!Download Book ☨ Di Bawah Lindungan Ka'bah ♳ PDF or E-pub free

!Download Book ♪ Di Bawah Lindungan Ka'bah ♠ Maksud Yang Engkau Terangkat Itu, Amat Saya Setujui, Itulah Suatu Maksud Yang Baik, Sebab Itu Adalah Suatu Hikayat Dan Kejadian Yang Mendukakan Hati Dan Merawankan Pikiran, Yang Kerap Kali Benar Kejadian Dalam Kalangan Pemuda Pemudi Kita Demi Bila Buku Itu Telah Selesai, Kirimkanlah Kiranya Kepadaku Barang Senaskah, Guna Menghidangkan Kenang Kenanganku Kepada Masa Yang Telah Lampau, Semasa Kita Masih Bernaung DI BAWAH LINDUNGAN KA BAH Yeay. Seronoknya baca Di Bawah Lindungan Ka bah Saya habiskan dalam masa dua hari walaupun sepatutnya boleh dihabiskan dalam masa 2 3 jam sahaja Saya ulang baca, dan ulang, dan ulang Reviu filemnya juga telah saya ulas dalam sebuah blog pasukan kami Pembacaan saya ini didorong oleh rasa ingin menghayati ketokohan Hamka selain mahu mendekati budaya Minang namun, tak begitu banyak aspek sosiobudaya yang terdapat dalam novel ini Saya tak berniat untuk mengulas panjang tetapi saya saaaaangat tertarik dengan pengkaedahan secara sederhana yang dilakukan oleh Hamka untuk mendekatkan kita dengan nilai tasawuf dan akidah dalam novel ini Ah, watak Hamid begitu ideal Tampak manis, tak terbeban masih Begitu Hamka bijak mencernakan ideologinya secara berpada Saya sayangkan kandungan dan segala nilai yang ada dalam novel ini. Tetapi Tuan, kemustahilan itulah yang kerap kali memupuk cinta Itulah yang dikatakan oleh Hamid kepada sosok pengarang ketika mereka berbincang di Mekah Hamid, seorang yatim piatu miskin berusia 23 tahun, memutuskan untuk mendekatkan diri selamanya kepada yang sublim, Sang Ilahi Dia pergi dari Padang untuk mengasingkan diri di Mekah, ketika dirinya merasa tidak kuat menahan perih melihat dambaan hatinya ingin dipersunting oleh orang lain.Zainab, seorang putri hartawan dari Engku Haji Ja far dan Mak Asiah yang menjadi dambaan hati Hamid, sebenarnya memendam perasaan yang sama Hanya saja, ketika mereka masih sering bertemu, mereka berdua hanya mampu mengucapkan perasaan masing masing didalam hati dan dalam pandangan mata Alas, dalam novel ini, kisah mereka tidak dapat didefinisikan berakhir bahagia ajal menjemput mereka berdua ketika akhirnya mereka mengetahui perasaan satu sama lain.Sulit untuk menjumpai ikhwan seperti Hamid yang menerima nasibnya dalam percintaan dengan sepenuhnya menyerahkan diri kepada Ilahi Sama sulitnya untuk menjumpai akhwat seperti Zainab yang menjaga kesuciannya sampai akhir hayatnya untuk seorang pemuda yang tak ia jumpai selama bertahun tahun.Hamka memang bukan penulis yang kompleks, alur ceritanya sangat sederhana, dan penuturannya realis Novel singkat ini pun tidak banyak berisi pemikiran kritis terhadap Islam ataupun adat tertentu novel ini lebih terarah kepada arti cinta dalam konteks yang Islami Berbeda dengan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang sarat dengan kritik Hamka terhadap adat Minang.Dibalik ketenaran novel ini, bisa dibilang, yang menyebabkan novel ini monumental adalah latar belakangnya yang bersifat religi, Islam Ketika pertama kali terbit pada tahun 1938, Hamka tidak membahas pergolakan dunia barat dengan adat timur, seperti dalam Layar Terkembang atau Salah Asuhan dia justru memilih mengangkat masalah pergulatan Islam Modern dengan tradisonalisme adat.Dan pilihan itu, membawa nafas baru dalam literatur kita yaitu Roman Islami. Kisahnya ringkas tapi terkesan di hati.Nampaknya memendam cinta juga boleh jadi sakit yang parah Dan lebih sakit lagi kerana cinta ini tidak bertepuk sebelah tangan Hanya saja tidak terluah dengan kata kata kerana menjaga adab dan darjat Begitu kisahnya cinta Hamid dan Zainab Aduhai, kisah cinta yang sedih. Roman pendek 55 halaman Novelet Kalau dicetaknya dengan huruf kecil tau deh jadinya berapa halaman 20 kali Menggunakan orang ketiga serba tahu Orang pertama yang bercerita pada si narator Kisah cinta yang pilu Liat sinopsis belakang sampulnya sih, kirain 2 muda yang sedang jatuh cinta lalu bercinta lalu terjadi tragedi sehingga mereka harus keluar dari kampung Lalu