!Download ⚖ Harimau! Harimau! ♫ PDF or E-pub free

!Download ☲ Harimau! Harimau! ♝ Harimau Harimautelah Mendapat Hadiah Yayasan Buku Utama Sebagai Buku Penulisan Sastra Terbaik Tahun Buku Ini Dapat Dibaca Sebagai Sebuah Cerita Petualangan Di Rimba Raya Oleh Sekelompok Pengumpul Damar Yang Diburu Oleh Seekor Harimau Yang Kelaparan Berhari Hari Mereka Mencoba Menyelamatkan Diri Mereka Dan Seorang Demi Seorang Di Antara Mereka Jatuh Menjadi Korban Terkaman HarimauDi Tingkat Lain, Juga Terjadi Petualangan Dalam Diri Masing Masing Anggota Kelompok Pengumpul Damar Ini Di Bawah Tekanan Ancaman Harimau Yang Terus Menerus Memburu Mereka, Dalam Diri Meraka Masing Masing, Yang Mempertinggi Pula Kesadaran Mereka Tentang Kekuatan Dan Kelemahan Kelemahan Para Anggota Kelompok Mereka Yang LainDi Antara Mereka Malahan Sampai Pada Kesadaran Bahwa Sebelum Membunuh Harimau Yang Memburu Buru Mereka, Tak Kalah Pentingnya Ialah Untuk Membunuh Terlebih Dahulu Harimau Yang Berada Dalam Setiap Anak ManusiaBuku Ini Telah Diterjemahkan Ke Dalam Bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Dan Sebuah Terjemahan Dalam Bahasa Jepang Sedang Dilakukan Pula Excellent and suspenseful story 4.5 Seven men from a small village in Sumatra head into the jungle to collect tree resins This task takes about 2 weeks and while working in the jungle, they stay at the home of Wak Hitam, a 70 year old dukun who is revered for his power over spirits and djinns Wak Hitam also has a penchant for marrying young women, and he lives isolated in the jungle with his youngest wife Siti Rubiyah The seven men are all attracted to the young and beautiful Siti Rubiyah, but at the same time they are all incredibly afraid of Wak Hitam.Among the seven men are 3 elderly chaps Pak Haji the eldest, who has traveled to Mecca for the hajj already and has lived many years abroad He distances himself from the people in the village due to disappointment in mankind, which the villagers mistake for arrogance Nevertheless he is generally respected for completing the hajj , Wak Katok a little younger than Pak Haji, Wak Katok is highly respected in the village for being a dukun, a pencak silat expert Indonesian martial arts and a war hero, who fought against the Dutch during the revolution He is the only one among the seven men, who carries a gun and Pak Balam he fought together with Wak Katok against the Dutch and is generally a silent guy.The 4 young guys include Buyung the youngest, very skilled in aiming and shooting the gun, in love with a village girl called Zaitun, but unsure about her feelings towards him , Sutan married, pencak silat student and womanizer , Sanip the most optimistic among the 7, married and also a pencak student of Wak Katok and Talib married and a pessimist After two weeks, the seven men leave the house of the very sickly Wak Hitam Soon after they begin their journey back to home, they realize that they are being stalked by an old and very hungry tiger harimau in Indonesian Who will fall prey to the tiger Will they make it back to their home village When one of the man gets attacked by the tiger, the victim insists that this is not an ordinary tiger This tiger is following them because each of the 7 men has committed some very grave sins Is the tiger a spirit of Wak Hitam seeking revenge against one of them in particular The men are torn between their past mistakes and their present fear This novel challenges superstition, which is often intertwined with morality It also criticizes extraordinarily charismatic leaders, who view themselves as gods I was obsessed with the tiger and couldn t put the book down