{DOWNLOAD EPUB} ´ Rumah Kaca á eBook or E-pub free

Jika karya ini danggap New york Times sebagai yang paling ambisius, saya sepakat Pram membuktikan dirinya benar benar patut menjadi nominee nobel sastra Ia seolah membungkam semua fakta yang selama ini dipercaya sebagai sejarah dengan sangat apik Dibandingkan tiga karya terdahulunya, karya ini memang lebih melelahkan Bahkan, saya sampai berkata, Akhirnya, selesai juga Ia berlompatan mengulang semua cerita dari sudut pandang dan daya cerna pikir yang berbeda Pada akhirnya, Rumah Kaca bagi saya adalah catatan penting yang laik jadi pengajaran sastra anak anak muda Ya, anak anak muda yang telah kehilangan gairah kepada negerinya sendiri, ditinggal mati oleh idealisme, dan takluk pada pargmatisme. Minke nangis dipojokan Rumah Kaca sungguh membuatku tercengang Ohh my. Dia bahkan bisa mengalahkan semua novel novel kesayanganku It ll be my top five, for sure Berbeda dengan buku pertama, kedua, dan ketiga, buku keempat ini mengambil sudut pandang seorang arsiparis bernama Jacques Pangemanann Pribumi yang bekerja di Algemeene Secretarie Hindia Belanda Ia mengabadikan semua berita mengenai sasarannya, salah satunya adalah Raden Mas Minke Dari artikel artikel yang dikumpulkan Pangemanann, pembaca kemudian dapat mengetahui kisah perjalanan pergerakan kemerdekaan Indonesia.Yang lebih mengejutkan dari Rumah Kaca ini adalah ceritanya bersumber dari kisah nyata Aku kira ini hanya fiktif yang diberi banyak bumbu dimana mana Buatku Rumah Kaca seperti Detektif Conan Nama nama tokohnya benar benar ada dalam kenyataan dan semuanya memiliki ceritanya masing masing Kita, pembaca, tidak hanya diajak mengenal tokoh utama, Mas Minke, melainkan semua tokoh yang ada di dalam rangkaian Tetralogi ini Aku dibuat penasaran oleh semua tokoh yang sungguh menarik.Sebagai contoh adalah Rientje de Roo Rumah Kaca mengisahkannya sebagai pelacur cantik usia delapan belas tahun yang menawan Ia memikat siapa saja Namun tragis, di akhir hidupnya ia terbunuh oleh salah satu pasangannya yang cemburu buta padanya Kisah ini benar benar terjadi di Batavia, maksudku Jakarta, pada tanggal 17 Mei 1912 Seorang pelacur bernama Fienjte de Feniks tewas oleh seorang pria Belanda bernama Willem Frederik Gemser Brinkman Pria ini dikenal sebagai seorang hartawan yang berstatus sebagai pegawai Gouvernement Bedrijven Brinkman adalah pelanggan setia sang pelacur.Brinkman membunuh Fientje karena cemburu Asal mula perselisihannya adalah ketika ia menggundik wanita itu dan menyuruhnya untuk tidak melacurkan diri lagi Namun Fientje tetap melakukan profesinya Brinkman memergokinya bersama pria lain Ia menjadi panas hati dan pembunuhan yang terencana pun terjadi.Contoh lainnya adalah tokoh utama dalam Rumah Kaca Jacques Pangemanann Berbeda dari penggambaran di Rumah Kaca bahwa ia adalah orang yang tega menjerumuskan Minke ke Maluku, Ensiklopedi Jakarta mencatatnya sebagai seorang pribumi perintis pers Melayu dan penulis cerita dengan gaya baru tidak tradisional FDJ Pangemanann adalah seorang wartawan dan pengarang novel Ia lahir pada tahun 1870 dan meninggal pada tahun 1910 Ia merupakan orang Manado yang aktif sebagai wartawan dan redaktur di Batavia dan Bandung Pada tahun 1894 1906 ia menjadi redaktur majalah Bintang Betawi Karyanya antara lain Tjerita Rossina novel, 1903 dan Si Tjonat 1900 Ia kemudian bekerja di harian Perniagaan.Hasil karyanya sudah menggunakan bahasa Melayu, bukan Belanda atau bahasa ibunya Pada masa itu ada dua Pangemanan yang terkenal, JH dan FDJ Pangemanann Supaya bisa dibedakan, FDJ menulis nama marganya dari Minahasa dengan dobel n , persis seperti yang diutarakan oleh Rumah Kaca Sedangkan JH Pangemanan dikenal sebagai pemimpin redaksi koran Melayu Djawah Tengah terbit Semarang 