~FREE E-PUB ☨ Laskar Pelangi ♿ PDF or E-pub free

~FREE E-PUB ♵ Laskar Pelangi ♀ Begitu Banyak Hal Menakjubkan Yang Terjadi Dalam Masa Kecil Para Anggota Laskar Pelangi Sebelas Orang Anak Melayu Belitong Yang Luar Biasa Ini Tak Menyerah Walau Keadaan Tak Bersimpati Pada Mereka Tengoklah Lintang, Seorang Kuli Kopra Cilik Yang Genius Dan Dengan Senang Hati BersepedaKilometer Pulang Pergi Untuk Memuaskan Dahaganya Akan Ilmu Bahkan Terkadang Hanya Untuk Menyanyikan Padamu Negeri Di Akhir Jam Sekolah Atau Mahar, Seorang Pesuruh Tukang Parut Kelapa Sekaligus Seniman Dadakan Yang Imajinatif, Tak Logis, Kreatif, Dan Sering Diremehkan Sahabat Sahabatnya, Namun Berhasil Mengangkat Derajat Sekolah Kampung Mereka Dalam KarnavalAgustus Dan Juga Sembilan Orang Laskar Pelangi Lain Yang Begitu Bersemangat Dalam Menjalani Hidup Dan Berjuang Meraih Cita Cita Selami Ironisnya Kehidupan Mereka, Kejujuran Pemikiran Mereka, Indahnya Petualangan Mereka, Dan Temukan Diri Anda Tertawa, Menangis, Dan Tersentuh Saat Membaca Setiap Lembarnya Buku Ini Dipersembahkan Buat Mereka Yang Meyakini The Magic Of Childhood Memories, Dan Khususnya Juga Buat Siapa Saja Yang Masih Meyakini Adanya Pintu Keajaiban Lain Untuk Mengubah Dunia Pendidikan . T d ng h m y b t tv l n v b t g p ch ng tr nh ng L n nh Olympia, l i c n l tr n chung k t n a n n l i cu n n y ra c 3M nh lu n ng ng m 2 c u nh c trong cu n n y u ti n l Lintang, g n nh hi n nhi n, ai c Chi n Binh C u V ng c ng u ng ng m c u y c H i m nh c n tr , thi Olympia l c m c a cu c i m nh M nh b t u m ch ng tr nh y t n m 12 13t gNh v ch u ti n m nh xem v c ng kh c ghi m s u nh t l anh L V Ho ng Anh y khi n m nh li n t ng t i Lintang ho c ng c l i G ng m t kh c kh nh ng hi n l nh d m n, l n da ng m n ng gi mi n Trung.T t nhi n c i c m y ch a bao gi th nh s th t gi ng nh h u h t nh ng gi c m kh c ph n v m nh ch a bao gi t tin bi n n th nh s th t, th n a l do m nh ngu d t v V y n n m nh lu n d nh 1 s ng ng m n o cho b t c b n n o thi Olympia cho d l nh v ch hay kh ng may m n b lo i ngay v ng thi tu n Th 2 l Borek, a.k.a Samson nh m nh i v i Samson l khi c u nh t c 1 c i chai c in h nh ng n o m c qu n s p , c b p cu n cu n v nhi u l ng l nh 1 con i i Th l t c u ko quan t m t i g kh c ngo i vi c l m sao cho b p n i chu t v Nghe c v k c c nh ng ch nh ra c u t m th y c i t i c a m nh khi c n r t nh tu i, bi t ch x c m nh mu n g v kh ng ng ng n l c t c n Samson b qua c giai o n t m ki m b n th n giai o n ng i ta v n c n thi u tin t ng v o b n th n cho n khi tr ng th nh h n C nh ng ng i kh ng bao gi t m th y b n th n m nh v c th i h t cu c i nh bao ng i kh c Samson h n h.L n c u ti n c ch y 1 n m, c ng ng v o d p th ng c h n nh b y gi , cu n n y theo m nh i vi vu du h S i G n S i G n c m n ch g qu n t n, n c en thui xong c c qu tr ng lu c to ng r t ng Ng h n c c i i t nh y u c a Ikal v c l i 27 8 2016 3,5 bintang Saya membeli buku ini karena mendengar begitu banyak komentar positif tentangnya Mungkin karena itulah saya punya pengharapan yang tinggi Dan mungkin karena itulah saya kecewa saat membacanya Ternyata tidak sebagus yang saya harapkan, setidaknya, pada bagian bagian awal Setengah terakhir buku ini lebih bagus daripada bagian awalnya.Buku ini berkisah tentang sebelas anak miskin dari kampung Pulau Belitong dan petualangan mereka bersama sebagai murid murid seangkatan di sekolah Muhammadiyah yang serba terbatas, sejak kelas satu SD hingga SMP Ceritanya dituturkan lewat sudut pandang orang pertama, si Ikal, dan ditulis berdasarkan kenangan masa kecil penulisnya.Cerita dibuka dengan hari pertama sekolah, ketika anak anak dan para guru dengan