Mochtar Lubis wrote this in prison as a critique against Sukarno A very thought provoking and important work in Indonesian literature. Dulu pernah baca buku ini sewaktu SMA, sekarang coba baca ulang Ternyata ceritanya seru, khas genre thriller psikologis dengan adanya sekelompok orang yang terjebak di tempat berbahaya, sambil diincar oleh sesosok monster hewan buas Satu hal yang kurang saya sukai adalah penceritaan saat harimau berada jauh dari para tokoh Penceritaan yang sebenarnya tidak begitu perlu ini bagi saya malah mengurangi tensi mencekam dan teror psikologis yang sudah dibangun sebelumnya Lebih menarik seandainya harimu itu tetap dibuat samar samardan misterius karena akan memperkuat misteri asal usul harimau apakah ia memang harimau biasa, siluman, atau malaikat maut yang dikirim Tuhan Saya merasa novel ini terlalu singkat Banyak perumpamaan bagus tentang kemanusiaan humanisme, ketuhanan, dan tabiat manusia Sayangnya hal hal tersebut sering disampaikan dengan terlalu blak blakan, terutama oleh tokoh Pak Haji Mungkin karena gaya bercerita dalam novel ini adalah storytelling dan menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu Meski begitu, novel ini tetap seru Saya berharap ada yang berminat memfilmkan thriller klasik ini. Dari semua buku Indonesia yang menggunakan judul dengan kata harimau, belum pernah lebih bagus dari buku ini Perjalanan anak manusia yang mencari diri mereka yang sesungguhnya Sastra banget.Gw rasa penerbit obor mesti menerbitkan lagi buku buku lokal seperti ini Sebetulnya, sederhana benar ceritanya Tapi layaknya cerita manusia, kesederhanaan itu malah bikin ceritanya menjadi sangat kompleks dan nyata Dengan reputasi nama Mochtar Lubis dan novelnya ini, ekspektasi saya lumayan tinggi Alih alih macam Lelaki Harimau nya Eka Kurniawan yang dari awal saja langsung penuh aksi, buku ini mengalur lambat Tapi sangat mulus dan tidak bisa berhenti membacanya Mungkin tipikal novel lawas begini Yang harus bersabar menikmati kisah para karakternya sebelum inti ceritanya terkuak sedikit demi sedikit Bahkan harimau pun baru disebut setelah lebih dari sepertiga cerita Dan langsung saja suasana dalam novel berubah Tegang Tapi tetap saja mengalur mulus.Sisipan moralnya memang secara gamblang diceritakan Melalui pikiran para karakternya dengan kesunyian dan keramaiannya masing masing Tapi memang mau tidak mau membikin jadi berkontemplasi dengan kehidupan sendiri Pemilihan kata kata dan kalimatnya, yang walaupun dalam paragpraf panjang panjang, serasa dipilih dengan sangat hati hati Sejalan dengan kehati hatian cerita para pencari damar yang sedang diburu harimau ini Betulan bikin tegang Bonus poin, deskripsi yang sangat nyata bikin terbayang kerennya kalau dibuat film ala Hollywood dengan CGI yang apik di tengah hutan belantara Indonesia yang mistis dan eksotis. Membaca lagi buku ini demi bayar utang bacaan Sebetulnya aku lupa, dulu nggak kelar bacanya karena bukunya hilang atau memang otakku yang nggak sampai Meski ujungnya, bukunya tetap hilang juga sungguh informatif Diceritakan sekelompok pengumpul damar yang sudah sering keluar masuk hutan belantara Sumatera, di antaranya ialah Pak Haji Rakhmad 60 , Wak katok 50 , Pak Balam 50 , Talib 27 , Sanip 25 , Sutan 22 , dan yang paling muda Buyung 19 Masing masing dari mereka bisa dibilang cukup terpandang di desanya kelompok tua yang dihormati dan kelompok muda yang tak banyak ulah.Saat itu mereka sudah seminggu berada di hutan, lalu sempat menginap di pondok milik Wak Hitam dukun tua yang mempunyai banyak ilmu hitam Konflik dimulai saat mereka ingin kembali ke desa Dalam perjalanan pulang, rombongan itu