1913 1938 dan pendiri sekaligus ketua Roekoen Minahasa 1912.FDJ Pangemanann bersama dengan R.M Tirto Adhisoerjo, atas nama pers Melayu mulai melancarkan kritik terhadap perilaku pejabat yang tidak patut sebagai upaya untuk memperbaiki keadaan sosial Aksi ini dalam sejarah pers di Hindia telah membuka jalan bagi lahirnya pers nasional di kemudian hari Dia juga menulis cerita cerita bersambung dalam Bintang Betawi Cerita pertamanya, Njerita Rossina pada mulanya diumumkan dalam surat kabar tersebut 1903 Karya lain Pangemanan bertajuk Tjerita Si Tjonat dirilis pada tahun 1900.Mas Marco yang dimaksud dalam Rumah Kaca adalah Marco Kartodikromo, seorang wartawan yang juga seorang aktivis kebangkitan nasional asal Hindia Belanda di masanya Pada awal tahun 1905 Marco bekerja sebagai juru tulis Dinas Kehutanan Tapi tak lama Kemudian ia pindah ke Semarang dan menjadi juru tulis kantor Pemerintah Di sana ia belajar bahasa Belanda dari seorang Belanda Tahun 1911, setelah pandai berbahasa Belanda ia meninggalkan Semarang dan menuju Bandung Di Bandung ia bergabung dengan penerbitan Surat Kabar Medan Prijaji pimpinan Tirto Adhi Soeryo Saat itu, Medan Prijaji sedang berada di puncak kegemilangan Pada Tirto Adhi Soeryolah dia berguru Pada tahun 1913, media pribumi dengan oplah besar itu bangkrut, diikuti dibuangnya Tirto Adhi Soeryo ke Maluku Hal ini membuat Mas Marco pindah ke Surakarta dan mendirikan surat kabarnya sendiri, berjudul Doenia Bergerak.Kata Pram tentang buku bukunya bahwa naskah naskah itu terdapat tautan satu sama lain Antara Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa dan Jejak Langkah di lain pihak ada keretakan Tapi aku tak merasakannya Mungkin karena aku belum membaca Jejak Langkah dan Anak Semua Bangsa.Rumah Kaca membandingkan dunia pribumi dan barat Bahkan dalam hal mengelola alam Kata Pram, pandangan dunia pribumi dengan Eropa adalah perbedaan dasar yang tak terjembatani Eropa memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar dirinya dan hendak ditaklukannya Sementara pribumi, urai Pram, memandang dirinya bagian dari alam Eropa hendak menaklukkan alam Pribumi hendak menyesuaikan diri sehingga menjadi satu keserasian dengan alam.Di novel ini pula aku merasakan semangat luar biasa dari perubahan Aku tak habis pikir mengapa pula tetralogi novel ini dilarang beredar Sepanjang pembacaanku tak ada upaya yang dilakukan penulis untuk menghasut masyarakat atau menentang pemerintah Sangat disayangkan bila akhirnya roman ini mengendap bertahun tahun tanpa pernah diketahui publik Sejarah ternyata memang mudah ditaklukkan oleh penguasa Tapi aku yakin, cepat atau lambat sejarah akan membuka sendiri cerita yang sebenar benarnya.Deposuit Potentes de Sede et Exalvatat Humiles Dia Rendahkan Mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka Yang Terhina sumber tokoh tokoh dalam novel wikipedia.org Salut kepada Pram, bisa bisanya dia berlagak seperti seorang Eropa dengan yakinnya, memberikan narasi mengenai intrik seputar kolonialisme dari sudut pandang orang dalam yang telah terlanjur kupercayai walaupun belum tentu valid , sekaligus menjadi seorang Pribumi yang tak ada bandingannya dalam mengerti karakteristik bangsanya Benar benar dia adalah harta pusaka bangsa ini, semoga bukunya dibaca hingga ke generasi generasi yang akan datang mengingat hidup yang lebih terarah bila kita mengerti latar belakang permasalahan.Di bawah ini kutipan yang sungguh tidak boleh terlupakan Menjadi perabot kekuasaan seperti ini, makin ke atas makin besar mulut, kuping hilang makin ke bawah makin besar kuping, mulut hilang Kalau setinggi itu puji pujian Tuan pada Jawa, mengapa dia bisa dikalahkan oleh Eropa Pertama tama karena bangsa ini mempunyai watak selalu mencari cari kesamaan, keselarasan, melupakan