahnya meninggal dan kehidupan ekonomi keluarga mereka hancur Waktu pertama ketemu Danar, umur Tania sebelas dan masuk kembali di kelas 4 Hmmm kalau begitu tiga tahun sebelumnya umurnya delapan tahun, dan sudah menyelesaikan kelas 3 SD Artinya waktu masuk SD, Tania baru berumur lima tahun ya Hmm ya sudah, boleh deh Sudah terlanjur Banyak kok kejadian seperti itu sampai sekarang.Namun, gangguan terbesar saya dalam membaca tahap pendidikan Tania adalah ketika dia mendapat ASEAN Scholarship ke Singapura waktu lulus SD Waduh Duh Wadooh Saya bengong Ada gitu, beasiswa ASEAN Scholarship buat melanjutkan SMP di Singapura bagi warga non Singapura Kalau melanjutkan ke SMA iya, ada Dari zaman saya SMP saya sudah tahu, bahkan dulu juga saya sempat mau daftar, tapi ga berani, hihi Kalau untuk SMP, dipikir secara rasional dulu ya, kayaknya orangtua Indonesia masih sangat berat hati melepas anak mereka yang baru lulus SD untuk bersekolah jauh2 Ga tega, gitu Anak masih imut2, masih bau kencur, baru jadi ababil , dikirim untuk sekolah asrama di negeri dengan kultur beda begitu Secara empiris pun, sekolah tempat saya mengajar sekarang kadang2 masih menghadapi orang tua dari Sumatera yang agak belum ikhlas melepas anak laki2nya sekolah asrama dengan beasiswa di Bogor Belum lagi dilihat dari kerepotan pengurus asramanya, benar2 repot loh mengurus ababil2 yang masih cengeng ini, hihi. Padahal seleksi untuk masuk sekolah kami termasuk psikotes dan wawancara untuk menentukan kedewasaan siswa2 ini untuk menghadapi kehidupan baru.Lha ini, si Tania, anak cewek pula, gampang sekali sekolah tingkat SMP di Singapura Mana seleksinya kok ya diceritakan gampang sekali Ataukah dibuat gampang karena Ibu Tania baru meninggal Jadi boleh langsung pergi tanpa minta persetujuan orangtua, gitu Coba pikiiir apa jadinya kalau pemerintah Indonesia mengizinkan bocah2 cilik perempuan tanpa pendamping atau wali yang jelas ini dengan mudahnya pergi keluar negeri, walau hanya ke seberang Selat Malaka Apa yang akan terjadi, cobaaaa Pantas saja perdagangan anak masih marak terjadi di tanah air ini, hiks kenapa gw malah jadi emosi gini, yak kayaknya karena lagi PMS deh, hehe Tiga Oh ya, kemarin saya sudah gugling ttg ASEAN Scholarship ini, dan ternyata memang belum ada yang menunjukkan bahwa ada yang diberikan bagi tingkat junior high school Kalau memang ada, saya ga nemu Serem juga kaleee si pemerintah Singapura nya kalo anak2 se Asia Tenggara pada mewek bareng di asramanya, apalagi kalo dituduh sebagai bandar pedagang anak internasional, hehehe Empat Lagi2 deh Pengulangan anak kalimat toko buku terbesar di kota ini di mana2 Padahal dalam buku ini berapa toko buku yang disebutkan juga bisa dihitung oleh jari sebelah tangan, jadi ga usah repot membandingkannya dengan toko2 buku lain Padahal suka2 pengarangnya dong Naah, kelihatan kan, saya suka protes ga penting p Lima Lagi2 ttg Tania OOT bentar ah Saya berencana membuat daftar tokoh2 dalam buku yang paling apalah, dari buku2 yang saya baca setahun ini Saat ini saya suka punya rencana menempatkan Tania sebagai Tokoh utama perempuan yang malang karena salah diberi karakter oleh penulisnya hihihi usil banget Salahnya di mana Ga tau, saya belum bisa menemukan kata yang tepat Ini baru perasaan, karena saya iba melihat Tania yang kelihatan terlewat beberapa tahap perkembangannya mulai sotoy Misalnya, begitu mudahnya Tania langsung belajar, hidup dan tinggal di Singapura Yak, mari kita setujui rancangan besar penulisnya yang mau menjadikan tokoh jagoan ini gadis super yang pintar dan tidak cengeng Tetapi mbok ya latarnya dibuat yang lebih kuat, gitu Penjelasan betapa cepatnya Tania beradaptasi itu sangat kurang Sebelum ke S pore kan Tania tidak berbahasa Inggris dengan