cemas menanti sampai jumlah anak mencapai sepuluh orang supaya sekolah bisa diadakan pada tahun ajaran itu Saya suka detail detail yang disajikan tentang baju baru, sepatu butut dan pensil merah biru meskipun tak ada ketegangan karena kita semua tahu bahwa kuota itu akan terpenuhi Kalau tidak, buku ini tak akan ada.Cerita berlanjut dengan penggambaran tokoh tokoh cerita Ibu Muslimah dan Pak Harfan, tokoh tokoh mengagumkan yang benar benar patut dijadikan teladan Dedikasi mereka pada pendidikan luar biasa Saat Pak Harfan berkisah tentang Nabi Nuh, perasaan saya ikut tergugah Pelajaran moral yang terselip juga bikin geli Lalu ada cerita tentang Pulau Belitong itu sendiri, kampungnya dan tambang timahnya Kemudian, kesepuluh murid, dengan porsi terbesar untuk Lintang si jenius dan Mahar si seniman Lalu, petualangan petualangan mereka dan sedikit kisah cinta, lalu Saya berhenti membaca pada halaman 214 Tak tahan lagi, setelah memaksakan diri membaca beberapa puluh halaman terakhir Saya heran juga, kenapa ya Tokoh tokohnya menarik Kisah kisahnya kocak Metafor metafornya unik Jadi, mengapa saya tak bisa menikmati buku ini Saya merenung Lalu saya pun menyadari alasannya.Tak ada plot Tak ada konflik Selama 200 halaman saya hanya disuguhi perkenalan tokoh dan seting, tanpa ada konflik sama sekali Pantas saya bosan Ceritanya jalan di tempat Setting waktunya pun tidak jelas, kapan setiap peristiwa ini terjadi Saya cuma tahu, terjadinya antara kelas 1 SD dan 3 SMP, tapi entah kapan tepatnya.Itu alasan pertama Sekarang alasan kedua Sudut pandangnya Pada saat mulai membaca dan mendapati sudut pandang orang pertama, saya mengharapkan gambaran intim tentang masa kanak kanak, dilihat dan dialami melalui mata anak anak, seperti To Kill A Mockingbird Harper Lee Ternyata, saya mendapatkan kenangan yang dingin dan berjarak tentang masa kanak kanak, dilihat dari mata penutur dewasa Keberjarakan penuturan seorang aku dewasa ini yang membuat saya tidak bisa terlibat secara emosional Padahal, orang biasanya memilih sudut pandang orang pertama, justru supaya pembaca bisa mengalami ceritanya melalui kacamata unik si aku Belum lagi ada beberapa kejanggalan yang terjadi akibat pemilihan sudut pandang ini.Pertama tama, si penutur menceritakan hal hal yang tak mungkin diketahuinya Misalnya, perasaan orang lain seperti ayah Flo hal 46 47 dan pengalaman Lintang yang terjadi di rumahnya hal 101 102 Andaipun Lintang menceritakan pengalamannya kepada Ikal sehingga Ikal bisa berkisah di buku ini, tentu ceritanya tidak seperti yang digambarkan di ceritanya, dengan kunang kunang dan arwah arwah para ilmuwan.Lalu, pengamatan tentang situasi sosial di Belitong, terutama tentang Gedong Pengamatan tentang kebiasaan orang orang gedong itu begitu detail, mau tak mau saya bertanya tanya, ini sebenarnya pengamatan siapa Apakah Ikal pernah masuk ke dalam kompleks dan mengamati semua itu Sepertinya tidak mungkin, kalau menimbang keketatan penjagaan di sana, sedangkan Ikal tak punya kepentingan masuk ke sana Lagipula, kalau Ikal semasih anak anak masuk ke sana, tentunya tidak untuk pengamatan sosial, dan tentunya ada rasa asing dan kagum melihat segala kecanggihan di sana Selain itu, dia tak akan begitu fasih menceritakan segala Gorgonzola soup, Earl grey, snooker bar, piano Steinway and Sons, De Carlo hal 43 46 , padahal saat itu dia bahkan tak mengenal toaster hal 358.Jadi, apakah pengamatan setelah si penutur telah dewasa Tapi tetap saja belum jelas, kapan si penutur pernah masuk ke Gedong Tentunya cukup sering untuk bisa menceritakan kebiasaan sehari hari warganya dan mengamati merk barang barang