!DOWNLOAD BOOK ☢ Atheis ♡ PDF or E-pub free

!DOWNLOAD BOOK ☥ Atheis ♧ Roman Atheis Mengetengahkan Perkembangan Yang Khas Bagi Masyarakat Indonesia Sejak Permulaan Abad Kedua Puluh, Yakni Pergeseran Gaya Hidup Tradisional Ke Gaya Hidup Modern Pergeseran Itu Membawa Serta Perselisihan Dan Bentrokan Antara Paham Paham Lama Dan Baru, Terjadi Khususnya Di Lapangan Sosial Budaya Dan Politik Perkembangan Di Dalam Masyarakat Tidak Luput Meninggalkan Perngaruh Pada Pengalaman Batin Manusia Keresahan Batin Di Tengah Tengah Bergeloranya Pertentangan Paham Di Zaman Penjajahan Belanda Dan Jepang Menjadi Pokok Perhatian Roman Ini Seperti baca Dichtung und Wahrheit dan novel otobiografis diri sendiri Saya jadi kebayang buat memordenisasinya Hasan yg Islamis jadi suka baca Indoprogress dan Jacobin meski belum nyentuh teks teks Marxis betulan, Rusli seorang pos marxis sejati dari garis Baidou dan Zizek yg sering nulis kritik pop culture, Kartini seorang feminis radikal kiri baru, dan Anwar sang anarko brocialist. Hasan telah tiada Kepergiannya membuatku mengingat ingat kembali awal perkenalanku dengannya Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.Kubaca hasil karangannya itu.Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli kawan masa kecilnya dan adik angkat Rusli, Kartini Tak disangkanya bahwa Rusli ini adalah seorang atheis Ingin menghindar dari Rusli dia sebenarnya Tapi, pesona Kartini membuatnya tidak mampu melakukannya Lama lama jatuh hati lah dia kepada Kartini Pelan pelan pula paham atheis merasuki dirinya melalui perantara Kartini Dan jika Anwar tidak hadir dalam kisah itu, tak mungkin Hasan akan tercebur sepenuhnya ke dalam paham atheis Tapi, siapa sangka pula bahwa Anwar lah yang kembali menyadarkannya untuk ingat kepada Tuhan setelah Anwar merusak hubungan rumah tangganya dengan Kartini.Karya Achdiat K Mihardja ini pada awalnya saya kira sebuah novel yang murni berlatar belakang sosial politik Tapi, ternyata saya keliru Memang judul novel ini adalah Atheis, sebuah kata yang identik dengan komunis dan paham ini pernah tumbuh subur di republik ini pada masa awal kemerdekaannya Inilah yang membuat saya mengira ngira bahwa novel ini bercerita tentang pergerakan sosial politik paham tersebut di masa itu Namun, begitu membuka halaman pertama buku ini dan di sana tercetak jelas kata roman , sadarlah saya bahwa saya keliru mengira ngira isi novel ini.Seperti roman pada umumnya, buku ini juga bercerita tentang sebuah kisah percintaan Dan seperti karya sastra Indonesia angkatan lama pada umumnya, buku ini juga menyajikan sesuatu yang sesuai dengan masa ketika karya sastra tersebut ditulis entah dalam hal kebudayaan maupun kondisi sosial politik Dalam karyanya ini Achdiat K Mihardja mengeset setting waktu ke masa 1940 an ketika Indonesia masih dalam posisi dijajah Belanda dan masa peralihan ketika dijajah Jepang Dan dalam karyanya ini kita seakan diajak untuk menelusuri bagaimana paham atheis atau komunisme dapat tumbuh di republik ini pada masa itu Karena karya ini juga merupakan roman maka kita juga akan dibawa untuk mengikuti bagaimana kisah cinta yang terjalin antara Hasan dan Kartini.Keseluruhan cerita buku ini berpusat pada karakter Hasan Tapi, dalam buku ini kisah kehidupan Hasan tersebut tidak diceritakan oleh Hasan sendiri, tapi oleh aku melalui sebuah karangan autobiografi yang ditulis Hasan Autobiografi itulah yang menjadi inti cerita buku ini Jadi alur cerita buku ini kalau boleh saya katakan sebagai alur mundur flashback Hasan di sini digambarkan sebagai karakter yang taat pada agama dan sepenuhnya percaya kepada pada Tuhan Hal itu tidak lepas dari didikan orangtuanya yang memang benar benar taat pada perintah agama Apalagi Hasan juga keturunan wedana raden sehingga sedikit banyak mempengaruhi karakternya sebagai sosok yang lurus Seperti yang ditampilkan ringkasan cerita di