!Pdf ⚐ Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai ☤ PDF or E-pub free

!Pdf ☫ Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai ☫ Marah Rusli Adalah Contoh Sastrawan Besar Indonesia Yang Benar Benar Melampaui Zamannya Ia Terus Hidup, Bersama Keindahan Cinta Sitti Nurbaya Dan Samsulbahri, Bersama Kenangan Dan Kebencian Orang Orang Terhadap Peringai Datunk Meringgih Yang Licik, Akan Tetapi Sekaligus MemesonaBerkali Kali Buku Sitti Nurbaya Dibaca, Berkali Kali Pula Ditemukan Keindahan Yang Berbeda Berkali Kali Novel Ini Diperbincangkan, Berkali Kali Pula Ditemukan Misteri Yang Tak Sama Benarkah Samsulbahri Adalah Tokoh Yang Baik Mengapa Datuk Meringgih Yang Digambarkan Jahat Pada Akhir Cerita Menjadi Patriot Yang Membela Tanah Air, Dan Kemudian Wafat Dengan Darah Membasahi Ibu Pertiwi Siapakah Sesungguhnya Yang Menjadi Pahlawan Inilah Novel Tentang Cinta Yang Indah, Tentang Patriotisme, Dan Tentang Perjuangan Nilai Nilai Kemanusiaan Yang Selalu Ada Pada Tiap Zaman Karena Itulah, Novel Ini Menjadi AbadiJoni Ariadinata, Redaktur Majalah HorisonApabila Kita Membaca Kembali Novel Sitti Nurbaya Karya Marah Rusli Maka Sangat Boleh Jadi Kita Akan Menemukan Makna Makna BaruMaman S Mahayana, Kritikus Sastra Boleh saya bilang sebagai masterpiece dari Marah Rusli dan tonggak sejarah penting dalam khazanah sastra Indonesia Roman ini sebagai penanda lahir dan berkembangnya era Balai Pustaka Sangat menggambarkan kondisi socio politik pada masanya yang membuat kita sebagai pembaca di zaman modern sekarang merasakan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial Ditulis dengan sangat apik oleh Marah Rusli dengan gaya bahasa Indonesia lama dengan pengaruh Minang yang sangat kental, membuat saya betah berlama lama larut dan tenggelam dalam alunan diksi dan metaforanya yang sangat indah. Romeo and Julietnya Indonesia, Roman dan Tragedi kisah anak manusia bertempat di kota Padang tahun 1896, Sepasang remaja anak dari bangsawan Sam Samsulbahri Sjamsulbahri, 18 tahun anak dari Sutan Mahmud Syah, seorang penghulu di Padang dan Nur Sitti Nurbaya Sitti Noerbaja, 15 tahun anak dari Baginda Sulaiman saudagar kaya, mereka berdua adalah tetangga sekaligus teman satu sekolah Mereka mulai jatuh cinta, takdir memisahkan mereka, mereka bersatu kembali, takdir memisahkan mereka untuk selamanya Nurbaya mati karena diracun , Samsulbahri mencoba bunuh diri sebanyak dan sekurang kurangnya 4 kali tapi gagal 1 menembakkan pistol dikepala, meleset, 2 Gantung diri, tiang roboh, 3 Minum racun, gelas pecah tertembak musuh, 4 Terjun dari sungai dan tenggelam, ada seseorang yang menyelamatkannya dan pada akhirnya Samsulbahri mati akibat luka dikepalanya karena duel dengan Datuk Meringgih dalam satu pertempuran karena masalah Belasting Pajak mata pencaharian di Padang, Samsulbahri berhasil membalas dendam, ia pun membunuh Datuk Meringgih dengan menembakkan pistol tepat didadanya, dan cerita berakhir.Seperti halnya cerita roman klasik lainnya, Ada persamaan ketika pemeran antagonis mencoba mengakhiri hidup pemeran protagonis contohnya ketika Snow White mati suri karena apel dari ibu tiri yang jahat, Sleeping Beauty tertidur 100 tahun karena kutukan jarum pintal dari Peri yang lupa diundang orangtuanya dan Sitti Nurbaya mati karena lemang beracun dari mantan suaminya Perbedaannya, Snow White dan Sleeping Beauty pada akhirnya hidup lagi dan hidup berbahagia selamanya, sedang Sitti Nurbaya seberapapun besar cinta yang diberikan oleh Samsulbahri tak akan mengubah kenyataan, ia tak akan pernah hidup kembali. Di pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, buku ini bagai buku wajib yang harus dihafalkan Benar, DIHAFALKAN judulnya, nama pengarangnya, temanya, dll, dll Tapi jarang sekali ada guru bahasa yang mewajibkan murid muridnya untuk benar benar membacanya, halaman demi halaman Jadi, sampai sekarang, kalau ada anak SMA sekarang sudah gak ada ya, sudah ganti SMU yang ditanyai apa isi buku ini, saya jamin 99% akan menjawab kawin paksa, titik.Padahal buku ini menuliskan banyak sekali hal selain itu Rasa kebangsaan, menjunjung tinggi adat dan kehormatan, monogami vs poligami yes, kamu gak salah baca , kesulitan pernikahan di usia muda bagi wanita, keberanian, tanggung jawab, dan seribu satu hal lain Sayang sekali, kalau anak anak bangsa sampai melewatkan buku yang satu ini.NB Siti Nurbaya tidak pernah dipaksa untuk menikah oleh sang Ayah. Putus cinta tidak harus mengorbankan segalanya, termasuk bangsanya sendiri this story is identical with arranged marriage however, the main idea isn t