perbedaan untuk menghindari bentrokan sosial Dia tunduk dan taat pada ini, sampai kadang tak ada batasnya Akhirnya dalam perkembangannya yang sering, ia terjatuh pada satu kompromi ke kompromi lain dan kehilangan prinsip prinsip Ia lebih suka penyesuaian daripada cekcok urusan prinsip Ia pernah mengatakan pada salah seorang temannya orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan menghilang di dalam masyarakat dan dari sejarah Betapa bedanya bangsa bangsa Hindia ini dari bangsa Eropa Di Eropa setiap orang yang memberikan sesuatu yang baru pada umat manusia dengan sendirinya mendapat tempat yang selayaknya di dunia dan di sejarahnya Di Hindia, nampaknya setiap orang takut tak mendapat tempat dan berebutan untuk menguasainya Pada jaman Soeharto dahulu, akibat dari kediktatorannya adalah pembungkaman terhadap naskah naskah sejarah juga terhadap suara suara sumir yang gerah akan ketidakadilan dimana mana Juga, akibat dari kediktatorannya itu adalah masyarakat yang tertib disiplin walaupun itu bukan perilaku dari pikiran yang sadar, karenanya Indonesia bisa sampai pada prestasi yang gilang gemilang diantara sesama Asia, hingga timbullah nama Indonesia sebagai macan Asia.Naskah Pram banyak yang diberangus semasa Soeharto Pada sekolah formal di jaman itu, organisasi seperti Serikat Islam dan Boedi Moeljo hanya dipaparkan sesingkat singkatnya Pertanyaan dalam ulangan pun lebih tidak penting lagi, hanya menanyakan kapan didirikan dan siapa tokohnya Merupakan hadiah tersendiri bagi demokrasi, kini naskahnya sudah bisa dibaca dengan bebas walaupun kurang diperhatikan.Orang banyak lebih senang beradu mulut mengenai kasus yang apabila diambil perbandingannya dengan apa yang dikisahkan dalam buku ini, seperti remeh temeh saja Kebebasan yang telah dirintis pada masa proklamasi hilang tergerus orba, kini orba telah hilang namun semangat itu belum bisa kembali karena bangsa terlena oleh kebisaannya yang baru didapat setelah tiran runtuh berbicara Sampai sulit negara maju barang selangkah karena terlampau banyak orang memberi kritik, yang entah karena memang dalam pengetahuannya ataupun karena sirik hatinya Dalam pengukurannya, bukan tidak mungkin kemajuan Pribumi berlogika sejak jaman dulu sangat sedikit, tapi bisa dibilang minus Sayang sekali orang kurang berminat membaca sejarah, hanya dengan pikiran yang penuh orang bisa mengeluarkan kata yang baik dan bijak Walaupun begitu baik semuanya, tetap saja seperti penyakit seperti pada penulis Indonesia lain, Pram mendewakan tokoh utama berlebihan Deposuit Potentes de Sede et Exaltavat HumilesDia Rendahkan Mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka yang TerhinaItulah kalimat yang menjadi penutup Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer Sebuah tetralogi yang membuat saya marah marah karena para tokoh dalam buku ini berakhir mengenaskan dan tidak mendapatkan keadilan yang pantas Mereka hilang dalam kehinaan dan tanpa diketahui siapapun.Rasanya tepat sekali kalimat itu digunakan sebagai penutup Tetralogi Buru karena buku buku tersebut jika dilihat secara garis besar tidak hanya bercerita bagaimana kehidupan Minke dan tokoh tokoh lainnya, tetapi menceritakan bagaimana kekuasaan power berhubungan dengan kehidupan Mulai dari kehidupan Gubernur Jenderal sampai seorang petani tebu Kekuasaan Power dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk merubah suatu hal atau pilihan yang dapat dilakukan oleh seseorang baik menambah pilihan atau mengurangi pilihan yang tersedia atau cara memengaruhi atau merubah Sebagai contoh, dalam tetralogi Buru, pemilik pabrik tebu berusaha untuk mengurangi pilihan yang dapat dilakukan oleh seorang petani dengan cara melakukan intimidasi agar satu satunya pilihan yang dapat dilakukan adalah