atas, Hasan kemudian bertemu dengan Rusli ketika sedang bekerja Pada saat itu Rusli juga membawa serta adik angkatnya yang bernama Kartini dan diperkenalkannya pula kepada Hasan Nah, mulai di sinilah benih asmara mulai muncul antara Hasan dan Kartini Kartini sendiri di sini digambarkan sebagai wanita yang memiliki kecantikan khas nusantara yang mengingatkan Hasan pada salah satu cinta masa lalunya Tapi, Kartini juga memiliki sisi yang kurang pas sebagai wanita di zaman tersebut, seperti suka merokok, bebas, dan berpandangan modern Selanjutnya kita pun akan mengetahui bahwa Rusli ini adalah seorang atheis Dia digambarkan sebagai seorang pria yang logis, sangat pandai berbicara, dan pandai membujuk Paham yang dianut mereka itu sebenarnya membuat Hasan untuk menginsafkan mereka Tapi, karena Rusli pandai bersilat lidah dan membujuk maka niat itu pun gagal Lalu Hasan berniat menghindari mereka Tapi karena rasa cintanya kepada Kartini mulai tumbuh dan Rusli memperlakukan dirinya dengan sangat hormat dan sopan, maka niat itu pupus juga.Dialog yang terjadi antara Hasan dan Rusli ketika membahas masalah agama dan ketuhanan membuat saya merasakan betapa ngerinya orang orang komunis Pada bagian ini saya jadi teringat sebuah obrolan dengan bapak saya bahwa orang komunis itu cerdas cerdas, logika mereka sangat kuat Mereka hanya percaya pada apa yang mampu dirasakan oleh pancaindra mereka Karena itu mereka tidak percaya pada hal hal yang sifatnya gaib, seperti Tuhan contohnya Dan menurut mereka agama itu hanyalah candu yang tidak akan membawa manusia ke mana mana melainkan hanya sebuah pelarian saja Kalimat bapak saya tersebut benar benar saya rasakan ketika membaca buku ini Semua hal itu juga dipaparkan di sini Di sini pun Rusli memaparkan bahwa Tuhan itu ada karena pemikiran manusia Jadi sebenarnya yang menciptakan Tuhan itu ya manusia sendiri dan berujung pada sebuah pernyataan bahwa sebenarnya Tuhan itu adalah aku sendiri Kuatnya logika dan penyajian fakta fakta yang tak tergoyahkan tersebut menyebabkan komunis begitu digdaya dalam buku ini dan Hasan yang mewakili kaum agamis benar benar tak berdaya menghadapi gempuran gempuran tersebut Ditambah lagi dengan perasaannya kepada Kartini semakin membuatnya gelap mata halaman 108.Sebenarnya dalam tahap ini Hasan belum sepenuhnya masuk ke dalam paham atheis karena terkadang dia masih menjalankan shalat Hanya pemikirannya menjadi lebih bebas dan modern Dia menjadi berani keluar berdua bersama Kartini, seperti menonton di bioskop, ke pasar, dan makan di restoran Tionghoa Padahal sebelum mengenal Rusli dan Kartini dia sangat menentang hal hal seperti itu Semakin tenggelamnya Hasan terjadi ketika muncul tokoh Anwar dalam buku ini Anwar adalah teman Rusli yang juga sama sama atheis Anwar ini bisa dibilang garis kerasnya komunis lah Secara terbuka dia menentang adanya Tuhan dan agama serta kebobrokan dan kekolotan sistem feodal yang masih menjamur di negeri ini Secara tegas dia menekankan bahwa semua manusia itu sederajat, tidak perlu manusia satu harus menyembah nyembah manusia lain Melalui tokoh Anwar ini sepertinya Achdiat K Mihardja ingin menyampaikan kritik sosial terhadap sistem hierarki yang ada pada zaman tersebut.Hadirnya tokoh Anwar ini memberikan warna lain dalam cerita buku ini Kehadiran Anwar inilah yang menjadi awal mula kesengsaraan titik balik kehidupan Hasan Anwar lah yang membuat Hasan benar benar masuk ke dalam paham atheis Hal itu berujung pada konflik antara Hasan dan orangtuanya yang membuat hubungan mereka menjadi sangat jauh Tak hanya itu, Hasan pun cemburu kepadanya dan menjadi salah satu penyebab utama hubungan rumah tangganya dengan Kartini menjadi hancur Dan ajaibnya dalam keadaan hancur lebur seperti itu Hasan justru sadar kembali akan adanya Tuhan dan kembali memohon ampun pada Nya.Keseluruhan nilai moral buku ini sebenarnya telah dirangkum