mereka Ketidakjelasan ini sekali lagi membuat jarak, seolah olah si penutur bukan menceritakan pengalamannya seperti layaknya dalam penuturan orang pertama , tetapi menceritakan pengetahuan yang entah diperoleh dari mana seperti layaknya dalam penuturan orang ketiga serbatahu.Lalu, percampuran antara aku penutur yang sudah dewasa dan aku dalam cerita yang masih anak anak Ini terutama saya rasakan dalam pengamatan si aku tentang Mahar Tentunya si aku penutur yang menyadari bahwa Mahar adalah seorang jenius, sedangkan aku dalam cerita masih turut bersama teman temannya mengejek Mahar hal 154 155 Maka ketika Mahar sedang kebingungan, kalimat Kasihan sahabatku seniman yang kesepian itu, yang tak mendapatkan cukup apresiasi, yang selalu kami ejek hal 224 menjadi janggal Yang merasa kasihan tentu aku dalam cerita pada waktu peristiwa itu terjadi Tapi yang berkata yang tak mendapatkan cukup apresiasi, yang selalu kami ejek tentu aku penutur dewasa.Satu hal lagi yang mengganjal bagi saya adalah penggunaan nama nama Latin dan Bahasa Inggris untuk flora fauna, entah untuk alasan apa Barangkali si penutur menyukai biologi meskipun ini tidak disebut sebut Yang pasti, bagi saya, ini lagi lagi memberi jarak Pengamatan alam tidak mengesankan sebuah keakraban pribadi si penutur dengan alam sekitarnya, seperti misalnya deskripsi alam dalam Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari , tetapi berkesan observasi ilmiah dari balik buku biologi yang berjarak dari objek pengamatan.Itulah yang membuat saya berhenti membaca.Untungnya, saya memutuskan untuk melanjutkan Ternyata, mulai dari halaman 191, konflik muncul dan plot mulai bergulir Saya pun mulai semangat membaca Ada dua plot utama di paro kedua buku ini Pertama tentang Mahar dan proyek proyeknya, yang kemudian melibatkan Flo Kedua tentang kisah cinta Ikal pada A Ling Dua plot yang dikisahkan berselang seling dan sempat bertemu di bab 24.Kisah cintanya cukup manis dan tidak cengeng Selain itu, perasaan yang digambarkan dalam plot ini jelas adalah perasaan si penutur ketika masih kecil yang dirasakannya saat itu, jadi si penutur dewasa sudah jarang mengganggu lagi, tidak lagi memberikan pengamatan pengamatan dewasanya Sekarang saya bisa ikut merasakan pahit manisnya cinta pertama si aku.Petualangan Mahar dan Flo cukup seru dan kocak, dengan sedikit nuansa mistis dan pesan di akhir kisah yang bikin ketawa.Kisah ditutup dengan cerita anggota anggota Laskar Pelangi 12 tahun kemudian.Secara keseluruhan, buku ini ya, lumayanlah Kelancaran bercerita, kelincahan berbahasa, dan tema yang diangkat sedikit mengimbangi ketersendatan plot dan kejanggalan pilihan sudut pandang Lumayan. , .. Kh ng bi t d ng l i l n o di n t v cu n s ch n y R t cu c v n kh ng hi u l do v sao cu n s ch n y c th d ch ra v xu t b n v i 26 th ti ng tr n to n th gi i ng l ph i nhi u h n con s 26 y m i ng M t cu n s ch ho n to n ho n to n ho n to n v c c k c c k c c k tuy t v i c cu n s ch n y l n u ti n khi tr n xe v Daklak th m n i h 2015 8 ti ng tr n xe v a m nh ng u nghi n v kh c ghi t ng chi ti t m t trong cu n s ch n y Review n y s c bi t m t ch t v m nh kh ng mu n nh n x t th m b t k i u g v nh ng chi ti t trong s ch, v m i chi ti t u l m t tuy t t c Kh ng th n i chi ti t n o s ng gi h n chi ti t n o N i cho h t ch c c ng c ng y.M t c i k t kh ng th g i l ho n to n c h u, kh ng theo motip th ng th ng l v t qua m i kh kh n th ng tr i s n p cho ng i x ng ng M i nh n v t trong t c ph m n y u x ng ng v i m t c i k t t t p nh t, nh ng kh ng Th c t cho ta th y, s ph n lu n l m t v ng xoay t n nh n Nh ng h nh nh nh v y m Chi n binh c u v ng tr n