dikagetkan oleh kemunculan seekor harimau tua nan buas mereka lebih suka menyebutnya nenek yang dengan nahasnya menerkam salah satu dari mereka Singkatnya, teror itu terus berlanjut karena ternyata sang nenek kelewat lapar dan ingin memburu mereka satu per satu Harimau Harimau jelas sekali ditulis untuk mengkritik perilaku zalim manusia Dalam kasus, ketujuh orang ini sebenarnya hidup dengan memakai topeng untuk menutup rapat dosa yang pernah mereka perbuat, juga menutup aib masing masing Kemunculan sosok harimau hanya sebagai representasi teguran bagi rombongan itu.Menurutku ada yang menarik dari pemilihan judul novel klasik ini Soal kenapa harimau ditulis dengan dua seruan, bukan satu Sebab dalam novelnya, pembaca diberi pengertian bahwa ada dua harimau berbahaya di sana Harimau yang menyerang Pak Balam, dkk serta harimau dalam diri mereka sendiri Tuhan ada, anak anak Percayalah Tapi jangan paksakan Tuhan mu pada orang lain, seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu pada orang lain Manusia perlu manusia lain manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain. Sebagai generasi 90 an yang tidak pernah dapat tugas membaca karya sastra buatan sastrawan sastrawan besar Indonesia, saya pernah merasa ada yang kurang dalam identitas kedirian saya sebagai orang Indonesia Ketika kuliah dulu, saya mungkin lebih hapal nama sastrawan Jepang, masa hidup, dan karya karya mereka ketimbang sastrawan Indonesia dan karya karyanya Saya juga sempat merasa malu, mengaku suka membaca buku, tapi tidak tahu sumbangan macam apa yang telah diberikan oleh para sastrawan kita kepada kita saat ini Saya juga sempat heran dan bertanya tanya, kenapa orang orang di luar sana tahu karya sastra dari sebelum abad 20 dan masih membacanya, dan karya karya itu begitu dihargai dengan sedemikian tingginya Tapi lihatlah kita dan anak anak muda di Indonesia lainnya, karya tahun 70 atau 80 an pun sudah tidak lagi dikenali, apalagi yang sebelum sebelum itu Di toko buku pun lebih mudah ditemukan kisah kisah tentang kids zaman now yang hanya galau soal cinta, pacar, kerja, dan hidup dalam kemewahan Tidak heran jika saat ini kita dikelilingi oleh karya karya picisan, dangkal, dan tidak ada makna apapun yang bisa dipakai untuk memperkaya diri dan kehidupan.Ikhtiar saya untuk mengenali sastrawan sastrawan Indonesia justru dimulai setelah lulus kuliah dan menapaki dunia kerja Ketika itu, saya yang belum lama pulang dari pertukaran pelajar di negeri asing membutuhkan hal hal untuk memperkaya diri saya sebagai orang Indonesia, untuk mengokohkan identitas saya Sayangnya, selama bertahun tahun ini ikhtiar itu baru sebatas mengumpulkan saja, tapi belum membacanya Tapi tak apa Pelan pelan saja Semua harus dinikmati prosesnya Untuk apa membaca dengan cepat cepat tapi kemudian lupa begitu saja dengan cerita dan tidak bisa mengambil makna Bukankah itu justru jadi sia sia Apalagi kalau hanya untuk mengejar target baca saja Kalau cuma ngejar target, mending saya baca komik saja Hehehee.Jadi, seperti apakah cerita Harimau Harimau ini Silakan baca sinopsisnya di review yang lain, ya Soalnya saya mau komentar komentar aja di sini Buat saya, buku ini sangat manusiawi Sangat menggambarkan manusia, yang ingin menutupi bagian bagian terkotor dalam dirinya Menutupi dosa dosa dan kesalahan dari orang lain Menutupi ketakutan dan keraguannya dari dunia Menutupi segala buruk rupa, cacat, borok, dan kotoran di dalam diri hingga tidak ada yang boleh tahu, meski itu diri sendiri, bahkan Tuhan sekalipun.Tentu tidak ada salahnya dengan menutupi dosa yang dilakukan dari orang lain, karena dosa dosa itu adalah aib yang sejatinya