menjual lahannya kepada pemilik pabrik tebu Kekuasaan benar benar dianggap sebagai sesuatu yang jahat di dalam Tetralogi Buru Mengamini ucapan Lord Acton, Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Semua pemeran jahat yang ada dalam buku ini selalu digambarkan sebagai seseorang yang memiliki kekuasaan dan menjadi korup karena kekuasaannya Ada beberapa tokoh yang ternyata lebih memilih kekuasaan daripada keluarga atau harga dirinya sendiri Seperti bagaimana orang tua Nyai Ontosoroh memberikan Nyai Ontosoroh kepada kepala pabrik gula supaya dijadikan gundik dan orang tuanya tetap menjadi mndor di pabrik gula Atau para bupati yang mengorbankan anaknya supaya ia masih tetap menjadi seorang bupati Karena kekuasaan juga satu desa yang terkena wabah diabaikan sampai mereka meninggal tanpa mendapatkan perawatan yang pantas sebelum desa mereka diratakan dengan cara dibakar.Namun ternyata dibalik kejahatan mereka, sebenarnya mereka juga adalah korban dari kekuasaan yang lebih tinggi daripada mereka Semacam ada rantai penindasan yang terjadi dari puncak kekuasaan Pangemanann misalnya, dengan kekuasaannya sebagai pejabat tinggi, dia masih saja dikalahkan oleh para penguasa yang ada di atasnya Kekuasaan menjadi tangan jahat yang tak terlihat yang akhirnya membunuh Minke dan membuat Pangemanann serasa kehilangan dirinya kewarasan dan harga dirinya. Deposuit Potentes de Sede et Exaltavat Humiles Dia Rendahkan Mereka yang Berkuasa dan Naikkan Mereka Yang Terhina hal 646 Karya Eyang Pram yang ini sungguh melewati batas zaman Kita yang disuguhi cerita tentang Minke pada tetralogi sebelumnya Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa dan Jejak Langkah kemudian diakhiri dengan pembuangan Minke ke tanah Maluku Tahap Penangkap sampai dengan Pembuangan Minke dipimpin langsung seorang Komisaris Besar Polisi Hindia berdarah Ambon yaitu Jacques Pangemanann.Rumah Kaca sebagai bagian akhir dari tetralogi ternyata tidak bercerita tentang Minke lagi namun tentang Jacques Pangemanann Polisi yang menangkap dan membuangnya ke Maluku Jacques Pangemanann adalah pribumi asli dari Manado yang diangkat anak seorang apoteker berkebangsaan prancis maka dia mempunyai menyandang nama Jacques.Jacques Pangemanann diceritakan setelah membuang Minke kemudian pensiun dari dinas Kepolisian Masa Pensiun bukan diisi bersantai dengan keluarga namun diangkat sebagai staf ahli Algemene Secretarie Staf Ahli yang menangani operasi khusus untuk menghambat pergerakan organisasi pribumi.Kisah Spionase di awal abad 20, Eyang Pram menceritakan bagaimana cara Pangemanann menghambat Organisasi Pribumi baik dengan cara paling halus sampai dengan cara yang paling licik Novel ini sangat terasa paling berat diantara tetralogi tersebut Operasi Intelijen dengan riset , menganalis, diskusi dan eksekusi di lapangan.Operasi Intelijen semacam ini yang kerap dilakukan dinasa intelijen manapun Pemerintah yang menciptakan terror di masyarakat agar tercipta kondisi yang diinginkan Ini model model operasi intelijen modern Sungguh ini kepiawaian Eyang Pram dalam meramu cerita.Karena jalan ceritanya sebagian berisi diskusi, analisa dan kesimpulan yang dibuat oleh Pangemanann Eyang Pram ingin menyampaikan gagasan mengenai negeri kita Indonesia melalui tokoh Pangemanann Pemikiran, Analisa, Pendapat dan tindakan si Pangemanan adalah tidak lain opini dari Eyang Pram itu sendiri terhadap Indonesia.Indonesia telah merdeka secara resmi dan syah Eyang Pram menceritakan bahwa kemerdekaan itu baru sebatas ragawi bukan sampai dengan jiwa manusia Indonesia Karena eyang Pram menilai bahwa jiwa bangsa Indonesia sama sekali tak berubah sejak zaman Belanda datang ke Indonesia pertama kali sampai saat ini.Manusia yang kompromistis, penyuka keselarasan dan tidak