begitu fasih, apalagi untuk memahami Singlish nya Percakapan yang dilakukan di tempat les di kota kami , berapa sih kadarnya untuk membuat anak lulusan SD Indonesia casciscus speaking english in Singapore Kecuali jika diceritakan ada sahabat setia asal Indonesia yang setiap saat nempel Tania terus sambil merapikan kemampuan berbahasa dan kemandiriannya Lalu sikap tinggi hati Tania yang sudah sadar dia itu cantik dan pintar Kok nampaknya sikap ini turun karena dia terlalu mengharap jadi pasangan ideal Danar yang muda, pandai, sukses dan kaya Enak sekali gayanya menolak Johny Chan dan Adi Buat saya, seorang tokoh utama yang seperti ini bikin kesal Pembaca yang keseringan memasukkan perilaku tokoh2 fiksi ke dalam hati kayak saya ini, jadi ingin menjitak Tania kalau orang ini ada Enam Cara menulis dia di mana2 sebagai kata ganti untuk Danar Nampaknya, karena narator buku ini adalah Tania, yang dominan di sini adalah perasaan seorang perempuan muda yang perasaannya kebanyakan galau Memang mengingatkan saya waktu saya masih semuda Tania kemarin itu, seriingkali ada perasaan tidak nyaman kalau harus menyebut nama seseorang yang bikin hati kita kacau seperti balon hijau Tapi kan dia itu terlalu umum, dan dalam bahasa tulis mengacaukan juga pemahaman saya atas dia yang dimaksud Apalagi saat misalnya sedang ada kejadian yang melibatkan tokoh lebih dari Tania dan si dia dia yang mana lagi, nih Tujuh Sumpah, yang beberapa malam lalu saya baca adalah petualangan burung2 hantu muda korban penculikan Saat Soren dan Gylfie belajar terbang dengan menangkap angin kok ya malah kepikiran judul buku yang sedang kita bahas di kotak ini Sebabnya karena angin itu Daun yang jatuh tak pernah membenci angin Setuju dengan banyak pembaca lain Kesannya memang romantis, puitis, dan bukan frasa yang sering dipakai orang sebelum ini Oke frasa ini bersifat personifikasi, saya ngerti, bahwa daun pura2nya bisa saja benci pada angin karena memisahkannya dari ranting pohon dan tak mungkin kembali lagi Tapi, untuk apa Toh lebih banyak daun yang jatuh karena takdir eh, karena memang gaya gravitasi membawa helai2 itu ke bumi Walau sedang tak ada angin sekalipun Sehingga, kok ya jadinya makna harfiah kalimat ini jadi lebay, heheJadi mari cukupkan pembahasan atas buku ini sampai di sini Sepertinya saya sudah cukup menyatakan hal2 apa yang mengganggu saya Sampai tujuh poin seperti Harry Potter Sampai akhirnya berkurang satu bintangnya.Sekian dan terimakasih Jadi apa yang kamu lakukan saat mencintai seseorang sebegitu lama tapi tanpa pernah berani mengatakannya Apa yang akan terjadi kalau kata cinta terungkap juga Tania, yang begitu mencintai Danar malaikatnya mengalami dilema terbesar dalam hidupnya..beberapa hari sebelum Danar akan menikah Dan beberapa hipotesapun terbentuk 1 Dia tau aku mencintainyatetapi dia tidak pernah mencintaiku..Sayangnya,hanya sayang kakak ke adik2 Dia tau aku mencintainyatetapi dia tidak pernah mencintaiku..Dia mengerti betul tak ada seorang pun di dunia yang bisa menghapus perasaan itu.Harus ada jarak yang jelas di antara kita.3 Dia tau aku mencintainyatetapi dia tidak pernah mencintaiku..Dia berpikir aku membutuhkan waktu banyak untuk berpikir4 Dia tau aku mencintainyatetapi dia tidak pernah mencintaiku..Dan dia membenciku Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin adalah novel Indonesia pertama yang Yaya baca lagi setelah bertahun tahun gak baca novel Indonesia Awalnya tergelitik dengan judulnya, dan sudah ketebak jalan ceritanya cukup mengaduk perasaan.Dengan setting cerita flash back ,penulis membawa pembacanya mengenal secara mendalam setiap karakter di buku ini.Aaah, bahkan sayapun jatuh cinta sama Danar Danar yang memang amat sempurnaTabiatnyaKebaikannyaSemuanyaSayangnya, Danar yang defensive dengan perasaannya sendiri Cerita yang sangat melankolis,tapiaaahbaca sendiri deh.Siap siap ketampar. 