mereka berpisah Lalu mereka ketemu lagi di bawah lindungan Ka bah Keseluruhannya mirip dengan Kasih Tak Sampai nya Padi sepasang adik abang asuh sedari kecil, macam GN OTA gitu deh Bapaknya si cewek tajir trus dia ngebiayain sekolah anak orang miskin tetangganya, cowok di Padang saling mencintai namun tak mengetahui perasaan masing cinta mereka terhalang oleh perbedaan derajat dan tahulah Tanpa mengetahui perasaan masing apalagi si ceweknya mau dinikahin ama saudara jauhnya gitu, pake minta bantuan si cowok buat membujuk lagi akhirnya mereka berpisah makin lama cinta itu makin kuat hingga menggerogoti jiwa batin dan lahiriah ingat kembali novel Salah Asuhan nya Abdul Muis , hingga tubuh mereka yang saling merindu itu semakin lemah dan lemah Dua nya meninggal Yang perempuannya meninggal duluan, di rumah, ternyata dia nggak jadi nikah demi pujaan hatinya itu Disusul lelakinya, yang sedang menunaikan ibadah haji entah sudah berapa tahun dia tinggal di sana Inalillahiwainaillaihirojiun sedih sih Tapi ya sudahlah Kenapa ya, orang jaman dulu itu, begitu cintanya dia sedemikian rupa hingga maut menjemput Orang jaman sekarang mah ya seperti sudah tidak ada lagi cinta yang murni Alah Cinta yang sejati itu hanya milik Allah begitulah mestinya. Novel ringkas ini tidaklah seringkas yang disangka Di sela sela kesibukan, aku memilih novel ini kerana nipis, tapi aku tak sangka aku memerlukan lebih masa untuk dicuri kerana kisah ringkas ini bagai menusuk nusuk hibanya saat aku membacanya.Hamid, ia pergi kerana sedar diri.Zainab, ia tetap dan berkeras memegang pendiriannya.Tapi,Allah jualah yang menyatukan dan memisahkan manusia.Suasana Haji zaman dahulu, terasa peritnya berbanding hari ini.Kerana zaman itu, komunikasi masih bergantung pada surat dan telegram agaknyaAku tahan saja air mata saat Hamid bertanya, surat apakah yang cuba disembunyikan rakan se jemaahya di Arafah Tuhan Betapa hibanya kisah ini NOVEL yang sederhana sebenarnya mengungkapkan makna cinta di tengah tengah tradisi dan budaya Melayu yang dikawal oleh kesantunan dan ketertiban Ia memang kisah cinta yang tragis kerana demi penghormatan dan kehormatan, keghairahan cinta yang memang dipendam oleh rasa hormat terpaksa dipadamkan Barangkali, ia jauh lebih tenang daripada kemahuan dan kehendak cinta generasi kini yang mahukan kobarannya sehingga memamah diri sendiri dalam erti kata yang penuh negatif.Tanpa memahami latar budaya dan agama di ranah tanah Minang, kita mungkin menyangka Di Bawah Lindungan Ka abah sangat stereotaip tetapi semakin kita menyelongkar tradisi yang mekar pada suatu ketika dulu, barulah kita akan memahami keindahan yang cuba disampaikan oleh Buya Hamka ini. Di Bawah Lindungan Ka bah sesungguhnya adalah sebuah novel yang teramat sederhana Bukunya tipis, mungkin terlalu tipis bagi kebanyakan orang, sehingga bisa dituntaskan dalam satu kali perjalanan di bus atau kereta saja.Akan tetapi, alur cerita dan penuturannya begitu memikat Kesan yang ditinggalkannya dalam benak pembaca begitu mendalam, sehingga membekas abadi Meskipun kisah ini sejatinya adalah sebuah kisah tragedi, namun di dalamnya terdapat begitu banyak keindahan dan riak riak kehidupan yang dituturkan dengan sangat baik oleh Buya Hamka.Siapa pun yang menghendaki bacaan ringan namun menyejukkan hati, terutama sekali para penikmat sastra klasik Indonesia, wajiblah setidak tidaknya membaca novel ini barang sekali. Kali pertama kubaca karya Buya Hamka, ku tak tau yang laras bahasanya begitu indah, sedap untuk dijamah, kalau kutau, dari dulu lagi sudahku baca Ini buku kedua Hamka yang aku baca, selepas Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Dan seperti TKVDW, ini juga hasil yang lara.Aku baru perasan malam ni yang rahsia menikmati karya Hamka, kena baca dalam keadaan terima seadanya, jangan berfikir melebih lebih Nikmati sahaja semua perkataan, semua perjalanan rasa Tinggalkan sahaja semua persoalan logik sebab persoalan2 kau itu tak membantu Kau jadi pasrah dengan rela hati je bila baca Buya Hamka melalui karya karya sastera klasik Indonesia, sulit dilupakan.