about it however, it is siti nurbaya herself who accept datuk mariggi s proposal so where the arrangement for the marriage, actually somehow, i dont like what siti nurbaya did by marrying datuk but its a choice and it makes my rate lose one star from i really like it to only i like it This review is going to have some spoilers, although nothing you wouldn t get from reading the introduction That being said, the fact that this book is often described as the Indonesian Romeo Juliet should give you some pretty serious clues about how the story turns out, so I m probably not ruining a whole lot for you by discussing the conclusion here.At a superficial level, I can see the comparison Sitti Nurbaya is about a pair of star crossed lovers who die untimely deaths and has probably inspired generations of ill advised teenagers to find suicide romantic However, I m not sure Shakespeare would be flattered by the comparison Sitti Nurbaya, for one thing, falls very squarely into the category of melodrama, with a villainreminiscent of Much Ado About Nothing s Don John or, let s be honest, Snidely Wiplash than any character from R J Then, too, while Romeo and Juliet certainly can be read as adolescent wish fulfillment in the everyone will be so sorry when I m dead variety, that s far from being the only valid interpretation there s also, for instance, the theory that the play was intended not as a tragedy, but as a farce about stupid teenagers making lust driven decisions, or my current personal favorite, the Romeo is the Villain interpretation That s one of the things that makes Shakespeare great you can read his plays so many different ways and find textual support for all sorts of crazy theories I m remembering a story I heard from one of my theater friends or relatives I can t remember who told me, so if you happen to be reading this, speak up about an actress who was cast as Ophelia and then found out that she was pregnant She was terrified to tell her director, thinking she d be fired, but he was delighted Ophelia is pregnant Of course It makes complete sense But Sitti Nurbaya does not have this flexibility in fact, much of the subtext is actually just text, usually dialogue in the mouths of Rusli s main characters Every theme of the book is hashed out in discussions, and there is really no way to read the plot except as pure unmitigated melodrama.Here s the thing For all my criticism, I have to be impressed by what Marah Rusli achieved with this book He had an almost impossible brief he was writing for Balai Pustaka, a publishing house devoted to spreading literature in high Malay that would compete with the wildly popular pulp literature written in low Malay From the translator s introduction by George A Fowler Balai Pustaka had strict publishing criteria no writing critical of Dutch rule, partial to a particular religion or portraying heterodox moral standards in anything but an unequivocally negative light would be accepted Further, writings had to be of a didactic nature In regard to its Malay literary output, Balai Pustaka s editorial policies have been criticized for imposing a rigid uniformity of style To some degree, this reflected the ideas about proper High Malay of the predominantly Minangkabau writers themselves or their counterparts on the Balai Pustaka editorial staff Within that rigid framework he managed to create a story that despite its stilted dialogue and melodramatic plot was both revolutionary enough that it got him disowned by his father, and classic enough that it s still required reading in Indonesian high schools There s extensive use of the classical Indonesian poetry forms pantun quatrains of rhyming verse consisting of two parts that seem unrelated but contain some symbolic meaning for example, Pandan Island lies far out at sea its sight by Angsa Dua Isle conceals However broken the body may be Kindness is always the balm that heals and syair four rhymed lines,direct in meaning, usually with some sort of moral or explanation, and generally sung rather than recited.And while not all of the author s ideas toward women read as feminist by current standards, many of his theses his opposition to arranged marriage, his emphasis on the need for education for women, his rejection of tradition for tradition s sake If it s clear that a tradition is wrong, Nurbaya asks, why isn t it just done away with were extremely progressive at the time and still hold up pretty well today and while it would be nice to think that society has moved on so much that all of