3,5 StarsIni merupakan buku Tere Liye yang pertama kumiliki dan juga yang pertama kubaca Kesan pertama, aku suka, baik itu dengan plot dan juga gaya penulisannya Dengan kisah cinta yang terbilang biasa, penulis masih mampu membuatku jumpalitan penasaran sama akhir dari kisah Danar, Ratna dan Tania Tokoh Danar benar benar bikin gemas dengan kebisuannya Dia baik setengah mati, tapi nyebelinnya juga setengah mati Kenapa sih dia bisa jadi seperti patung begitu Namun, daun yang jatuh memang tak pernah membenci angin Karena itu, aku pasrah aja meski akhir ceritanya tak seperti yang kuharapkan Perjalanan membaca buku dengan narasi yang terbilang padat, bahasa yang terbilang baku, toh tetap mampu memberikan kenikmatan buatku Itu yang penting, kan Nilai moralnya pun bagus Tapi untuk perkenalan pertama ini aku cukup kasih 3,5 bintang aja dulu Karena ada beberapa hal pribadi yang bikin aku ogah kasih 4 bintang Semoga buku berikutnya akan jauh lebih menyenangkan unuk dibaca Dan untuk ulasan yang lebih panjang daripada ini, bisa klik link berikut ya juga iseng ah mau kasih satu buku ini buat yang mau Tapi nggak mulus mulus amat sih bukunya, ada sedikit coretan buat catatan bikin review Terus caranya apa ya Aku masih newby, soalnya Oke, caranya cukup klik link di atas, baca ulasannya, dan komen di blog soal ulasan di atas dan bilang kalau kamu mau bukunya XD Yang komen pertama yang dapat duluan D {Free} ⚣ Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ⚡ Dia Bagai Malaikat Bagi Keluarga Kami Merengkuh Aku, Adikku, Dan Ibu Dari Kehidupan Jalanan Yang Miskin Dan Nestapa Memberikan Makan, Tempat Berteduh, Sekolah, Dan Janji Masa Depan Yang Lebih BaikDia Sungguh Bagai Malaikat Bagi Keluarga Kami Memberikan Kasih Sayang, Perhatian, Dan Teladan Tanpa Mengharap Budi Sekali Pun Dan Lihatlah, Aku Membalas Itu Semua Dengan Membiarkan Mekar Perasaan IniIbu Benar, Tak Layak Aku Mencintai Malaikat Keluarga Kami Tak Pantas Maafkan Aku, Ibu Perasaan Kagum, Terpesona, Atau Entahlah Itu Muncul Tak Tertahankan Bahkan Sejak Rambutku Masih Dikepang DuaSekarang, Ketika Aku Tahu Dia Boleh Jadi Tidak Pernah Menganggapku Lebih Dari Seorang Adik Yang Tidak Tahu Diri, Biarlah Biarlah Aku Luruh Ke Bumi Seperti Sehelai Daun Daun Yang Tidak Pernah Membenci Angin Meski Harus Terenggutkan Dari Tangkai Pohonnya Kita tidak akan pernah bisa membenci dan melupakan seseorang yang begitu berarti dan sudah sedemikian baiknya kepada kita.Menjalani kehidupan dengan memendam perasaan itu sangat susah, tapi kita justru harus jadi jauh lebih baik dan lebih kuat karenanya Perasaan tidak boleh membuat kita terpuruk.Mencintai seseorang akan membuat kita bertanya tanya bagaimana perasaan seseorang itu terhadap kita Ketika kita akhirnya membuat kesimpulan bahwa dia tidak menganggap kita sepenting kita menganggapnya, rasanya sangat susah, sangat parah Walaupun begitu, kau tahu kau tidak akan bisa sedetikpun menghapusnya dari ingatanmu, dan hanya waktu yang bisa membuat kau setidaknya, mempunyai pemahaman yang baik tentang itu, dan penerimaan yang baik, tentu saja.Ngomongin soal novelnya, setelah baca lagi bab pertama yang mendeskripsikan settingnya, dan saya merasa kenal, ternyata memang benar Toko buku itu adalah toko buku gramedia di jalan margonda, depok Berjarak dekat di sampingnya adalah Margo City dan berseberangan dengan Margo City adalah Detos, mall yang sering saya kunjungi sewaktu jadi maba Kangen Toko buku itu, juga sering saya kunjungi untuk membeli novel setidaknya sebulan sekali, sebelum akhirnya saya lebih memilih berkunjung ke Toko buku TM di Detos Hee, nggak penting ya review saya D