#Epub ì Burung-Burung Manyar í eBook or E-pub free

Burung Burung Manyar Sebuah roman cinta, patriotisme, dan hakikat hidup manusia Saya suka, bagaimana Romo Mangun membawakan sejarah sebelum, pasca, dan sesudah kemerdekaan Sejarah dituturkan secara mengalir mengikuti roman percintaan Teto dan Antik Dari buku ini pula, saya jadi ngeh , tidak semua rakyat benar benar menginginkan kemerdekaan Para petani misalnya hal yang berkeluh tentang jaman revolusi yang serba kacau, para tentara yang membunuh, memperkosa, serta menjarah hasil hasil pertanian maupun ternak mereka Dengan alasan demi revolusi kemerdekaan Para bandit bandit yang malah lebih sering mengacu daripada ikut berperang melawan KNIL.Sementara di sisi roman percintaan, Romo Mangun benar benar mampu membangun alur cerita yang bikin saya galau Hahaha Apa jadinya saya jika jadi Teto ataupun jadi kapten Verbruggen Di sisi hakikat hidup manusia, tergambar jelas pada bagian akhir Dimana Atik menjawab pertanyaan profesor penguji tentang Burung Burung Manyar Saya suka bagaimana Romo Mangun memilih filosofi Burung Burung Manyar ini untuk dijadikan dasar dari Roman ini Dalam masa kawin Burung Burung Manyar Jantan akan membuat sarang yang indah dan menarik untuk merebut burung manyar betina Sementara burung betina mempunyai hak prerogatif untuk memilih siapa yang akan ia kawininya Bagi yang terpilih tentu senangnya, namun bagi yang tertolak mereka akan merusak dan mengacak ngacak sarangnya Aich, tragisnya Disini kita diajarkan bukan tentang berebutan jodoh, namun tentang kualitas menghadapi kekasih yang tidak terjangkau Burung Manyar jantan tidak merebut si betina dari rivalnya, tetapi menerima dan menghormati pilihan si betina Boleh sedih, membongkar dan merusak sarang yang dibangunnya dengan susah payah, dengan dedikasi sepenuhnya serta dengan hati seluruhnya Tetapi jantan yang tak terpilih tetap menghormati kedaulatan si betina Terbukti tidak menganggu masa kawin si betina dengan yang dipilihnya Burung Manyar jantan yang tertolak setelah merusak sarang yang ia buat, akan pergi dan mencari betina lainnya Membangun sarang kembali untuk menarik betina lainnya Kita dapat sedih dan marah membongkar segala yang kita anggap gagal, namun semogalah kita memiliki keberanian juga untuk memulai lagi dengan penuh harapan.Bintang 5 5 untuk buku ini ini cara rama mangun mengisahkan babak peralihan.berada dalam babak peralihan, kemungkinan yang terjadi adalah percampuran identitas di sana sini, di kedua belah pihak pinjam meminjam, tukar menukar peran, tukar menukar posisi.demikianlah maka sekujur novel yang mengambil setting peralihan antara sudah dan belum merdekanya indonesia ini penuh dengan pertukaran identitas tadi.ada orang belanda tapi pro indonesia dan sebaliknya, ada orang indonesia tapi pro belanda demikian pula identitas karakter dalam wayang suatu semesta simbolik yang dikenal oleh sebagian pembaca novel rama mangun dipertukarkan dan dipermainkan.jadi,membaca novel ini, bisa menemukan 2 lapis kisah kisah yang dinarasikan di permukaan, itu yang pertama tapi juga ada kisah lain, yakni kisah pertukaran identitas, yang disimbolkan oleh penggunaan nama, pemeranan tokoh yang semuanya bermuara pada kesimpulan bahwa revolusi indonesia adalah pengalaman kultural yang dahsyat mengubah sampai ke lapis lapis dasar struktur identitas kita karena itu, demikian pesan yang saya tangkap lewat strategi berkisah rama mangun ini hargailah nation indonesia yang sudah terbentuk sebagi buah revolusi tadi.sampai di sini saya tertegun.indah sekali cara rama mangun menyampaikan pesannya terima kasih rama terbayanglah cara boris pasternak menggarap problem kultural yang sama revolusi bolzhevik dalam doktor zhivagonya #Epub ⚜ Burung-Burung Manyar × Novel Burung Burung Manyar Dapat Dibaca