berprinsip Coba anda baca bagian 3 yang berisi diskusi Pangemanann dengan Tuan L mengenai orang jawa dan kejawen Terlihat jelas pemikiran Eyang Pram namun tersamar dengan nama Pangemanann Pertama tama karena bangsa ini mempunyai watak mencari kesamaan, keselarasan, melupakan perbedaan, untuk menghindari bentrokan sosial Dia tunduk dan patuh pada ini sampai kadang tak ada batas Akhirnya dalam perkembangan nya yang sering, ia terjatuh pada satu kompromi ke kompromi lain dan kehilangan prinsip prinsip Ia lebih suka penyeseuaian daripada cekcok urusan prinsip hal 125 Orang Eropa lebih kecil jumlahnya , tapi menang karena prinsip hal 128 Inilah ketajaman mata hati Eyang Pram Beliau mampu meneropong tentang manusia Indonesia secara sosiologis maupum antropologis Beliau tuangkan dalam bentuk novel bukan karya ilmiah yang kadang terasa membosankan.Analisa Eyang Pram ini masih sangat up to date sampai saat ini Jacques Pangemanann adalah gambaran manusia pribumi dari dahulu sampai dengan saat ini Pangemanann setelah mengantar Minke ke Ambon kemudian meningggalkan surat kepadanya Minke adalah sahabat dan guru bagi seorang pangemanann.Minke adalah orang yang terhormat dalam kekalahannya Pangemanann adalah seorang hamba Gubermen secara pribadi tidak ikut campur dalam menentukan pembuangan Minke ke MalukuPada akhir catatanku sendiri aku tulis Hamba Gubermen Orang yang selalu bertanggungjawab dan merasa bertanggungjawab kepada Gubermen, tak pernah bertanggungjawab sendiri kecuali demi keselamatan dan kesenangan hidupnya hal 132 Pangemanann diceritakan mengalami dilemma karena harus menghancurkan bangsanya sendiri Pangemanann tak sanggup menolak pekerjaan kotor ini karena tuntunan duniawi mengalahkan idealisme dia sebagai seorang terpelajar lulusan Universitas Sorbonne yang termasyhur.Eyang Pram menggambarkan orang Indonesia dengan begitu pas Manusia yang sangat complicated Manusia yang berhasrat atas kedudukan dan kenyamanan yang sering bertentangan dengan nuraninya sendiri namun terus dijalani.Indonesia tidak bergerak maju bukan karena manusia Indonesia yang bodoh Manusia Indonesia adalah manusia yang pintar dan cerdik Indonesia tidak maju karena mental yang rapuh Mental penikmat dan takut akan resiko dari memegang prinsip hidup dan selalu mengandalkan kompromi yang mesti merugikan salah satu pihak Alih alih bangsa lain, yang mereka rugikan adalah bangsanya sendiri Ini tercermin dari si Pangemanann.Sejarah mempunyai versinya masing masing tergantung rezim mana yang berkuasa Eyang Pram juga memiliki versinya sendiri dari Sejarah Bangsa Indonesia Syarekat Dagang Islam menurut versi Eyang Pram didirikan oleh Raden Tirto Adi Sudiro atau Minke Kemudian baru diserahkan ke Tuan Samadi yaitu tak lain H SamanhudiPadahal, Pendirian SDI menurut versi pemerintah tercantum di mata pelajaran Sejarah mulai dari SD SMA SDI didirikan di Surakarta oleh H Samanhudi di Surakarta Itu juga yang diakui oleh Pemerintah Versi Eyang Pram, SDI didirikan di Buitenzorg kemudian baru dipindahkan ke Solo Maka, Eyang Pra sangat berhati hati dalam penulisan tahun dalam novel nya.Kecenderungan Eyang Pram terhadap tokoh berhaluan kiri menonjol dalam Rumah Kaca ini Eyang Pram sering memuji muji tokoh misal Sneevlit, Marco dan Semaoen Mereka adalah tokoh berhaluan kiri embrio dari Paham Komunis di Indonesia.Sneevlit adalah pendiri ISDV, cikal bakal Partai Komunis di Indonesia Pangemanann menyatakan bahwa Sneevlit lebih progresif daripada Boedi Moeljo atau Syarikat Islam Sneevlit dkk lebih berbahaya karena memakai sebuah aliran filsafat baru Komunis yang belum dipahami sepenuhnya oleh Pangemanann.Mereka adalah dari Golongan nihilis yang terkutuk Mereka memang mampu mengekspresikan serta berpikir sangat logis dan membikin orang tersudut tak berdaya