sendiri oleh Achdiat K Mihardja dalam dialog antara aku dan Hasan di sepertiga akhir buku Seperti tugas kita sebagai manusia yang paling penting sejak dilahirkan di dunia ini adalah hidup itu sendiri Dan bagaimana kita menjalani hidup yang sempurna adalah bagaimana kita menjaga hubungan dengan sesama makhluk, dengan alam, dengan Sang Pencipta, dan yang tidak kalah penting adalah dengan diri sendiri Selain itu hal yang mampu menyempurnakan hubungan hubungan itu adalah rasa kemanusiaan yang berlandaskan pada rasa saling menyayangi, mengasihi, dan mencintai sesama makhluk di dunia ini Sebab hal hal itulah dasar kehidupan yang paling utama yang harus ada di dalam hati kita Jika itu semua sudah terpenuhi selanjutnya kita gunakan alat yang menjadikan kita pembeda dari makhluk lainnya agar hidup ini lebih sempurna, yaitu akal dan pikiran yang sehat halaman 190 191 Pesan tersebut mungkin terasa agak kiri , tapi memang ada benarnya Malah semua agama di dunia pun tidak ada yang tidak mengajarkan untuk mengasihi dan menyayangi sesama makhluk Apalah arti kita sebagai manusia, meskipun kita beragama, tapi tidak memiliki hal tersebut Sepertinya itu yang ingin ditekankan Achdiat K Mihardja dalam karyanya ini.Buku ini memang tidak tebal hanya 232 halaman saja, tapi benar benar sarat akan makna dan pelajaran Saya tidak mempermasalahkan gaya bahasa yang menurut saya terasa lucu karena saya hidup di zaman sekarang dan terbiasa dengan EYD terbaru Ukuran huruf dan jenis huruf serta line spacing yang digunakan juga terasa kunonya kecil kecil dan rapat Tapi, saya memakluminya karena ini adalah karya sastra angkatan lama, diterbitkan pertama kali tahun 1949, dan yang saya baca ini edisi cetakan keduabelas yang terbit tahun 1992 Justru saya malah mendapatkan pengalaman baru karena mengetahui ragam bahasa nasional kita dan kultur negara ini di masa itu Seolah olah saya benar benar dibawa ke masa lalu ketika membaca buku ini Dan sayangnya gap era yang sangat jauh itu dengan masa kini membuat saya belum benar benar sepenuhnya memahami buku ini Oh, ya Siapkan logika dan iman Anda ketika membaca buku ini Karena seperti yang saya bilang sebelumnya orang orang komunis itu logikanya luar biasa Selain itu agar kita juga tidak ikut ikut terjerumus seperti Hasan. percakapan diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak Tapi sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis Ugh marah Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membuatnya seperti itu 1 karena dia takut terhadap reaksi masyarakat kebanyakan dan pemerintah Indonesia yang sangat agamis2 karena dia menyiasati agar karyanya tetap diterbitkan, tersebar, dan dibaca banyak orang, meskipun dengan ending yang dia sendiri tidak terlalu suka, tapi setidaknya orang membaca diskusi dan perdebatan tentang atheis dengan tokoh2 ilmuwan sosial seperti Karl Marx, dll., sehingga diharapkan bukunya akan mengganggu pembaca untuk mencari tahu lebih jauh dan akhirnya berpikiran lebih terbuka.3 karena si penulis ini memang bodoh dan puritan maaf Pak Achdiat D saya tidak tahu yang mana jawaban yang benar bisakah teman2 kasih pandangan ke saya terimakasih Henny Fullmoon, baca sekitar 1989 atau 1990 gitu sptnya. aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini bahkan berbekas sekali isinya atheis jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis walaupun secra ktp beragama susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan ibarat gelas kosong, masyarakat kt jaman dulu jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu beda dengan hasan tokoh dalam cerita ini yang sudah ada bekal agama walau hnya warisan pd awalnya dan dipaksa percaya bertemu dengan realitas yg menurutnya tidak sesuai, bukan tidak sesuai ternyata manusia seringkali lupa, setinggi apapun ilmu manusia biarpun setinggi bintang, toh tak ada satupun yang bisa menciptakan rumput Waww keren sebab aku tadinya mulai terbawa cerita ini dan bingung kirain aku salah baca buku ternyata jawabanya ada dibelakang lega. Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah Isi pikirannya sederhana dan polos Namun, dia perlahan lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak kanaknya, Rusli Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap agama.Iman Hasan semakin hilang setelah berkenalan dengan Kartini, seorang wanita yang dijual oleh ibunya kepada seorang Arab sebagai istri keempat tentu saja Kartini melarikan diri karena dia berpikiran terbuka dan modern Baik Kartini maupun Rusli sering berkumpul bersama teman temannya yang sepemahaman, sehingga Hasan pun makin sering terlibat dalam berbagai diskusi yang seru mengenai politik, agama, maupun hal hal lainnya Akan tetapi, kehadiran Anwar seorang nihilis yang merasa bahwa semuanya itu sia sia saja sehingga selalu berbuat anarkis mulai menghancurkan kehidupan Anwar Meskipun dari awal Hasan sudah tidak suka dengan Anwar, dia tetap tidak memusuhinya karena Anwar juga berteman dengan Rusli dan Kartini Kebencian Hasan terhadap Anwar memuncak setelah Hasan dibakar oleh api cemburu dan berpikir bahwa Kartini berselingkuh dengan Anwar.Yang menarik dari novel ini adalah bahwa novel ini sebenarnya merupakan suatu kisah balik flashback dan semua cerita di atas itu diceritakan kembali oleh narator yang sedang membaca kisah Hasan yang sudah ditulis dalam bentuk naskah Selain itu, topik yang dibahas juga sangat menarik, yaitu tentang agama Novel ini diterbitkan tahun 1949, sehingga pada saat itu Orde Lama masih terdapat partai komunis di negara ini Selain itu, orang orang yang tidak beragama juga ada cukup banyak dan dapat bergaul dengan orang lain yang beragama sekali pun Ini merupakan hal yang mencengangkan karena pada saat ini, di tahun 2011, Indonesia bukannya makin maju dalam keberagaman, tetapi malah sering terjadi kekerasan yang dilatarbelakangi masalah agama Apalagi hal tersebut dilakukan oleh perwakilan dari salah satu agama mayoritas di Indonesia.Mungkin memang sebaiknya agama itu dilepaskan saja 100% dari masalah kenegaraan Tapi masalahnya, agama Islam ini pada dasarnya mengajarkan bagaimana cara mengatur sebuah negara itulah sebabnya para fundamentalis selalu ingin berkuasa di negara ini, toh agamanya sudah mengajarkan demikian Ditambah lagi mereka berpikir bahwa ajaran agamanya lah yang paling benar dan tidak mau mengakui keterbatasan agamanya yang sebenarnya tidak asli dari Indonesia toh.Sebaiknya buku ini kembali dijadikan sebagai buku bacaan wajib di sekolah Nggak usah takut, ngeri, atau jijik dengan judulnya Toh itu cuma sebuah kata Indonesia butuh generasi muda yang punya pemikiran yang lebih terbuka, jangan sampai isi otaknya hanya kitab yang tidak 100% sesuai dengan konteks sosial Indonesia saat ini. Novel Atheis Potret Kegelisahan Sosial dan IntelektualPemuda Zaman Old Sebenarnya saya agak risih tiap melihat judul artikel atau postingan seseorang yang menggunakan istilah kids jaman now atau sejenisnya Gelisah juga jika bahasa dicampur campur itu menjadi trend diantara para penulis berita maupun netizen Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya ikut ikutan juga pakai istilah itu didalam tulisan Termakan propaganda..heheKegelisanan yang sama juga dirasakan juga oleh Hasan, tokoh utama dalam novel Atheis, karya Achdiat K Miharja kalau dilihat dibagian paling belakang novel ini, ternyata beliau adalah kakek dari VJ MTV, Jamie Aditya.Novel yang merupakan potret kegelisanan sosial dan intelektual pemuda jaman old ini berlatar tahun 1930 an sampai masa pendudukan Jepang di Indonesia Potret dimana pada saat itu pemikiran ideologi dan stelsel itu sangat kental terasa Mulai dari feodal, borjuis, kapilatis, nasionalis, agamis maupun materialis komunis.Bercerita tentang Hasan yang berasal dari keluarga