Sebagai Bentuk Proyek Pasca Kolonial Novel Ini Berusaha Untuk Mencari Penyimpangan Yang Terjadi Dalam Penulisan Sejarah Revolusi Indonesia Sejarah Dalam Novel Burung Burung Manyar Diceritakan Secara Mengalir Dengan Beberapa Masukan Anekdot Sejarah Tidak Disampaikan Dengan Nada OtoriterSejarah Dicerita Melalui Kisah Cinta Seorang Yang Bekerja Mendukung Kemerdekaan Indonesia, Larasati, Dan Satadewa Alias Teto, Orang Indonesia Yang Bekerja Dalam Angkatan Perang BelandaMenjelang Akhir Novel, Terdapat Kejutan Yang Menggelitik Teto Atau Terbangkitkan Jiwa Nasionalismenya, Dengan Menjadi Relawan Membongkar Kecurangan Perusahaan Tempatnya Bekerja Yang Merugikan Indonesia Cerita roman tentang Tetto dan Ati ini memang menarik Termasuk salah satu karya Romo Mangun yang saya baca.Cerita Tetto yang anak kolong dari seorang bapak yang perwira KNIL dari Resimen Mangkunegaran dan ibu Belanda Perjalanan panjangnya mempertemukan dengan Ati yang masih saudaranya Kisah Tetto yang kemudian mengalami pasang surut seiring dengan perubahan jaman Kolonial Belanda, pendudukan Jepang, Revolusi Kemerdekaan, pasca pengakuan kedaulatan.Kisah Tetto yang paling menarik pilihannya yang masuk KNIL dan ikut Belanda ketika Revolusi Kemerdekaan Pilihannya itu didasari dari kebenciannya kepada Jepang yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian bapaknya yang menjadi pejuang bawah tanah semasa pendudukan dan ibunya yang menjadi tahanan di rumah seorang pewira jepang Republik muda yang diproklamasikan Soekarno Hatta dianggapnya bentukan Jepang, dan pastilah pilihannya Momen paling dramatis dari pilihannya itu adalah dia berseberangan dengan Ati yang menjadi palang merah dari pihak republik Keduanya mengenang masa revolusi itu, ketika Ati akan menyampaikan disertasinya Di depan Gedung Negara, Yogya, keduanya ingat bahwa saat itu Tetto turut sebagai perwira yang akan menangkap Soekarno Sementara Ati adalah perawat yang mengurusi tentara republik.Perang sering mengguncang kemanusiaan dan posisinya tidak terelakan Demikian juga revolusi yang sama juga menciderai anak bangsanya sendiri Gambaran ini saya peroleh dari sekelumit kisah dalam buku ini tentang tentara republik yang kerjanya malah menambah beban penduduk di kampung tempat mereka bergerilya Kisah lain saya peroleh dari bapak saya sendiri Cerita tentang serdadu Belanda yang senang memboncengi anak anak kecil di alun alun selatan Keraton Kasunanan Surakarta Meski secara kemanusiaan dia baik, dia mesti dibunuh oleh kaum republiken Para tetua di sekitar situ cuma bisa bilang agar jangan pembunuhan itu menimbulkan pembersihan dari Belanda yang nantinya akan menyengsarakan rakyat yang tidak tahu menahu Demikian juga kisah Tetto dan Ati terpisah karena pilihan yang berbeda dalam Revolusi Kemerdekaan, bukan semata kebangsaan ato rasial.Usai Revolusi, meski mereka masih dapat bertemu kembali tidak dengan kisah mereka sebelum revolusi Disertasi Ati sendiri tentang kebiasaan Burung bung manyar dalam masa kawin Tabiat burung manyar yang jantan dalam menarik si betina adalah dengan membangun sarang yang sebagus bagusnya Si betina lalu memilih dari sekian jantan yang sarangnya berkenan bagi dia Jantan yang tidak terpilih, akan mengacak acak sarang yang sudah dibangunnya Aih tragisnya Romo Mangun membangun roman dan perubahan zaman dengan begitu apik Seapik kado yang pernah dikirimkan ke Rosihan Anwar saat wartawan senior itu berulang tahun ke 70 Ucapannya dalam surat kepada Rosihan Anwar sebagai berikut, Saudara Rosihan Anwar tersayang Dengan hormat, dari bepergian jauh saya terlambat membaca di Kompas tentang HUT Anda 70 tahun Luar biasa Beter te laat dan nooit Maka dengan gembira saya ucapkan Selamat Berulang Tahun 70 tahun Tanggal 10 Mei adalah hari Jerman invasi ke Nederland, awal