memang tidak perlu diketahui oleh orang lain Tapi, penting bagi diri kita untuk mengakuinya Biarkan orang lain tidak tahu, asal kita tahu dan mengakui itu sebagai bagian dari diri kita sendiri Karena hanya dengan begitulah kita bisa bertaubat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi manusia yang lebih baik Tapi sayangnya, mengakui kepada diri sendiri itu tidak gampang, karena pengakuan itu akan menimbulkan kesadaran diri mengenai seperti apakah diri kita yang sebenarnya Mungkin di luar kita tampak begitu pandai, kuat, dan berani tapi sejatinya diri kita pengecut dan memanfaatkan orang lain supaya dianggap kuat Mungkin di luar kita tampak bahagia dan ceria, padahal sesungguhnya ada kesalahan besar di dalam diri yang tidak mau diakui dan berusaha lari darinya Mungkin juga orang menganggap kita orang yang shalih dan taat beragama, tapi sebenarnya di dalam diri kita penuh keraguan akan Tuhan dan agama itu sendiri Pengakuan pengakuan ini tidak mudah untuk dilakukan, karena kita sudah terbiasa dengan diri kita, seperti apa yang ingin kita lihat Seperti apa yang orang lain lihat dan ungkapkan kepada kita, meski sebenarnya itu bukan diri kita Tanpa sadar, mungkin kita telah membesarkan binatang binatang buas di dalam diri, harimau harimau, atau singa singa, atau beruang beruang, yang setiap hari diberi makan dengan penyangkalan sehingga kita tidak tahu lagi hakikat diri yang sesungguhnya Maka, mungkin benar apa yang dikatakan Pak Haji, bahwa kita perlu membunuh harimau harimau di dalam diri kita terlebih dahulu yang mungkin lebih bengis dan lebih jahat sebelum dapat menaklukkan harimau harimau lain di luar sana. Sebenarnya ini yang kedua kalinya saya membaca Harimau Harimau ini Bahkan bisa dikatakan novel Harimau Harimau inilah novel Mochtar Lubis pertama saya Saya membacanya ketika duduk di bangku SMA, dan sedikit sedikit masih mengingat ceritanya karena memang sangat berkesan Ketika membaca ulang, kesan tentang novel ini ternyata belum juga surut Perasaan khawatir, takut, serta teror yang ditimbulkan harimau terhadap manusia justru memunculkan harimau lain dari dalam diri manusia, mungkin seperti itulah simpulan singkat novel ini Dikisahkan ada 7 orang yang pergi ke hutan untuk mencari damar Dalam perjalanan pulang kembali ke kampung, mendadak Pak Balam, salah seorang dari mereka, diserang harimau Harimau tersebut sebenarnya harimau tua yang sedang lapar, dan memburu ketujuh orang itu karena mereka membawa daging rusa yang tadinya hendak diburunya Didorong oleh perasaan lapar, harimau tersebut akhirnya memutuskan untuk memburu ketujuh manusia tersebut Di sisi lain, mereka yang diburu harimau mulai menunjukkan sifat aslinya satu per satu Didorong oleh rasa takut, mereka mulai yakin bahwa harimau yang memburu mereka adalah harimau siluman, yang diutus oleh Tuhan untuk memburu mereka karena dosa dosa besar yang mereka buat Namun, karena keengganan untuk mengukai dosa di hadapan kawan masing masing, mereka pun berusaha bungkam, hingga satu demi satu, harimau mulai membunuhi mereka semua Sifat sifat sombong, pengecut, egois, dan lain lain pun dari diri mereka terkuak Buyung, yang paling muda dan berlagak lugu, baru saja meniduri istri orang Pak Haji, yang selama ini dianggap dituakan, ternyata sangat egois, individualis, dan hilang kepercayaan terhadap Tuhan dan kemanusiaan Ibadah yang dilakukannya tak lain hanya kedok agar dirinya tidak dianggap aneh oleh orang sekitar Begitu pula dengan Wak Katok yang menampilkan diri sebagai pemimpin, padahal selama ini tak lain adalah penipu, pengecut, serta zalim Tokoh tokoh lainnya juga sama, tak lain adalah pencuri, pezina, bahkan