@Download Ebook ó Rectoverso Í eBook or Kindle ePUB free

@Download Ebook ⚞ Rectoverso Ü Dewi Lestari Yang Bernama Pena Dee, Kali Ini Hadir Dengan Mahakarya Unik Dan Pertama Di Indonesia Rectoverso Merupakan Hibrida Dari Fiksi Dan Musik, Terdiri Dari Sebelas Cerita Pendek Dan Sebelas Lagu Yang Bisa Dinikmati Secara Terpisah Maupun Bersama Sama Keduanya Saling Melengkapi Bagaikan Dua Imaji Yang Seolah Berdiri Sendiri Tapi Sesungguhnya Merupakan Satu Kesatuan Inilah Cermin Dari Dua Dunia Dewi Lestari Yang Ia Ekspresikan Dalam Napas Kreatifitas Tunggal Bertajuk Rectoverso Dengar Fiksinya Baca Musiknya Lengkapi Penghayatan Anda Dan Temukanlah Sebuah Pengalaman Baru when I see black then I just realize the existence of white. when I m down suddenly I feel strong for knowing that I was on the top on the old days..When I m sad I just think about something happy in the past..When I m so burdened with the work load, I m just thankful for not being an unemployment one..When I m fear about the uncertainty of the world condition nowadays, then I m brave to make a stand strong point to determine my own future, to be the master of my future. I command my self not to get weaker, but stronger.discipline anddiligent Recto verso will bring u a new understanding in dealing with life. hope it will.. Buat saya, membaca RectoVerso bagaikan masuk restorant mewah Mahal, dengan daftar menu yang terasa asing dan susah bacanya Worthed sih Penataan dan penyajian yang indah, bukan cuma rasanya lezat, warnanya pun serasi Cumabegitu selesai, saya kok masih laper yaaa hehehehe Maklum perut kampung, gak biasa dengan porsi yang sedikit.Saya pikir Dee sendiri sudah cukup berupaya baik menuntaskan eksperimennya Jika konsep RectoVerso adalah dua sisi yang saling melengkapi, Dee bikin 3 sisi sekaligus Lagu, Cerpen dan Ilustrasi buku di dalamnya Dee berhak mengubah judulnya tuh RectoVersoRecto hehehe.Hanya saja, saya tidak merasakan nuansa melengkapi ketika saya berpindah dari syair lagu ke cerpen terkait Terasa sama Atau malah jangan jangan seperti inilah maksud RectoVerso nya Dee.Kalo boleh saya membandingkan, Tetralogi nya Pramoedya, lebih bersifat RectoVerso 3 buku pertamanya Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa pada sisi Recto, dan buku terakhirnya Rumah Kaca sebagai Verso nya Bisa dinikmati terpisah, tapi jika kita baca ke dua sisinya Dapet banget nuansanya hehehe.Dari isinya, saya cuma menangkap satu ide utama cinta tidak harus memiliki biasanya dibungkus dalam skema cinta segitiga Dan ide ini jadi sangat jelas dengan cerita terakhirnya Heaven s Light Saya merasa, untuk eksperimen besar ini, Dee sesungguhnya bisa lebih memperkaya isinya Atau jangan jangan, ini karena Dee ingin menjaga idealisme RectoVersonya Cerita harus berjumlah 11 Simetri RectoVerso Kaya kitab suci aja Dee, tidak ada yang kebetulan, semuanya penanda bagi makna yang tersembunyi hehehe Dee, sok akrab hehehe, kan sesama Goodreader bagaimanapun, kamu merupakan salah satu penulis favorit saya Jangan berhenti bereksperimen Sementara ini saya kasih 3 bintang dulu yaa, nanti saya tambah, kalo udah lebih ngerti RectoVerso mu. Mungkin matahari lupa ingatan lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit Ketika sampai di kalimat itu di halaman 27, aku berhenti Merasakan napas yang tertahan di dada Ada rasa yang mendesir gamang di seluruh persendianku, sedikit lagi, andai saja aku tak lagi malu pada dunia bahwa aku lelaki, air mata pasti sudah meleleh dan mengalir di tebing pipiku Adakah dunia mengerti Miliaran panah jarak kita, tak jua tumbuh sayapkuAndai saja aku tahu peta waktu, ketika itu aku tak akan menunggu Dua jam lagi dia akan mengucapkan selamat ulang tahun Tapi, aku yang terbiasa dengan kebiasaannya mengagungkan prosesi dan setia pada waktu sebagai sesuatu yang tak bisa mendua, aku menunggunya datang mengetuk pintu atau setidaknya menderingkan teleponku lalu memberikan kejutan atau kecupan.Tengah malamnya lewat sudah, tiada kejutan tersisa Saya berkesimpulan, tak ada ucapan Tak