Jelas, mereka berasal dari suatu aliran filsafat baru yang belum kukenal selama ini Atau lebih tepat pernah kukenal tetapi telah kulupakan hal 388 Marco adalah nama lain dari Markodikromo Dia adalah tokoh sayap kiri dari Syarikat Islam yang berhaluan sosialis Marco banyak bergerak di daerah vorstlanden Surakarta, Yogyakarta dan Semarang Tokoh ini adalah didikan Minke yang sangat militant.Semaoen adalah tokoh yang masuk ke dalam Rumah Kaca si Pangemanannn Dia adalah tokoh muda progresif Semaoen adalah tokoh VSTP Serikat Buruh Kereta Api yang selalu menggelorakan perlawanan terhadap Gubermen Pada akhirnya bersama Alimin dan Darsono, Semaoen mendirikan Syarikat Islam Merah SI Merah yang berhaluan komunis.Indsiche Partij adalah partai pertama yang dibentuk di bumi Hindia ini Pendirinya adalah Douwager alias Douwes Dekke, Wardi alias Suwardi Suryaningrat dan Tjipto alias dr Tjipto Mangunkusumo Ketiga tiganya atau D W T adalah manusia tanpa pengikut Mereka pemberani, pintar namun tidak memiliki pengikut Paling tidak begitu menurut Pangemanann.Lebih mengenaskan lagi yaitu Boedi Moeljo Nama samaran dari Boedi Oetomo Pemimpinnya sudah menjadi dokter Rumah Sakit Zending di Blora Jawatengah Boedi Moeljo hanya mendirikan sekolah yang menghasilkan Priyayi yang akan selalu setia kepada Gubermen.Syarikat Islam dipimpin oleh Mas Tjokro Seorang Kaisar Tanpa Mahkota Dia menjadi pimpinan SI bukan karena dipilih pengikutnya Karena ketakutan H Samadi atau H Samanhudi kepada Gubermen Pangemanann yang semakin gencar memberangus musuh Gubermen mengakibatkan H Samadi ketakutan dan harus menyerahkan ke Mas Tjokro Mas Tjokro adalah nama lain dari HOS Cokroaminoto.Mas Tjokro tidak mempunyai pengikut yang riil seperti Minke Mas Tjokro berkeliling Jawa tidak untuk mengunjungi pengikut pengikutnya namun ke pesantren pesantren Mas Tjokro mendapat fasilitas mobil dari Syarikat Islam berbeda dengan Minke yang pejuang militan Padahal, Mas Tjokro adalah mentor Presiden Soekarno yang akan memimpin kemerdekaan Indonesia.Eyang Pram lebih menonjolkan tokoh tokoh dari haluan kiri Infiltrasi ajaran komunis dalam novel ini memang tidak bisa dibuktikan Simpati eyang pram kepada tokoh tokoh haluan kiri lebih kentara Padahal Republik ini dibangun oleh seluruh rakyat Indonesia baik haluan kiri, kanan maupun tengah.Namun, hal itu adalah wajar dan syah Penulis boleh memasukkan apa saja yang dikehendaki Karena setiap penulis mempunyai misi masing masing Sebagaimana Hamka yang mempunyai misi Islam nya Hal yang saya sampaikan diatas tidak mengurangi kehebatan Rumah Kaca Rumah Kaca selangkah lebih maju dari zaman dilihat dari alur cerita, intrik yang dibangun dan layak menjadi kandidat Nobel.Hehehehehe Pemerintah Orde Baru melarang peredaran Novel Bumi Manusia Sebenarnya kurang pas.Karena kalau mau melarang ya si Rumah Kaca ini Karena Eyang Pram mulai memasukkan ide, pemikiran dan saran pribadinya di Rumah Kaca Apalah artinya Era sudah berubah menjadi era keterbukaan.Saya mendapat Novel ini juga secara online Saya beli dari Palasarionline.com Penerbitnya saja Lentera Dipantara bukan Hasta Mitra Semua sudah terbukawww.kisi kisi hati.blogspot.com I generally do not read about the topics books are about until after I have finished the book And it was the same with this quartet Only after did I readabout Toer, Indonesia, and Tirto Adhi Soerjo the political figure whom Toer uses as a basis for his main character, Minke Once I learnedabout this man and his work in Indonesia and also saw that so much of it was the same as Minke in the novel I began to understand why Toer did not use Minke as a character in this last book Instead, he writes from the perspective of a government official, also a native, who works to bring down the political progress