~Kindle ⚓ Saman ⚔ PDF or E-pub free

~Kindle ♈ Saman ☤ Saman Is A Story Filtered Through The Lives Of Its Feisty Female Protagonists And The Enigmatic Hero Saman It Is At O Nce An Expos Of The Oppression Of Plantation Workers In South Sumatra, A Lyrical Quest To Understand The Place Of Religion And Spirituality In Contemporary Lives, A Playful Exploration Of Female Sexuality And A Story About Love In All Its Guises, While Touching O N All Of Indonesia S Taboos Extramarital Sex, Political Repression And The Relationship Between Christians And MuslimsSaman Has Taken The Indonesian Literary World By Storm And Sold Over , Copies In The Indonesian Language, And Is Now Available For The First Time In EnglishABOUT THE AUTHORAyu Utami Was Born In Bogor, Grew Up In Jakarta And Obtained Her Bachelor Degree In Literature Studies From University Of Indonesia She Worked As A Journalist For Matra, Forum Keadilan, And DR Not Long After The New Order Regime Closed Tempo, Editor, And Detik, She Participated In The Founding Of Indonesia S Alliance Of Independent Journalists To Protest The Closure Of Those Three Weeklys Currently She Is Working For The Cultural Journal Kalam, And At Teater Utan Kayu Saman Was Awarded The Prince Claus Award In The Year Saman melonjakkan nama Ayu Utami di mandala sastera Indonesia menjelang kejatuhan regim Suharto apabila novel itu dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta pada 1998.Novel mantan wartawan Matra ini pernah menggegarkan dunia sastera Indonesia kerana kontroversi unsur seksual, selain menghantar mesej berunsur politik secara tajam dan isu agama lewat karya penulis muda itu.Dua tahun selepas memenangi sayembara itu, Saman sekali lagi menarik perhatian dunia apabila dianugerah Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund yang beribu pejabat di Den Haag, Belanda.Novel ini dimulai dengan babak romantis, Laila menanti kedatangan teman lelakinya, Sihar, dan Ayu sudah mendedahkan unsur seksual novel ini sejak awal lewat puisi di halaman 3 Kuinginkan mulut yang haus dari lelaki yang kehilangan masa remajanya di antara pasir pasir tempat ia menyisir arus.Novel ini bergerak dari insiden letupan tragik di pelantar minyak milik Texcoil Indonesia yang mengorbankan tiga jiwa, termasuk rakan Sihar, Hasyim Ali yang bekerja dengan Seismoclypse, akibat kedegilan dan keangkuhan Rosano.Tidak sukar menangkap kritikan politik seawal babak kedua apabila Sihar menjawab usul Laila yang mencadangkan kes itu dibawa ke muka pengadilan pada halaman 21 Kamu fikir Rosano itu siapa Saat itulah ia menceritakan bahawa Rosano punya ayah seorang pejabat Texcoil punya uang lebih dari yang diperlukan untuk membungkam keluarga Hasyim dan polisi Harus diingatkan novel ini muncul ketika isu KKN korupsi, kolusi dan nepotisme sedang asyik berlegar di sekitar pemerintahan Suharto.Demi memastikan kematian Hasyim tidak ditelan Laut China Selatan selama lamanya, Laila mempertemukan Sihar dengan Saman dan Yasmin mengimbas kembali sejarah hidup Saman atau nama sebenarnya Athanasius Wisanggeni Wis.Babak imbas kembali Saman ini banyak mendedahkan unsur politik, seksual dan agama yang menjadi tabu di Indonesia, sekali gus menjentik simpati pembaca kepada kejahatan Anugrah Lahan Makmur, pihak yang merampas tanah Perabumulih.Adegan keghairahan gadis kurang siuman, Upi terhadap lelaki dan kesengsaraan Wis sebagai paderi bertempur dengan nafsunya apabila digoda Upi, antara unsur seksual dalam novel ini yang menimbulkan kekecohan dalam dunia sastera Indonesia.Bagaimanapun, Saman berjaya menimbulkan kebencian pembaca terhadap antagonis terutama apabila kejahatan itu tidak mampu ditentang Wis dan penduduk kampung Perabumulih seperti yang dinyatakan pada halaman 110 Siapapun yang memulai, merekalah yang tetap dipersalahkan oleh hukum Status mereka kini buron Orang orang yang membakar Upi, menggagahi istri Anson, merusak rumah kincir, mencabuti pohon pohon karet muda, menjadi tidak relevan untuk dibicarakan hakim.Saman boleh dianggap antara karya penulis muda yang menjadi rujukan latar belakang sejarah dan sosial yang berlaku pada akhir alaf lalu, terutama di Indonesia, dan diakui unsur seksualnya keterlaluan pasti mengganggu sesetengah pembaca. Saman is the story of how a Catholic priest in the world s most populous Muslim country, Indonesia, becomes a human rights activist called Saman Author, journalist Ayu Utami, turns the familiar tale of the crusader for justice on its head by folding Saman s story into that of a group of young women who knew him when they were school girls and he a newly ordained priest.Laila is the good girl who always falls for men she cannot have Shakuntala the dancer who breaks her name in two for an American grant Cok the bad girl exiled by her family Yasmin the serious attorney trapped in a dull marriage As these girls grow up and explore their sexual identities, the priest comes into his own, and with their help, is reborn.The story unfolds in layers, spanning the globe from one former Dutch colony Indonesia to another New York , in only 180 pages We read the story through several points of view, and through narrative, letters and emails Watch for small details casually dropped along the way, as they add up to a powerful tale that is as much about the diversity of modern Indonesia as it is about any one person s search for justice and freedom. Saya menamatkan novel ini pada pagi tadi Saman dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 sekaligus melonjakkan nama Ayu Utami ke ranah sastera Indonesia.Novel ini bermula dengan kritikan sosial terhadap penguasa kapitalis yang haloba Insiden letupan di pelantar minyak milik syarikat Texcoil Indonesia membuka tirai cerita Ayu menggarap perihal keangkuhan kapitalis yang mahu membungkam mulut keluarga mangsa letupan dengan pelbagai teknik kotor.Sebagai karya yang lahir di tengah kemelut politik Reformasi Indonesia, pastinya Saman sarat dengan isu korupsi, kronisme dan nepotisme yang membarah di era Suharto.Subplot pertarungan dua kelas antara pengusaha dan petani juga jelas menggambarkan pandangan kritikal Ayu Utami terhadap golongan pengusaha Kita dapat merasai jerih perjuangan seorang paderi mempertahankan perkebunan getah masyarakat kampung menentang badai nafsu tamak konglomerat kelapa sawit.Sedikit hal sensual dan seksual yang disentuh mungkin membuatkan sesetengah pembaca kurang senang Ia sebuah naskhah dewasamencakupi dimensi politik, sosial, agama dan iman Saman menangkap carut marut zamannya, sehingga karya ini terlihat berbaur antara suci dan keji Saya sudah terbiasa membaca perihal taboo ini di dalam karya karya Jepun, justeru ia tidak menganggu penilaian secara jujur jika mahu dibincangkan dari sudut moral 3 bintang untuk kreativiti dan 4 bintang untuk keunikan teknik cerita yang digunakan 3.5 bintang secara keseluruhannya The first book by an indonesian writer I have ever read.I have to admit that I m still a bit puzzled about the meaning and the symbols in it, but as I kept thinking about it and readabout the reactions this book provoced, I realized that it s a very brave book Sexuality, religious conflicts, the effects the Transmigrasi policy in the 70s, friendship, love, everything is brought up here It is both, the story of the main characters of the book and their moving fates and a reflection about Indonesia I ll definately read it again later in my life because it still captivates me somehow, even though I can t exactly say why One thing is for sure It is an interesting story and the discussions this book unleashed make it worth reading. Temanya OK aja, gayanya masih gak papa, tapi tetap menyisakan pertanyaan buat saya Kenapa harus dengan cara seperti itu mengungkapkannya Beberapa kawan yang banyak bilang cerita ini jorok, sayan bilang nggak Vulgar iya Nah ini Kenapa harus vulgar Kalau cuma untuk menunjukkan bahwa perempuan juga boleh bicara blak blakan tentang kehidupan seksualnya, masih ada cara yang lebih santun dan manis, bukan Menjadi santun bukan berarti takut bicara dan tidak tau apa apa Jelas sekali perbedaannya.Apapun, buku Saman untuk saya masih tetap lebih baik dari beberapa buku sejenisnya, yang juga di tulis perempuan, yang juga mencoba berani menuliskan seksualitas kaumnya.Lucu, ya Alur cerita yang lain, yang barnuansa kehidupan sosial barangkali politik jadi ketutup sama hal hal genitnya.Serta merta kawan saya ada yang pernah bilang Sama aja kayak baca stencilan.Ha ha haMenurutmu Ria Feminism RocksPolitics SucksLove is something personal dulu bacanya minjem temen itu pun cuma dibuka buka doang.lalu, jadi beli karena ada obralan di pameran buku di yogya.lagi lagi, dibaca cuma sambil lalu.entah ya,aku ndak begitu suka saya merasakan bahwa penulisnya seperti ingin berani bertindak saru.akhirnya, buku buku lainnya setelah ini larung pun ndak pengen baca The story of an Indonesian activist told by a young female Javanese expat living in NYC and working for a human rights NGO The writing is evocative, even sensual at times, and despite some rough edges it manages to paint a very convincing and fairly tragic picture of poor rural Indonesian communities being exploited and killed under the nose of a numb, corrupt state Against this setting, Saman, a former priest, stands up for a small community being violently pressured to sign over their lands to a new palm oil plantation He is then captured, imprisioned and tortured, and manages to escpae Saman s moral, political and philosophical digressions make for engaging reading, as does his sexual awakening later on Sex, actually, playes a larger role in this novel than I would have suspected, putting in pretty stark relief the intense sexual repression in Indonesian society, particularly the smaller andrural ones. Read this as part of my book club assignment I don t like the book enough to write a serious review Some notes though 1 Some story lines raised my eyebrows, as in what is it doing there what does it contribute to the entire plot like the pseudo mystic piece on Wis mother 2 The book centered around sex Or the lack thereof Sex life of a bordering frigid virgin straight woman Great I don t like it I think it s supposed to be sexually liberating but personally it ended up being too vulgar in a bad and tacky way for me Bleh.3 The redeeming quality of this book is the character Shakuntala Witty ones always save the day Even then I felt she was out of place 4 The dichotomy of good versus evil was too steep in a very non entertaining way A turn off.5 Final part of the book felt rushed Transition felt too sudden I think it was meant to be a thrilling twist Frankly it s just confusing Bottomline, I should thank this book for making me think Holy Shit There have got to be Indonesian works of literature that are better than this thus begins my quest to redeem Indonesian literature Someone please show me the way.