kerontokan Nederlandsch Indie Dan Anda aktif partisipasi dalam Revolusi dulu, di garis terdepan maupun belakang Berbahagialah Anda memperoleh kesempatan sangat berharga itu dari Tuhan Dalam surat itu juga dilampiri sebentuk sajak dalam bahasa Inggris karya Rod McKuen, seperti ini A Kind Of LovingI sing songs for people I can t havepeople I meet once and will never see again.It is for me a kind of loving.A kind of loving, for me.I make words for people I ve not metthose who will not turn to follow after me.It is for me a kind of loving.A kind of loving, for meSumber akhirnya dari sumber web yang sama dengan sajak di atas, saya hanya menutip kembali akhir ucapan Rosihan Anwar dalam Obituarinya untuk Romo Mangun, Saya ceritakan di sini semua ini bukan karena mengenai urusan ego saya, bukan karena saya narsisus mencintai diri sendiri secara berlebihan seperti kata seorang ilmuwan Indonesia yang belajar di Jerman, melainkan karena hendak menggambarkan betapa agungnya kedermawanan dan kebaikan hati Romo Mangun Romo Mangun, beristirahatlah dalam kedamaian R.I.P Note 1 sajak Rod McKuen yang lain juga dapat dilihat di sini bildungsroman prajurit KNIL cemen yg cinta mati dgn teman masa kecilnya di kraton mangkunegaran yg sekarang bekerja sebagai asisten syahrir di pihak rikiblik apa daya konferensi meja bundar membuat kisah cinta mereka jadi pear shaped di waktu tua, saat montague sudah menjelma dari belanda menjadi freeport dan capulet menjadi keluarga sakinah beranak tiga, prajurit KNIL cemen bertemu lagi dgn juliet yg cintanya masih membara dan tidak keberatan poliandri tapi apakah prajurit KNIL cemen masih tetap akan cemen dan lari dari peluang berbahagia atau kali ini ia menolak menjadi burung manyar jantan yg dengan pasrah merusak sarang yang sudah dibuatnya buat manyar betina yg menolaknya semena mena hanya di insert investigasi. Pertama kenal buku ini dari bapak Waktu itu saya baru umur 10 an tahun Sambil nemenin anak anaknya tidur siang, bapak suka bacain buku ini Ingat betul, gimana saya dan kakak jadi kecanduan lagunya Teto kecil waktu pawai keliling tangsi sama temen temennya Kami tak pernah berhenti tertawa, dan meminta bapak untuk mengulang ulang bagian lagu yang kocak itu Dreng..deng..dengPak saya lupa makan dendeng celeng Sebagai mantan anak kolong, saya merasa menemukan sebagian pribadi saya pada diri Teto Saya ingat menangis, saat teto sedih karena terpisah dari ibunyaPasti dia bingung sekali Tidak bisa membayangkan seorang anak terpisah dengan ibu yang ia kasihi Tak pernah terbayangkan sebelumnya, saya akan mengalami hal yang sama, ketika saya tidak lagi bisa merasakan hangat nafas ibu dan belaian sayangnya saat ia berpulang ke rumah Bapa But she s happy now, and I should be happy for that Ini yang paling saya ingat dari tulisan Romo Mangun tentang kehangatan keluarga dan perjuangan hidup yang tidak mengenal kasta. Apa Arti Menjadi Merdeka Buku ini memberikan refleksi mendalam atas pertanyaan di atas Melalui tokohnya Sutadewa atau dipanggil Teto, pembaca diajak untuk menyelami kondisi piskososial bangsa Indonesia yang baru merdeka Dari sudut pandang seorang anak keturunan campuran Indonesia dan Belanda ini, kita diajak menyelamai masa sesudah pendudukan Belanda sebagai masa dengan berbagai krisis Pertama, karakter terjajah tidak dengan mudah dilepaskan Sikap inferior dan mental yang kurang independen hanya bisa diperintah untuk bekerja adalah karakter bangsa Indonesia yang terjajah Kedua, pemerintahan pada bangsa yang baru belum sepenuhnya mampu mengayomi rakyatnya Diceritakan seorang petani yang kehilangan sapi, tetapi justru didenda atas kesalahannya Ketiga, sebagai negara yang kaya akan sumber daya kolusi dan korupsi antara perusahaan asing dan pemerintah adalah hal yang jamak Teto adalah seorang