pembunuh Novel ini kental sekali menyindir manusia dan nilai nilai kemanusiaannya Manusia selama ini tak lain hanya mengenakan topeng, yang menutupi aib dan dosanya selama ini Manusia takut jika harus melepaskan topeng tersebut, takut bila dosanya diketahui Mengakui dosanya pada diri sendiri dan Tuhan saja manusia tak ingin, apalagi pada orang lain, begitulah yang ditulis Mochtar Lubis Jangankan mengaku dosa, bertentangan antara hati dan mata sendiri saja manusia mengelak Belum lagi apabila kematian menghadang, manusia sangat takut pada kematian Demi memperpanjang hidup, manusia rela melakukan apa saja Apa pun akan dikorbankan, asalkan diri sendiri tidak mati Begitulah yang ditonjolkan dari novel ini Di akhir novel ini, tokoh Pak Haji yang menghembuskan nafas terakhir memberi pesan untuk selalu menganggap penting hubungan satu manusia dengan manusia lainnya Salah satu amanat yang berkesan pada saya sebagai pembaca adalah ketika tokoh Pak Haji menyatakan bahwa manusia hanya bisa berikhtiar menjadi sempurna, tapi tak mungkin menjadi sempurna Tokoh Pak Haji di sini selalu kecewa dengan manusia lainnya, karena ia berharap manusia itu baik dan sempurna, padahal hal tersebut mustahil terjadi Di sinilah peran penting manusia untuk saling memaafkan dan mencintai manusia lainnya, karena manusia sesungguhya adalah makhluk lemah yang hina, dan tidak pantas untuk melakukan penghakiman pada manusia lainnya Membaca novel ini akan membuat perasaan kita terombang ambing, rasa malu terhadap dosa sendiri terkuak, dan memunculkan kesadaran bahwa diri ini bukanlah siapa siapa Jika ada bintang enam pun, saya takkan ragu menyematkannya untuk novel ini. Tidak menyangka kalau cerita singkat tentang perburuan bisa mengikat poin poin yang seringkali menjadi sumber kontemplasi terintim untuk setiap manusia kepada dirinya sendiri Menceritakan tentang 7 lelaki yang pergi ke hutan untuk bekerja Dalam perjalanan pulang, mereka diburu oleh seekor harimau Perburuan yang dilakukan sang harimau pada akhirnya membawa harimau yang ada dalam jiwa ketujuh lelaki tersebut keluar dari sangkar batinnya.Banyak nilai yang bisa ditarik dari buku ini Poin yang paling menarik adalah bagaimana masa lalu, dosa, dan ekspektasi membentuk seorang manusia menjadi jauh dari jati dirinya Yang juga menarik adalah kekuatan rasa takut dalam diri manusia yang mampu melebihi daya tampung manusia akan kekuatan itu sendiri Setelah kekuatan rasa takut menguasai, maka seorang manusia akan lepas dari jati dirinya Buku ini patut diberi lima bintang karena mampu mengangkat diskusi nurani yang dalam dan gelap menjadi cerita yang mengalir dan nyaman untuk disimak. 142 2019Baru baca buku sastra ini, dulu waktu sekolah gak baca juga sih ya.Baca buku ini tanpa baca reviewnya dari yg lain dikit aja, jadi dari judu kayaknya cerita tentang pemburu harimau zaman dulu mikirnya Gak sepenuhnya salah, karena memang ternyata bercerita tentang harimau yang mengacaukan perjalanan ketujuh orang pencari damar di hutan.Buyung, Talib, Sanip, Sutan, Pak Haji, Pak Balam dan Wak Katok itulah mereka Perjalanan mencari damar menjadi perjalanan panjang, berhari hari, menginap di huma Wak Hitam, bertemu istrinya yang muda dan cantik, hingga bertemu harimau diperjalanan pulang ke kampung.Perjalanan pulang ke kampung ini menjadi berat ketika satu demi satu menjadi korban harimau Ada harimau dalam diri tiap manusia Mochtar Lubis mengemas cerita sederhana ini menjadi penuh makna, mudah dipahami dan sangat bikin penasaran hingga akhir Pesan yang tetap bisa dipetik walau kita baca di zaman kapanpun Ini tentang manusia, yang semua punya harimau dalam dirinya.