feodal dan penganut ajaran tarekat bertemu dengan Rusli teman sebayanya waktu kecil yang mengagumi ajaran Karl Marx dan Friedrich Englels.Pertemuan terjadi secara sederhana, saat itu Hasan sedang menjaga loket bagian jawatan air dari Kotapraja Bandung, bertemu dengan Rusli dan Kartini.Kartini diceritakan merupakan adik dari Rusli, seorang wanita yang memiliki pengalaman pahit, ketika remaja dipaksa keluar dari sekolah Ibunya memaksa kawin untuk jadi istri ke empat Arab tua bangka, semata mata untuk mencari keuntungan semata Pengalaman pahit itulah yang membuat Kartini menjadi srikandi yang beridelogi tegas dan radikal.Kehidupan dan pemikiran mereka yang bebas membuat Hasan melabeli mereka sebagai kafir modern Label yang membuat Hasan menggebu gebu ingin segera kembali mengislamkan mereka.Hasan bertarekat namun tidak memiliki fondasi yang kuat untuk imannya Amalan yang dia lakukan tidak didasari oleh ilmu dan guru yang bisa menjelaskan dalilnya Amalan yang pernah Hasan lakukan misalnya puasa7 hari 7 malam, mandi di sungai Cikapundung 40 kali dalam semalam dan mengurung di dalam kamar selama 3 hari 3 malam tanpa makan serta berbicara.Niat untuk mengislamkan kafir modern itupun berkahir sia sia Argumen argumen Rusli meruntuhkan fondasi rapuh Hasan.Agama dan Tuhan adalah bikinan manusia Akibat dari suatu keadaan masyarakat dan susunan ekonomi pada suatu zaman yang tidak sempurna.Apabila manusia telah sampai puncak kemajuannya, dimana manusia sudah merasa senang dengan keadaanya yaitu apabila segala kebutuhannya lahir batin sudah bisa terpenuhi semua, maka pada saat itulah manusia tidak akan butuh lagi kepada agama, tidak perlu lagi meminta minta tolong pada sesuatu Tuhan atau Yahwe atau apa saja hal 79 Atau ucapan Anwar yang mengutip Karl Marx bahwa Tuhan adalah madat bagi manusia Jiwa Hasan terombang ambing Batin Hasan terbolak balik.Pikiran dan pandangan Hasan yang setengah setengah tentang dogma dan fanatisme Terbentur pandangan baru tenang materialisme komunisme.Hasan yang tadinya rajin sembahyang kini ingkar.Hasan yang tadinya mengharamkan bioskop, kini penonton setia.Hasan pun berubah, Tuhan tidak lagi bersemayam dalam imannya.Dalam novel Atheis ini, Achdiat K Miharja lebih menekankan pada karater tokoh dalam cerita Agak berbeda jika kita membandingkan dengan karya karya Pramoedya yang banyak menggambakan dengan details suasana atau kondisi dalam alur cerita.Atheis, lebih banyak membawa kita pada pergolakan sosial, intelektual dan psikologis dari tiap tokoh Dimana kita bisa merasakan kegalauan batin Hasan, kuatnya cita cita politik Rusli, kebangkitan Kartini dari pengalaman pahitnya dan juga karakter anarkisme seperti Anwar.Meskipun kuat dalam penokohan, bukan berarti dinovel ini kita tidak bisa merasakan suasana dan kondisi jaman kolonialisme Jepang Serangan udara, raungan sirine serta teriakan Kusyu Keiho Kusyu Keiho yang terdengar dilangit Bandung benar membawa kita pada imajinasi perang.Meski terjadi kontroversi atau sanggahan baik dari pihak Islam maupun Marxisme mengenai tokoh fiksi novel berbanding kondisi aktul Tetap saja menurut saya novel Atheis sangat layak untuk diapresiasi.Pada akhirnya tidak berlebihan pendapat penulis Ahmad Tohari yang mengatakan bahwa Novel Atheis adalah salah satu monumen sastra Indonesia Novel yang seharusnya dibaca ulang oleh masyarakat Indonesia selain untuk menambah wawasan kesusastraan, juga sebagai bahan refleksi dimana saat ini kids jaman now seolah alergi terhadap dunia politik. Berkisah mengenai kehidupan kejiwaan dan ideologi seorang pemuda bernama Hasan Bandung pada zaman pendudukan Belanda dan Jepang menjadi setting novel ini Hasan adalah seorang pemuda yang berasal dari sebuah kampung bernama Panyeredan di kaki Gunung Talaga Bodas Garut Ia dibesarkan dalam lingkungan pendidikan Islam dan tarekat yang kuat dan kental oleh orangtuanya Menginjak