n ho n h o t i t ng chi ti t.L n th 2, r i th 3, r i th 4 v cho t i l n th nsau n y, m nh tin ch c m i l n c l i Chi n binh c u v ng, i v i m nh, s ho n h o c a n v c m x c n em l i cho m nh v n s nguy n v n nh ban u.C l h i qu c nh n, nh ng i v i m nh, m nh v n u i t ng m t t tuy t t c cho Chi n binh c u v ng V b i h c s u s c m t c ph m mang l i V ch m t i t ng gi c quan c m x c c a m nh Ho n to n thuy t v i v l ng l y, c m ng v ch n th c t i t ng chi ti t N u c, m nh cho cu n n y h n 6 ch ti c l Goodreads ch c 5 l max r i, hi I suppose this book needs no further introduction to the Indonesian audience So let me be brief.The good proper use of Indonesian language, a rarity nowadays descriptive and detailed story telling, also a rarity funny, with unexpected and unusual metaphors.The bad pretentious Must he quote all sorts of Latin names and English words just to describe a quiet afternoon with birds and butterfly in a school yard Must he go on and on about Mahar s masterpieces whose greatness escape me confusing often illogical timeline Often times, it s not clear how old the kids are when events take place Description of the things these kids can do seem to be beyond their age which makes me wonder about exaggerated events How old were they when the school won the Independence Day s parade and the Cerdas Cermat How can the sole, young teacher cover all those topics often beyond secondary school level and being so poor, where do they Lintang, particularly obtain all the reading material or knowledge without TV, library, or radio patronizingly religious It takes a genuine effort on my side to ignore it shallow plot it s bad against good PN and the rich are bad, greedy, stupid and will eventually be doomed The poor is resilient, clever, strong and therefore will succeed Islam is good, and paranormal activities are evil I thought this is an intellectual novel, not a sinetron plot or a Palin s speech oops too many useless sub arches Must he went on and on about Harriot just to describe his stupid first love with the owner of a dainty, smooth hand with perfect manicure Do we need to get into such detail describing the pretentiously named Societeit de Limpai s trip to see Tuk Bayan Tula so that the two lazy bones can pass their exams abrupt ending The end of Laskar Pelangi happened when Lintang s card was dealt with and then the story fast forward twelve years later It wasn t explained what contributed to Tripani s downfall, for example Just a description with another annoying little arch about Ikal and his niece I think it s just a lazy handling again.The verdict I started off with high hopes but in the end, I was disappointed It was engaging then it was pretentious and long It was funny then it became preachy It was clever then it got lazy This book started off with a lot of potential If told as a straight forward biography, ala Life in Shanghai, Angela s Ashes or others which simply tell a story of growing up in an era, with simple, to the point language, this book will be muchenjoyable However, the author choose to romanticize his self assessed heroic childhood and produce this pretentious and mediocre book instead. 2014 A message for mr Andrea Hirata Thanks for sharing your memories with us Thanks for teaching us that we should always to be strong while facing obstacles no matter what happens in life Thanks for transferring your life experience with this love Thank you.Abu Dhabi 1 5 2014 Ide, peristiwa2 dalam buku ini sangat bersahaja, menarik Buku ini memang bukan novel, tapi memoar Secara isi bagus lah Sayang sangat lemah dalam teknik dan komposisi