ada perhatian Dia lupa Seperti seorang ayah yang lupa membawakan oleh oleh mainan pada anaknya sepulang dari luar kota padahal si anak sudah menunggu lama dan menceritakannya pada hampir seluruh kawan kawannya Aku kecewa Seperti anak kecil yang kecewa.Andai saja aku tahu peta waktu, aku tak akan marah padanya Sebentar lagi saja akan kutunggu, ternyata dia sedang menyiapkan kejutan yang lebih hebat dari sekedar dering telepon yang berteriak tepat ketika jam dinding menunjukkan waktu 00 00 Sebentar lagi saja, andai kutahu peta waktu.Lalu kau datang dengan kejutan besar itu Tapi aku sudah pergi meninggalkan malam ulangtahunku sendiri Mundurlah wahai waktu, ada selamat ulang tahun yang tertahan Rectoverso mungkin hanya menuliskan kisah kisah sederhana, tapi kesederhanaan itulah yang membuatnya tidak berjarak dengan para pembacanya Seperti saya yang menikmati Selamat Ulang Tahun sebagai refleksi dari kisah malam ulang tahun saya sendiri yang benar benar pernah saya alami dalam kenyataan Benar benar terasa, benar benar dekat Setelah menyelesaikan kisahnya, saya mendengarkan lagunya, dan gelombang itu datang, seperti ombak yang memeluk erat mata kaki kita, mengajak kita berlepas dari gigir pantai, menuju laut untuk menyelami kedalaman maknanya, mabuklaut kata katanya.Hibridasi lagu dan kisahnya telah benar benar menjadi Rectoverso yang me rectoverso Lagu dan kisahnya tidak hanya saling bercermin dalam kedalaman maknanya, tapi juga saling bercermin bahkan di wajah terluar mereka Untunglah komposisinya 11 11, sebelas kisah dan sebelas lagu Kalau saja Dee membuat 12 kisah, untuk menjadikannya me rectoverso, tentu harus ada dua puluh satu lagu, 12 21 Atau kalau 10, hanya satu lagu yang bisa membuatnya menjadi komposisi rectoverso, 10 01 Rectoverso dalam komposisi 11 11, membuat saya tahu bahwa berkomunikasi dengannya adalah menghilangkan pembatasnya, melebur dengannya satu satu bacalah kisahnya, satu satu resapilah maknanya.Di sisi lain, Rectoverso benar benar menginspirasi Buktinya, setelah membaca kalimat ini Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri dalam Peluk di halaman 54, saya tergerak untuk menulis Cermin Gagasan saya dalam Cermin mungkin memang agak lain, tapi ia benar benar menjelma menjadi bukti bahwa Rectoverso sebagai sebuah kesatuan yang koheren benar benar menginspirasi pembacanya.Saya membelinya di toko buku, jadi tidak ada tandatangan, tidak ada pemaketan khusus yang mengantarkan Rectoverso ke ruang baca saya Hanya bonus stiker yang selanjutnya membuat saya bingung harus menempelkannya di mana CD nya saya beli terpisah juga Sehingga harus bernasib sama seperti bukunya Tapi saya tetap puas, toh meskipun buku itu bertandatangan, saya tetap tidak bisa membaca tandatangannya setidaknya sebelum saya bergabung dengan klub Firasat Saya tak menyesal tak dapat tandatangannya, meskipun suatu saat saya tetap akan menagih tandatangannya.Kritik saya sederhana saja, untuk buku yang masuk jadwal beli saya di akhir bulan menjelang Lebaran Harganya membuat saya kesulitan mencarikan budget yang tepat dan memadai Apalagi, untuk mahasiswa yang harus mudik seperti saya, harganya agak mengganggu kenyamanan dompet saya Soal bukunya, ada beberapa gambar image dan foto yang bagi saya kurang berbunyi Entah kenapa Akhirnya, kali ini aku mengucapkannya tidak seperti perpisahan, bukan juga perjumpaan, melainkan sebuah kesadaran Aku Ada, hal 36 Di atas semua itu, saya mesti mengucapkan banyak banyak terima kasih untuk kehadiran Rectoverso di ruang baca saya, dan tentu saja, angkat topi untuk ibu yang melahirkannya. Saya suka buku ini, jauh lebih suka dibanding Filosofi Kopi Cerpen cerpennya lebih padat, dan tidak seperti curhatan belaka bahkan saya kebingungan memilih mana saja yang menjadi favorit.I also love her English short stories, having read them for the very first time.Lebih lagi, it s a beautiful book Suka dengan hardcovernya, suka dengan warna hijaunya, juga foto dan penanda halaman di dalamnya Fotonya memberi imaji lebih pada unsur cerita.