remaja Hasan bersekolah MULO setingkat Sekolah Menengah di Bandung dan bekerja sebagai pegawai pemerintahan di Bandung Disana pula ia berkenalan dengan Rukmini, seorang gadis anak Haji Kosasih yang merupakan saudagar besar di Bandung Namun orang tua Hasan dan Rukmini tidak merestui hubungan mereka, maka kandaslah hubungan mereka Rukmini dikawinkan dengan anak menak saudagar kaya Hal tersebut membuat hati Hasan tambah hancur Untuk mengobati hatinya dan mengalihkan pikirannya dari penderitaan berkepanjangan, dia menuntut ilmu tarekat sampai ia benar benar menjalani kehidupan yang penuh dengan ritual ritual mistis Seringkali Hasan mandi tengah malam sungai Cikapundung dan berpuasa seminggu berturut turut demi mengamalkan ajaran tarekatnya Waktu bergulir, saat dia bekerja di dinas pengairan Kota Bandung, tanpa sengaja ia bertemu dengan teman masa kecilnya bernama Rusli Rusli adalah seorang akivis marxis yang baru pindah ke Bandung Hasan kemudian sering berkunjung ke rumah Rusli sekedar bercengkrama dengan kawan lama selepas ia dari kantor Dari Rusli ia dikenalkan dengan Kartini, seorang janda muda yang juga orang satu pergerakan dengan Rusli Dahulu ia dinikahkan paksa oleh kedua orangtuanya dengan seorang arab yang sangat tua yang harusnya pantas ia panggil kakek, namun lelaki yang menjadi suaminya tersebut sangatlah kaya, sehingga saat Kartini bercerai dari lelaki tua tersebut, ia membawa banyak warisan Mulai saat itu pun Kartini berniat untuk menjadi seorang wanita yang tegar dan tangguh Kartini dan Rusli sangat akrab, namun hanya sebatas hubungan kakak dan adik saja Kartini menganggap Rusli adalah orang yang dapat melindunginya.Hasan jatuh hati kepada Kartini, ia melihat ada Rukmini di dalam diri Kartini Banyak kesamaan sikap antara mereka, begitu persaan Hasan Dan hubungan mereka pun menjadi tambah dekat Ketertarikannya terhadap Kartini membuat Hasan semakin sering berkunjung ke rumah Rusli karena memang Kartini sering berkumpul dengan orang orang pergerakannya disana. Awalnya ia merasa cemburu dan mengganggap pergaulan antara Rusli dan Kartini bukan hubungan antara kakak dan adik, melainkan lebih Kini Hasan tahu bahwa Rusli merupakan seorang yang tidak percaya adanya Tuhan Di setiap pembicaraan mereka Hasan selalu tidak bisa mengedalikan diri saat argumen argumen yang dikeluarkan Rusli logis adanya Ia pun sempat emosi terhadap Rusli Namun, akhirnya ia beertekad untuk membantu Rusli dan Kartini ke jalan yang benar Namun niat Hasan untuk menginsaykan kawannya malah berbalik arah Apalagi setelah ia diperkenalkan dengan Anwar, seorang pelukis dan seniman anarkis Anwar orang yang pintar dalam bicara dan diskusi Kalau Anwar sudah mengeluarkan pendapat dan argumennya, tidak ada yang bisa menangkal, apalagi Hasan yang hanya memahami agama berdasarkan keimanan buta tanpa logika Kepandaian Anwar lama lama mempengaruhi Hasan, ia pun mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan hingga tanpa ia sadari ia pun mulai meninggalkan ritual yang biasa dilakukannya Konflik mulai terjadi saat Hasan pulang ke kampungnya Karena disuruh Anawar, ia berterus terang kepada kedua orangtuanya bahwa sekarang ia tak lagi percaya Tuhan, ia sekarang sudah menjadi atheis Bagai kiamat besar yang datang, orangtua Hasan mengusinya keluar dari kampung dan tidak menganggap lagi Hasan sebagai anak mereka Semenjak kejadian tersebut ayah Hasan sakit sakitan Hasan kembali ke Bandung dan menikah dengan Kartini secara diam diam Kehidupannya dengan Kartini membuatnya semakin jauh dari agama Namun, kehidupan rumah tangganya hanya berumur tiga tahun Setelahnya, pernikahan Hasan dan Kartini selalu diwarnai dengan pertengkaran Sikap kartini yang menganut faham kebebasan membuat Hasan tidak terima dan menganggap Kartini sebagai seorang wanita yang tidak bisa menghargai suaminya Ia pun seringkali memukuli Kartini karena kecemburuannya