non WNI yang berusaha untuk membongkar kejahatan tersebut, meskipun ia harus mempertaruhkan segalanya, kekayaan dan jabatannya pada perusahaan asing tempatnya bekerja Terakhir, bangsa yang merdeka ini tidak memiliki jati diri Penulis menggambarkan dengan arsitektur kota yang dibentuk serampangan, anak anak muda yang lupa akan sejarah generasi sebelum mereka Buku Burung Burung Manyar adalah novel dengan teguran keras bagi generasi penerus bangsa untuk memberikan arti pada kemerdekaan Penulis menuliskannya ketika mengisahkan pandangan Teto atas anak anak muda yang melupakan sejarah perjuangan dan minim akan pandangan cita cita ke depan Sementara itu, Teto, sebagai non WNI, diceritakan lebih berani Ia mempertaruhkan jabatannya dan rela dipecat karena masih memiliki kepedulian atas bangsa yang masih baru ini dengan membongkar praktik korupsi yang melibatkan perusahaannya dengan pemerintah Indonesia Satu pesan dalam novel ini adalah Kemauan dan keberanian adalah penggerak bagi para generasi muda untuk melakukan apa yang dianggap benar Novel ini adalah cermin Merdeka adalah proses yang panjang yang dalam perjalanan mencapainya ada saja sandungan dari bangsa sendiri Identitas ambigu Teto dan pergulatannya dengan sangat telak menghunjam arti kemerdekaan di kalangan bangsa Indonesia sendiri Suka atau tidak suka, novel ini merefleksikan realitas dan angan angan yang masih jauh dari kenyataan. Dibagi menjadi 3 bagian besar dengan periode waktu antara 1934 1944, 1945 1950 dan 1968 1978, roman Burung burung Manyar bercerita tentang kehidupan Teto Setadewa dan Atik Larasati.Secara keseluruhan, buku ini memiliki cerita yang begitu indah dan menyentuh Seperti biasa, narasi narasi Romo Mangun masih tertulis dengan sangat baik Ada banyak nilai kehidupan sarat makna yang dapat diambil oleh pembaca Membaca Burung burung Manyar setidaknya membuat saya kembali melihat harga kehidupan yang biasanya saya ajak bercanda.Review lengkap Ke.pa.rat Keparat karena buku ini sungguh benar benar bagus dan menyentuh Keparat karena saya menitikkan air mata di akhir buku Keparat karena saya baru baca buku ini sekarang Burung Burung Manyar merupakan roman kehidupan Setadewa, seorang anak kolong yang dibesarkan oleh ide ide kebencian terhadap Jepang, dan kecintaan yang berlebihan dengan Belanda, dan menghujat kemerdekaan republik Indonesia Ia jatuh cinta dengan Atik yang sayangnya, menjadi sekretaris Sutan Syahrir, yang tentu saja mendampakan kemerdekaan Republik Indonesia Keduanya berpisah, tetapi akhirnya bertemu kembali, dipenuhi dengan sesalan Setadewa Huhuhu Ini benar benar bagus Narasi narasi yang ditulis oleh Pak Romo Mangunwijaya benar benar mantap dan menohok, beberapa kali menyentuh saya Pergolakan batin Setadewa begitu terasa hingga saya bisa bersimpati dengan tokoh ini meskipun ia sangat membenci berdirinya Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat Banyak sekali nilai nilai kehidupan masyarakat dan kutipan kutipan yang bisa dipetik dari buku ini Serius Ini keren Banget. Buku roman percintaan yang sangat indah, romantis, dewasa, toleran dan penuh suasana humor yang njawani Cinta dalam hal ini dikemas menjadi sebuh perjuangan untuk membahagiakan orang yang dikasihi Adegan pertemuan antara Teto dan Ati di beranda rumah seorang bangsawan Solo, bagiku merupakan adegan paling romantis sedunia yang pernah ada dari buku buku yang pernah kubaca ataupun dari film yang pernah kutonton Aku kagum sama beliau seperti kekaguman Gus Dur dalam joke nya Romo Mangun ini novel2nya banyak cerita tentang perempuan, walau beliau nggak pernah menyentuh perempuan he..he. Aku baca buku ini lebih dari 5 kali namun tidak bosan dan aku senantiasa menemukan mutiara kehidupan baru ketika membacanya Menurutku buku ini masterpiecenya karya Romo Mangun.