Rusli s arguments would seem dated or at least uneccessary today, as per the introduction, The issues of injustice and indignities suffered by women that this novel raised and which clashed so sharply with Minangkabau adat traditional law, continue to be debated to this day in West Sumatra The cultural influence of Sitti Nurbaya is clear in works ranging from the mid century literary classic This Earth of Mankind to the shock lit magical realism tour de force that is Beauty Is a Wound.One final note, which is really not germane to any of the foregoing discussion, but was interesting enough that I wanted to include it this book introduced me to the origins of the phrase run amok There is a scene early in the book where alarms begin to sound usually, the author explains, it meant that someone had gone amok and was causing a disturbance I never knew this was a phrase with a literal meaning, nor did I realize it was a word borrowed from Indonesia According to Wikipedia and I know this is lazy of me but I m just not up for in depth etymological research just at the moment , people generally men who ran amok were believed to be possessed by an evil tiger spirit that caused them to run around armed with a sword or kris and kill or injure everyone they came in contact with Usually the episodes would end with the attacker being killed or committing suicide Although this is considered a culture bound syndrome it bears obvious similarities to modern mass shootings and vehicular killing sprees which are farcommon than running amok ever was in Indonesian or Malay culture The only thing that has changed is the weapon, the justification, and, sadly, the frequency.This review is also published on my blog, Around the World in 2000 Books. First of all, kenapa buku ni judul dia letak nama Sitti Nurbaya Sebab aku rasa Samsu punya kasih lagi tak sampai Mungkin sebab adat perempuan dipaksa kahwin oleh ibubapa kot Cerita sedih sepanjang hayat Cuma part gembira satu malam sebelum Samsu sambung belajar di Jakarta First time aku baca cerita yang hero dia tak ada roh spiritual yang kuat Hero selalunya digambarkan sebagai watak yang takkan terkalahkan dengan apa pun Tapi buku ini, nyatanya beda ya Heronya pingin mati aja Faham je perasaan rasa boleh tak nak mati sekarang sebab patah hati Tapi tu lah, sebenarnya banyak je perkara perkara terindah terselit dalam setiap duka Contohnya, jatuh cinta dengan orang yang kita tahu dari awal lagi orang yang salah Kan Sebuah buku klasik paling populer dari kesusastraan lama Indonesia Saya membacanya waktu kelas 1 SMA Isi ceritanya sangat bagus sekali, meskipun terlihat perbedaan yang terlalu jelas antara karakter antagonis dengan protagonis Datuk Maringgih digambarkan sebagai tokoh yang berperawakan buruk rupa, culas, dengki, mata keranjang, suka menghalalkan segala cara, mata duitan, pelit, tetapi juga merupakan saudagar kaya dengan kelakuannya yang kampungan Andai kepalanya sendiri bisa dijual mahal, barangkali ia akan melakukannya.Klimaks cerita terjadi saat Pemerintah Belanda berniat mengadakan pajak belasting pajak penghasilan dari semua warga sebagai penghasilan negara dan juga untuk membangun daerah daerah lain Datuk Maringgih yang merasa bahwa kekayaannya akan tergembosi segera memprovokasi warga untuk menolak, bahkan menghubung hubungkannya dengan penjajahan dan kekafiran Belanda Akhirnya warga terpancing dan bangkit melakukan kerusuhan Samsulbahri yang ditunjuk sebagai kapten pasukan Belanda, ditugaskan untuk memadamkan kerusuhan tersebut.Di tengah tengah kekacauan, Samsulbahri berhadapan dengan Datuk Maringgih, sosok pria tua yang telah merenggut semua impiannya bersama Siti Nurbaya Di sanalah, duel maut antara keduanya pun tercipta Akhir cerita berakhir gemilang, karena Datuk Maringgih harus menemui ajalnya Tetapi Samsulbahri juga terus hidup dalam rasa frustasinya sendiri akibat kehilangan Siti Nurbaya Akhirnya ia mati dalam kekecewaan dan dikuburkan di sebelah makam Siti Nurbaya.Meskipun ini adalah novel fiktif, tetapi Siti Nurbaya yang populer telah menjadi legenda di daerah Sumatera Barat, sampai sampai ada sebuah makam tua yang diberi nama, Makam Siti Nurbaya Sebagai anak Indonesia, rasanya Anda harus membaca salah satu sastra terbaik nasional ini Sekilas seperti diajak kembali berkelana ke suasana Indonesia tempo doeloe . It tells about the people of minang and all their tradition Especially, a unique and unmoral behaviour to force a father s will to his daughter to marry someone else It s because the father had a lot of debt to that person.