terhadap sikap Kartini yang mulai sering pergi keluar bersama Anwar Hasan merasa bahwa di belakangnya, istrinya tersebut berselingkuh dengan Anwar Kartini tetap saja mengelak Hingga pada akhirnya mereka pun bercerai Karena persoalan persoalan inilah Hasan kembali membutuhkan kekuatan Tuhan Kesadaran inilah yang membuat Hasan merasa berdosa tidak hanya kepada orangtuanya tetapi juga kepada Allah Ia menyesal telah meninggalkan nilai nilai keagamaan dalam dirinya.Setelah ia bercerai dengan Kartini ia pun pulang ke rumahnya Untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan meminta maaf atas apa yang telah ia perbuat Ia ingin bersujud di kaki ayahnya yang ternyata tengah sakit parah Ayahnya tidak sudi dan tidak menerima semua permintaan maaf yang Hasan ucapkan Ia pun menyuruh Hasan untuk pergi dari rumahnya.Lalu saat ia pergi ke sebuah hotel dekat stasiun Bandung, ia mendapati fakta bahwa pada hari saat ia dan istrinya bertengkar, dan istrinya kabur dari rumah Anwar dan Kartini berada dalam satu kamar di hotel tersebut Hasan mengetahuinya dari buku tamu yang iseng iseng ia baca Semakin memuncak kemarahannya Anwar dan ia pun pergi mencari Anwar hingga tengah malam Ia tidak sadar bahwa saat itu telah terjadi jam malam masa pendudukan Jepang sehingga ia pun tertembak oleh peluru yang menembus punggungnya Ia pun tewas di tempat kejadian dengan penuh rasa sesal.Alur dan gaya bahasaYang sangat menarik dari novel ini adalah alurnya yang tidak linier Menurut ahli sastra Indonesia asal Belanda A Teeuw, plot novel ini menggunakan urutan C B A B C Huruf A mewakili masa yang dibahas dalam tulisan tokoh Hasan dari masa kecil sampai bercerai dengan Kartini , huruf B mewakili masa yang diceritakan narator, dan huruf C mewakili waktu Hasan terbunuh Jadi terdapat 3 sudut pandang penceritaan dalam satu novel yang membuat saya sebagai pembaca mengetahui sosok Hasan dari 3 sisi perspektif berbeda Hal tersebut semakin menguatkan karakter tokoh tokoh yang ada didalam benak pembaca Diksi dalam Atheis menunjukkan pengaruh bahasa Sunda yang besar dengan bahasa Indonesia yang digunakan kadang kadang seakan dipaksakan, dengan bentuk kalimat menyimpang dari kebiasaan penulis penulis Minang yang mendominasi dunia sastra Indonesia pada saat itu Maier menulis bahwa roman ini menggunakan simile dan metafor yang aneh tetapi cocok , dengan gaya yang mirip karya karya yang sudah ada seperti Salah Asuhan 1928 karya Abdul Muis, Layar Terkembang 1936 karya Sutan Takdir Alisjahbana, dan Belenggu 1940 karya Armijn Pane Balfas mencatat bahwa ada kemiripan lain dengan karya sebelumnya, termasuk kematian protagonis di puncak cerita, sementara Sastrowardoyo berpendapat bahwa Belenggu malah lebih modern biarpun diterbitkan sembilan tahun sebelum AtheisTema dan nilai nilaiNovel yang terbit tidak lama setelah Indonesia merdeka ini boleh dikatakan sebagai novel yang sangat berani pada masanya yang mengangkat tema ketuhanan dan ideologi Pada peluncuran novel ini tokoh agama menolak keras karena menggambarkan Hasan, yang mereka menganggap sebagai wakil agama dan orang beriman, sebagai orang yang tidak dapat mengatasi godaan mereka juga tidak setuju dengan kurangnya pembahasan doktrin agama.Tokoh tokoh Marxis dan anarkis juga merasa bahwa ideologi mereka kurang dijelaskan, dan menganggap bahwa tokoh Rusli dan Anwar tidak benar benar mencerminkan pemikiran para filsuf seperti Karl Marx dan Friedrich Nietzsche.Sebagai tanggapan, Achdiat menulis bahwa tokoh tokoh tersebut dimaksud untuk realistis, dan jarang ada orang di kehidupan nyata yang mempunyai pengetahuan tentang suatu ideologi yang sangat mendalam seperti yang diinginkan para kritikus.Namun, pembaca lain terutama dari dunia sastra memuji Atheis, termasuk Pramoedya Ananta Toer dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah Hamka Saya sebagai pembaca umum novel ini menilai