Minke strove so hard to achieve in the previous three books From this perspective, this police officer has great respect for Minke, but careabout his honor, his glory and his position in the colonial culture that he has immersed himself From this we are able to take away what I think Toer s main point is that the works of Tirto Adhi Soerjo Minke were great, they caused immense change, but they were quickly forgotten and destroyed by the very natives he was trying to help This book shows how hard it was for Indonesia to begin to move away from colonial power It was partially difficult because so many natives especially ones that had some wealth and power were resistant to anything that would put their wealth and power and prestige in jeopardy, despite the fact that it could be taken away at any time And in the end, the police officer Jacques eventually learned this and that is where his journey and the quartet s journey ends.The last book of the Buru Quartet was not a disappointment, but because it left one of my favorite characters of literature Minke I did not enjoy it nearly as much But it still remains a wonderful book Toer is an amazing writer and while I have mentioned this in previous reviews knowing that this quartet was orally spoken in a political prison camp before being written down and published adds to its richness and soul. Memerlukan waktu untuk menyelesaikan novel setebal 600 halaman ini Di awal agak capek bacanya, menjadikan tokoh antagonis sebagai narator jadi menunjukkan alasan alasan kenapa dia melakukan yg dia lakukan seolah dia tidak punya pilihan Saya hanyut dalam emosi betapa menyebalkannya si narator ini.Buku ini ditutup dengan 16 halaman yang begitu memilukan Sakit hatinya sama persis dengan akhir dari kisah Bumi Manusia Hormat saya bagi perempuan perempuan Pribumi yang pada masa itu telah berjuang, kehilangan terlalu banyak, tapi masih bertahan. {DOWNLOAD EPUB} ⚜ Rumah Kaca ⚶ With House Of Glass Comes The Final Chapter Of Pramoedya S Epic Quartet, Set In The Dutch East Indies At The Turn Of The Century A Novel Of Heroism, Passion, And Betrayal, It Provides A Spectacular Conclusion To A Series Hailed As One Of The Great Works Of Modern Literature At The Start Of House Of Glass, Minke, Writer And Leader Of The Dissident Movement, Is Now Imprisoned And The Narrative Has Switched To Pangemanann, A Former Policeman, Who Has The Task Of Spying And Reporting On Those Who Continue The Struggle For Independence But The Hunter Is Becoming The Hunted Pangemanann Is A Victim Of His Own Conscience And Has Come To Admire His Adversaries He Must Decide Whether The Law Is To Safeguard The Rights Of The People Or To Control The People He Fears The Loss Of His Position, His Family, And His Self Respect At Last Pangemanann Sees That His True Opponents Are Not Minke And His Followers, But Rather The Dynamism And Energy Of A Society Awakened The rather dark but also satisfying conclusion to Toer s tetralogy, told not from Minke s point of view, but from a native police officer who has bought in to the colonial system, and whose life intersects with Minke s, again and again and again One comes to the conclusion that Toer intended this to show the eventual selling out of revolutionary values by the bourgeoisie as the curse of Indonesia, which makes sense, given the fact that he was trapped on a prison island when he wrote the damn thing But really, it s the only way the quartet could end Anything else would have been national romantic schmaltz Toer, genius that he was, was only interested in the real deal.It s hard for me to over emphasize Toer s importance For the love of the God I don t believe in, everybody, read his books They re a voice from another time that is as urgent as ever.