ini adalah sebuah beautilly composed novel yang syarat dengan nilai nilai moral dan keagamaan, meski disampaikan lewat tokoh hasan yang menjadi atheis Justru disitulah pelajaran yang dapat diambil, bahwa sesungguhnya suatu keimanan tanpa logika dan hanya didasari kefanatikan belaka akan tergerus ketika dihadapkan dengan nilai nilai yang berdasarkan logika dan pengetahuan Menurut saya, kematian Hasan justru sebagai simbol bagi kematian atheis yang ingin disampaikan penulis Terakhir saya memberikan nilai 5 5 untuk roman klasik satu ini. baca buku ini sewaktu kelas 2 SMA dulu gara2 suka sama salah seorang teman cowok saya pun kepo kekelasnya mencari tahu dia meresensi apa dan ternyata sungguh anti mainstream dia meresensi sebuah novel dengan settingan tahun 40 an dan cover buku yang terhitung tidak menarik di tahun tahun ini terlepas resensiannya itu entah copas ataupun hasil pemikirannya sendiri saya pun mencari buku ini di perpustakaan SMA ternyata ada banyak buku ini disana terjejer rapi dan kelihatan sekali sangat jarang ada anak yang berminat membaca saya pun meminjam dan membaca buku ini untuk mengetahui seperti apa selera dari teman saya tersebut dari segi cerita pengambilan sudut pandangnya sangat menarik berubah ubah tidak membingungkan dan justru menjadi ciri unik yang bisa jadi tidak ada dalam novel lain imajinasi saya benar benar harus bermain membayangkan settingan kehidupan kota Bandung di tahun 1940 an kemudian pada tokoh utamanya si Hasan yang galau tentang kehidupan setelah dia merantau ke kota, walaupun dia dibesarkan dari lingkungan keluarga yang religius di tempat baruinilah, dia mengenal cinta dari seorang wanita modern, Kartini Serta temannya yang pemberontak si Anwar pergulatan batin yang begitu hebat terjadi dalam jalannnya cerita ketika saya tengah membaca buku ini bahkan saya sempat berfikir bahwa bisa jadi paham atheis ataupun komunis itu ada benarnya saya sempat berfikir buku ini sepertinya berniat meracuni pikiran pembacanya namun pendapat itu berubah ketika saya berada di akhir halaman buku ini saya tercengang dan emosi saya ikut tercampur aduk seolah olah menjadi tokoh yang hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat apa apa satu hal yang saya tangkap lingkungan pertemanan sangat mempengaruhi pola pikir seseorang Pesan saya untuk diri sendiri, pertamanya, buku ini mesti dibaca sampai tamat, jika berhenti dipertengahan, bimbang terpesong Sebabnya, hujah hujah Rusli dan Anwar, sepertinya boleh meyakinkan ramai orang, terutamanya golongan bijak pandai yang fikirnya semua perkara perlu dijelaskan dengan kata kata, perlu dibuktikan dengan sains, tidak cenderung mahu percaya kepada cerita yang asasnya ghaib, tidak boleh dilihat dengan mata kasar Cinta itu kan buta dan sering membutakan Cinta kepada seseorang, harta kekayaan, rasa bahagia dalam hidup Kejadian dan cerita bersama Anwar di kampung Hasan penting menerangkan betapa mudahnya pegangan agama seorang yang berhati lembut bisa digoyahkan Setelah lebih separuh buku ini ditelaah dengan nafas turun naik, saya jadi bina harapan yang tinggi untuk ketahui apa sebenarnya pengakhiran untuk konflik dalam diri Hasan Iya betul, tahu nanti Hasan akan mati, tapi matinya sebab apa Saya kecewa Terasa macam ceritanya masih tergantung Iya saya orang Malaysia mungkin tidak dapat baca between the lines, saya faham apa yang saya baca saja Mungkin saya sendiri yang baca tetapi tidak mengerti Apa jadi pada Kartini Kenapa mesti Anwar yang dicari Kartini selepas rumah tangganya ditiup ribut Rusli kenapa tidak lagi menjadi pelindung Kartini Anwar masih bebas dengan kepura puraan Apapun, buku ini bagus untuk saya sedikit faham keadaan sosio kehidupan orang Indonesia khususnya di Bandung waktu pergolakan tahun 1940an.Nota, kalau ada masa kena kaji, info yang saya baca dari review readers lain, Rusli si komunis dan Anwar si Nihilis.